Connect with us

Hutanpedia

Mengenal Karamunting, Tumbuhan Liar Kaya Manfaat

Published

on

Karamunting adalah

Karamunting tumbuh melimpah di berbagai wilayah Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan. Tumbuhan ini dikenal sebagai salah satu dari 240 spesies yang dianggap “terabaikan” dalam proyek ilmiah Agrofolio. 

Penelitian menunjukkan bahwa karamunting mengandung senyawa kimia dengan berbagai aktivitas biologis, termasuk antioksidan, antikanker, dan antibakteri. Namun, potensi medisinalnya yang belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai karamunting atau sering juga disebut kemunting. Mulai dari ciri fisiknya hingga khasiatnya. Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini!

Apa itu Karamunting?

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) atau biasa disebut kemunting adalah tumbuhan liar yang sering ditemui di lingkungan alam terbuka dengan paparan sinar matahari yang mencukupi. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di lereng gunung dan di lahan terbuka, terutama di dataran kering.

Tumbuhan ini berasal dari keluarga Myrtaceae dan merupakan spesies asli Asia Selatan dan Tenggara. Karamunting dapat ditemukan tumbuh di berbagai habitat, mulai dari pesisir, hutan rimba alamiah, lahan basah, hingga ketinggian 2400 meter di atas permukaan laut. 

Meskipun bukan tumbuhan asli Indonesia, keberadaannya menyebar luas dan dapat ditemui di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera, Bangka, Belitung, dan Kalimantan. Selain itu, tumbuhan ini juga tersebar di berbagai negara Asia lainnya seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, China, dan Jepang.

Baca juga: 10+ Tumbuhan Endemik Asli Indonesia Lengkap

Ciri-Ciri Fisik Karamunting

Kemunting atau tanaman karamunting adalah anggota dari keluarga Myrtaceae, sebuah kelompok tumbuhan yang dikenal sebagai jambu-jambuan. Tanaman liar berupa pohon berkayu yang  tumbuh dengan cepat dan umumnya dapat mencapai tinggi sekitar 1-1,5 meter hingga 4 meter di habitat terbuka.

Daunnya yang keras memiliki bentuk oval dengan ujung yang dapat bervariasi dari tumpul hingga tajam, dan memiliki warna hijau mengkilap di bagian atasnya, sementara bagian bawahnya lebih abu-abu. 

Sumber gambar: By Mokkie – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=32442737

Bunga karamunting memiliki warna merah muda keunguan dan mahkota bunga berjumlah lima, sementara buahnya berubah warna dari hijau menjadi ungu ketika matang dan memiliki rasa yang manis. Sistem perakarannya adalah tunggang dan kuat di bawah permukaan tanah. 

Daunnya berwarna hijau, berbentuk oval dengan tepi rata, dan memiliki tulang daun berjumlah tiga dari pangkalnya. Helai daun ini berkilap di permukaan atasnya dan berbulu di bagian bawahnya. Bunganya berwarna merah muda hingga ungu, dan buahnya berwarna ungu dan manis saat sudah matang.

Buah karamunting berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 10-15 mm,kulit berbulu seperti beludru, dan daging buahnya yang lunak serta berair, yang mengandung banyak biji kecil-kecil. Buah yang sudah matang sangat lezat dan kaya akan nutrisi, meskipun kulit buahnya tebal. 

Tumbuhan ini biasanya tumbuh sebagai semak belukar dan dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, termasuk yang berpasir dan agak asam. Buahnya dapat diolah menjadi berbagai produk seperti dodol, selai, dan sirup, sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Baca juga: 10+ Tumbuhan Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Ciri-cirinya

Apa Manfaat Buah Karamunting?

Dilansir dari berbagai sumber, buah kemunting ini disinyalir memiliki berbagai macam khasiat. Apa saja?

1. Mencegah Peradangan

Buah kemunting mengandung flavonoid dan senyawa anti-inflamasi lainnya yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, bermanfaat untuk kondisi seperti arthritis dan gangguan inflamasi lainnya.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Serat dan antioksidan dalam buah kemunting membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan melindungi arteri dari kerusakan serta peradangan, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Senyawa antioksidan seperti vitamin C dan A dalam buah kemunting membantu melawan kerusakan radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini dan kerusakan kulit lainnya.

4. Antibakteri

Flavonoid, saponin, dan tanin dalam buah kemunting memiliki efek antibakteri yang efektif, terutama terhadap bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

5. Kaya akan Antioksidan

Buah kemunting mengandung vitamin C, vitamin A, dan senyawa polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, mencegah kerusakan sel, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif.

6. Mengontrol Gula Darah

Buah kemunting membantu mengontrol kadar gula darah, yang penting untuk mencegah diabetes dan menjaga kesehatan jantung serta otak.

Budidaya Tanaman Karamunting

Tumbuhan kemunting di Indonesia masih tumbuh liar dan belum dibudidayakan, berbeda dengan di Vietnam Tengah dan Selatan, di mana tumbuhan ini telah dibudidayakan dan dikenal sebagai Ruou Sim. Panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau untuk mempermudah pengeringan dengan sinar matahari. 

Setelah dipanen, kemunting perlu segera dibersihkan dengan air mengalir. Jika ingin digunakan dalam keadaan segar, kemunting bisa langsung dimanfaatkan. Namun, bahan juga bisa dikeringkan untuk penyimpanan jangka panjang. Pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air, mencegah pembusukan oleh jamur dan bakteri, serta memudahkan proses penghalusan menjadi serbuk.

Nah, itulah tadi beberapa penjelasan mengenai buah karamunting atau kemunting. Meski keberadaannya mungkin banyak kita temui, tetapi jarang yang mengetahui jika Karamunting memiliki banyak manfaat.

Baca juga: 5 Rekomendasi Lokasi Menanam Mangrove

LindungiHutan Menanam Lebih dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan

Penulis: Fida Afra’ Effendi

Rawat Bumi LindungiHutan