Connect with us

Mitra Hijau

KANANTRA DANANTRA: Kolaborasi Penghijauan Gelar Tanam 143 Mangrove di Jawa Tengah

Published

on

Kampanye Alam Kanantra Danantra.

Kanantra Danantra mengusung konsep sustainable fashion, dengan menggunakan bahan-bahan alam yang bersahabat dengan bumi. Kanantra Danantra memproduksi kain ecoprint, yang kemudian dibuat menjadi pashmina, hijab, outer, tas, topi, masker, juga home decoration, seperti taplak meja dan cover cushion. Motif ecoprint yang unik dan dibuat secara handmade membuat produk yang dihasilkan menjadi eksklusif.…..

Dalam menjalankan praktik dan proses bisnisnya, Kanantra Danantra senantiasa berkomitmen untuk memprioritaskan perlindungan dan pelestarian lingkungan serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sudah menjadi komitmen yang terwujud dalam kebijakan dan nilai Kanantra Danantra untuk turut serta mengendalikan dampak lingkungan secara signifikan yang terkait dengan kegiatannya.

Kanantra Danantra, Melalui Kampanye Alam ‘Mangrove for Bedono’ Tanam 143 Mangrove Rhizophora

Kanantra danantra hijaukan desa bedono.
Menggandeng LindungiHutan, Kanantra Danantra tanam 143 mangrove. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Komitmen Kanantra Danantra dalam mewujudkan lingkungan yang lestari diwujudkan dalam donasi 5% keuntungan yang didapatkan untuk menghijaukan Desa Bedono. Bersama LindungiHutan, Kanantra Danantra menginisiasi kampanye alam bertajuk ‘Mangrove for Bedono’ sebagai bentuk kontribusi nyata pelestarian alam.

Melalui kampanye alam tersebut, 143  Mangrove Rhizophora sukses ditanam di Desa Bedono, Kabupaten Demak pada tanggal 9 Maret 2023. Penanaman berlangsung dengan lancar dan dibantu oleh Mak Jah.

Apa yang dilakukan oleh Kanantra Danantra untuk turut serta #BersamaMenghijaukanIndonesia sudah semestinya kita apresiasi bersama.

Kanantra Danantra tak lupa akan peran dan tanggung jawabnya untuk bersama-sama ikut menjaga dan melestarikan bumi. Harapannya, inisiasi kampanye alam ini dapat memberikan manfaat baik bagi lingkungan dan juga masyarakat setempat.

Terlebih, kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam perlu ditanamkan dan dipraktikkan oleh banyak orang serta berbagai pihak. Kami percaya, makin banyak ‘tangan’ yang terlibat maka semakin banyak pula mereka yang turut menjaga.

Baca juga: Klamby Loyal Customer (KLC) Tanam 1.000 Mangrove di Karawang

Desa Bedono dan Keinginan untuk Menolak Tenggelam

Kanantra danantra hijaukan desa bedono demak.
Kanantra Danantra bantu hijaukan kembali Desa Bedono, Demak. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Pemilihan Desa Bedono sebagai lokasi penanaman tentu bukan tanpa pertimbangan, mengingat terdapat beberapa persoalan lingkungan yang melingkupinya.

Desa Bedono terletak di tiga kilometer arah utara dari pusat Kecamatan Sayung dengan luas wilayah mencapai 7,39 Km2 (10% dari luas Kecamatan Sayung). Kabupaten Demak sendiri memiliki panjang pantai 34.10 km dan panjang garis pantai 72,14 km yang membentang dari Kecamatan Sayung sampai Kecamatan Wedung. Kondisi ini membuat banyak masyarakatnya melakukan budidaya perikanan darat atau tambak.

Namun sayang, banjir rob melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Demak salah satunya Kecamatan Sayung di mana Desa Bedono berada. Salah satu faktor penyebabnya yaitu berkurangnya kawasan hutan mangrove. Imbasnya, 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi. Warga terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan sehingga mereka melakukan relokasi tempat tinggal.

Namun Mak Jah memilih untuk tinggal dan menolak kampungnya lenyap ditelan air laut. Sejak terkena dampak abrasi, Mak Jah bersama keluarganya memilih bertahan sebagai petani bibit mangrove dan melakukan penanaman pohon. Bersama LindungiHutan, semua orang kini bisa membantu Mak Jah menjaga kawasan hutan mangrove di Desa Bedono, Demak!

Berkaca kepada kondisi lingkungan di daerah Desa Bedono LindungiHutan bersama Kanantra Danantra mengambil inisiasi penanaman 143 Mangrove Rhizophora sebagai langkah konservasi dan restorasi lingkungan.

Selain dari sisi ekologi, partisipasi penanaman pohon ini juga telah mendukung poin-poin program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan:

  • Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG’s 15)
  • Mengurangi dampak banjir di permukiman warga (SDG’s 15)
  • Meningkatkan area tutupan hijau (SDG’s 15)
  • Membantu pengurangan emisi karbon (SDG’s 13)
  • Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG’s 1)
  • Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG’s 8)

Manfaat Mangrove Rhizophora (Pohon Bakau Hitam) untuk Lingkungan dan Masyarakat

Rhizophora mucronata merupakan tanaman bakau yang paling sering ditemukan di ekosistem mangrove Indonesia. Berdasarkan hasil penilaian kesesuaian lahan, Rhizophora mucronata sangat cocok untuk ditanam di Desa Bedono, Demak. Pohon ini memiliki ciri-ciri:

Daun berkulit dengan bentuk elips melebar hingga bulat memanjang dan ujungnya meruncing. Ukuran daun berkisar antara 11-23 cm x 5-13 cm. Gagang daun berwarna hijau dengan panjang 2,5-5,5 cm.

Buah berbentuk lonjong/panjang seperti telur, berukuran 5-7 cm, dan berwarna hijau kecoklatan. Kulit buah seringkali kasar di bagian pangkal. Buah tersebut memiliki biji tunggal (monokotil).

Batang dapat mencapai tinggi 27 m dengan diameter hingga 70 cm. Kulit kayunya berwarna coklat gelap hingga hitam. Akar berbentuk tunjang.

Akar ini tumbuh dari percabangan bagian bawah sehingga muncul di udara.

Bunga menempel pada gagang, berkelompok 4-8 buah. Dauh mahkota setiap bunga berjumlah 4, berwarna putih, dan berambut. Kelopak bunga berwarna kuning pucat dan berjumlah 4 helai.

Adapun, manfaat ekologi dari Rhizophora mucronata antara lain:

  • Menghasilkan O2 dan menyerap emisi CO2
  • Akarnya memperkuat struktur tanah di daerah pesisir sehingga mencegah penurunan muka tanah dan eros
  • Memecah ombak, mengurangi abrasi, dan mengurangi dampak tsunami
  • Buahnya menjadi sumber makanan bagi hewan mangrove seperti monyet, bekantan, kepiting bakau, dan burung
  • Formasi pohon menjadi habitat tempat berlindung hewan air seperti kepiting bakau, udang, burung, dan ikan

Sementara itu, potensi manfaat ekonominya seperti:

  • Kayu digunakan untuk kayu bakar dan mebel,
  • Tanin dari kayu dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami,
  • Daun dapat diolah menjadi keripik,
  • Memperbaiki ekosistem tambak udang dan ikan dengan menghasilkan fitoplankton dan zooplankton.

Baca juga: Lepas: Mengusung Konsep Slow Fashion dan Inisiasi Kampanye Alam ‘Pendar untuk Semesta’

5 Alasan Mengapa Brand Perlu Coba ColaboraTree

Melaksanakan program kebaikan dan peduli lingkungan brand Anda tidak perlu menyita waktu dan tenaga. Melalui CollaboraTree, LindungiHutan bantu wujudkan aksi nyata brand peduli lingkungan untuk kelestarian hutan.

Sederhanannya, CollaboraTree merupakan sebuah program untuk brand peduli lingkungan agar dapat merealisasikan kepeduliannya menjadi bentuk nyata dengan aksi penghijauan bersama LindungiHutan.

Berikut ini 5 alasan brand/perusahaan Anda perlu menjalin kerja sama dengan LindungiHutan yaitu:

  1. Mudah dan berkelanjutan, LindungiHutan menjalin kerja sama dengan Penggerak penghijauan dan petani hutan untuk mempermudah proses penanaman dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat sekitar hutan.
  2. Meningkatkan citra baik brand/perusahaan di mata publik.
  3. Menumbuhkan kredibilitas bisnis dan kepercayaan konsumen, karyawan, mitra usaha, vendor atau auditor terhadap komitmen brand/perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan publik.
  4. Menaikan penilaian investor dan pemegang saham perusahaan.
  5. Skema kerja sama, biaya, dan lokasi kegiatan dapat diatur dan dibicarakan.

Adapun, mengenai bentuk kolaborasi dan manfaat yang akan didapat perusahaan bisa dilihat selengkapnya di alamat berikut https://lindungihutan.com/collaboratree.

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Survey LindungiHutan