Connect with us

Mitra Hijau

Klamby Loyal Customer (KLC) Tanam 1.000 Mangrove di Karawang

Published

on

Klamby Loyal Customer (KLC) dan LindungiHutan menanam mangrove di Karawang.

Klamby adalah brand lokal yang merupakan perwujudan cinta negeri dalam bentuk ready to wear. Nadine Gaus dan Mohammad Ridho Jufri adalah duo sosok di balik kesuksesan brand satu ini.

Nadine memulai usaha ini dengan menjual bekas yang didapat dari pasar jual bekas di sekitar Kota Yogyakarta, kemudian dengan cara digambar lalu difoto ulang sebagai bahan promosi dan dikemas dalam kemasan yang rapi dan dipasarkan melalui media sosial Blackberry Messenger, Facebook, dan Twitter.

Hal tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 tahun dan akhirnya pada tahun 2013 baru berani membuat brand sendiri yang kini dikenal dengan Klamby.

Klamby selalu menyajikan koleksi ready to wear bertema Nusantara baik dalam bentuk print, filosofi, maupun visual foto dan video. Tampilan brand yang sangat Indonesia nyatanya berhasil memikat banyak followers setia.

Klamby juga senantiasa memperhatikan kualitas produknya agar selalu ada dalam kondisi terbaik. Apalagi harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Tak heran, dalam beberapa peluncuran koleksi baru, ada ribuan baju yang terjual dalam hitungan detik.

Baca juga: Arei Outdoor Gear Tanam 1.000 Pohon di Semarang, Jawa Tengah

Klamby Loyal Customer Inisiasi Program “KLC with Love For Mangrove Forest” Bersama LindungiHutan

Foto bersama dengan banner kegiatan Klamby di lokasi penanaman mangrove.
Foto bersama perwakilan Klamby Loyal Customer (KLC) dan mitra penggerak LindungiHutan di area hutan mangrove dusun Tangkolak, Karawang (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Dengan total jumlah pengikut 2,2 juta, tak heran banyak orang yang benar-benar mengagumi dan setia menggunakan brand Klamby. Klamby Loyal Customer adalah salah satu bukti dari loyalitas terhadap brand tersebut.

Bersama LindungiHutan, Klamby Loyal Customer ingin berkontribusi sedikit terhadap alam Indonesia melalui inisiasi kampanye alam bertajuk ‘KLC with love For Mangrove Forest’.

Melalui kampanye alam tersebut, Klamby Loyal Customer sukses menanam 1.000 Mangrove Avicennia (Api-Api Putih) di Hutan Mangrove Tangkolak, Karawang pada tanggal 19 Maret 2022. Adapun, penanaman pohon berjalan dengan lancar dan dibantu oleh UNSIKA Peduli Mangrove.

Tentu, aksi nyata penghijauan ini harapannya bisa membawa dampak baik bagi lingkungan maupun bagi masyarakat setempat. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ikut menjaga dan melestarikan alam bukan?

Baca juga: Penerbit Haru Tanam Ratusan Pohon di Kendal, Jawa Tengah

Selayang Pandang Pesisir Tangkolak, Sukakerta, Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat

Partisipan kegiatan sedang menanam bibit mangrove api-api.
Partisipan penanaman pohon sedang menanam bibit pohon mangrove api-api putih hasil kerjasama dengan KLC (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Tangkolak merupakan sebuah dusun di Desa Sukakerta, Kecamatan Cimalaya, Kabupaten Karawang. Kabupaten Karawang sendiri terletak di Pantai Utara Jawa yang menjadikannya sebagai tempat strategis dalam melaksanakan kegiatan pasar antarnegara, Panjang pantai Kabupaten Karawang yaitu 76,42 km dengan luas pesisir mencapai 1.168km2 (lebih dari 2/3 luas wilayah seluruhnya). Area ini menempati 3,73% dari luas Provinsi Jawa Barat.

Kembali lagi ke Tangkolak, ternyata lautnya juga memiliki banyak hal untuk dieksplor dan sayang bila dilewatkan. Laut Tangkolak memiliki 6 titik snorkeling dan diving, yaitu Karang Sedulang Besar, Karang Sedulang Kecil, Pulau Pasir, Karang Kapal, dan Karang Bui.  Terumbu karang hingga ikan laut berwarna-warni dapat dinikmati dengan jelas dari titik ini.

Selain itu, Pesisir Tangkolak memiliki kawasan mangrove lebat yang tumbuh secara alami. Pohon mangrove dengan variasi spesies berdiri tegak menambah pemandangan hijau di Dusun Tangkolak. Ekosistemnya yang masih asli menunjukkan zonasi mangrove yang masih asri dari wilayah terjang ombak hingga pantai.

Sayangnya, pada tahun 2020, gelombang besar sempat menerjang Pesisir Tangkolak. Peristiwa ini telah menghancurkan destinasi wisata pantai mangrove yang ada. Sepanjang 1,2 km garis pantai rusak berat. Kurang lebih 5 hektare lahan mangrove tenggelam sehingga lebih dari 100 ribu pohon mangrove hancur. Banjir rob juga menerjang permukiman warga.

Berkaca pada kondisi tersebut, Klamby Loyal Customer bersama LindungiHutan memilih mengambil langkah restorasi dengan melakukan penanaman 1.000 Mangrove Avicennia (Mangrove Api-Api).

Baca juga: Control Zero Tanam 403 Mangrove di Demak, Jawa Tengah

Apa itu Mangrove Api-Api?

Avicennia marina atau mangrove api-api putih adalah jenis mangrove yang dapat tinggal pada lingkungan dengan minim cahaya dan suhu. Kemampuan itu didorong dengan bentuk adaptasi tumbuhan mangrove secara fisiologi, morfologi, serta anatomi.

Ciri-ciri tanaman mangrove api-api putih di antaranya yaitu:

  • Bentuk akar serupa seperti paku panjang dengan bentuk rapat yang naik ke atas permukaan lumpur dengan pangkal batang yang berada di kelilingnya.
  • Memiliki daun berwarna putih dan memiliki kelenjar garam di bagian bawah permukaan daun. Bagian atas daun berwarna hijau mengkilat,
  • Bentuk built layaknyanya buah mangga dengan bagian ujung pada buah panjang serta tumpul dengan ukuran sekitar 1 cm.
  • Memiliki reproduksi yang bersifat ktyptovivipary, yang berarti saat tanaman induk menggantung, biji tanaman tumbuh keluar dari kulit bijinya. Namun, tidak menembus buah sebelum biji jatuh menuju lumpur atau tanah,
  • Memiliki bentuk berkecambah pada biji mangrove api-api saat buah masih berada di ranting.
  • Ketika pohon avicennia marina telah rusak dan bahkan tumbang, tunas baru akan tumbuh kembali.

Sementara itu, Avicennia marina atau api-api putih memiliki banyak manfaat antara lain:

  • Alternatif bahan pangan,
  • Pakan ternak,
  • Bahan pengawet makanan,
  • Obat tradisional dan jamu,
  • Kayu bakar,
  • Menyerap racun di hutan mangrove,
  • Tanaman reklamasi dan reboisasi pesisir pantai.

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *