Connect with us

Bisnis Lestari

5 Rekomendasi Lokasi Menanam Mangrove

Published

on

Lokasi menanam mangrove

Keberadaan hutan mangrove nyatanya tidak hanya semata-mata sebagai benteng abrasi. Lebih dari itu, hutan mangrove punya potensi besar dalam urusan menyerap emisi karbon. Untuk itu, cocok bagi perusahaan Anda yang ingin melakukan carbon offsetting atau menjalankan program CSR lingkungan, salah satunya dengan menanam mangrove.

Berikut ini 5 rekomendasi lokasi penanaman mangrove LindungiHutan yang cocok bagi program CSR perusahaan Anda!

Program CSR Menanam Mangrove

Tahukah Anda bahwa dalam rangka menekan emisi karbon dan menurunkan suhu bumi, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi mangrove. Mengingat, keberadaan hutan mangrove dapat menyimpan karbon 4-5 kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis daratan sehingga jelas berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon.

“Ini meneguhkan komitmen kita terhadap Paris Agreement, terhadap perubahan iklim dunia dan 2021 ini kita akan melakukan rehabilitasi mangrove di seluruh Tanah Air sebanyak 34 ribu hektare,” Ujar Presiden dalam keterangan pers usai penanaman di Provinsi Riau, dikutip dari laman presidenri.go.id.

Maka dalam rangka mendukung komitmen pemerintah terhadap Paris Agreement guna melakukan penyerapan karbon, perusahaan Anda bisa menyelaraskan program CSR melalui aktivitas penanaman mangrove. Apalagi, Indonesia sebagai negara kepulauan tentunya memiliki luasan ekosistem mangrove yang cukup luas.

Baca juga: Konservasi Hutan Mangrove, Pentingnya Menjaga Ekosistem Pesisir

5 Rekomendasi Lokasi Penanaman Mangrove

Setelah Anda memahami betapa pentingnya keberadaan ekosistem mangrove beserta dengan berbagai manfaatnya serta kaitannya dengan serapan karbon, berikut ini 5 rekomendasi penanaman mangrove LindungiHutan yang cocok untuk perusahaan Anda.

Anda bisa menjalankan program CSR lingkungan, aksi penghijuan, hingga carbon offsetting bersama LindungiHutan dengan menanam mangrove.

1. Pesisir Mangunharjo Semarang

Pesisir Mangunharjo Semarang merupakan salah satu wilayah yang memiliki kawasan mangrove dan keberadaannya perlu untuk dilestarikan. Hingga saat ini, LindungiHutan telah menanam lebih dari 30 RIBU pohon bersama dengan berbagai pihak yang terlibat. 

Penanaman mangrove yang dilakukan di pesisir Mangunharjo Semarang juga menunjukkan tingkat kelangsungan hidup atau survival rate yang baik.

Angka tingkat kelangsungan hidup mangrove di Mangunharjo mencapai 93%, berdasarkan laporan penelitian “Mangrove of North Coast Semarang: Assessment of Survival Rate and Growth Progress of Mangrove Rehabilitation Effort”.

2. Pulau Pari Kepulauan Seribu

Kendati memiliki potensi yang besar, kegiatan wisata dan aktivitas kehidupan lain di Pulau Pari Kepulauan Seribu terancam oleh abrasi dan banjir rob. Pada tahun 2020, sempat terjadi luapan air laut hingga ke daratan dan pemukiman penduduk Pulau Pari.

Rumah warga hingga masjid pun ikut terendam hingga beberapa hari. Padahal, sebelumnya air pasang hanya mencapai di sekitar bibir pantai.

Ekosistem mangrove memegang peran penting dalam situasi ini. Kestabilan lingkungan di Pulau-pulau kecil seperti Pulau Pari dipegang perannya oleh Hutan Mangrove. Secara langsung mangrove memberikan perlindungan pada stabilitas garis pantai. 

Dalam rangka menciptakan ekosistem pesisir yang lestari, LindungiHutan membantu menanam mangrove di Pulau Pari Kepulauan Seribu bersama banyak pihak terlibat. Total, 25 RIBU lebih pohon tertanam.

3. Kawasan Ekowisata Mangrove PIK

Bukan perkara mudah bagi ekosistem mangrove menghadapi tantangan alih guna lahan seperti yang terjadi di PIK. Apalagi, banyaknya mangrove yang berkonversi menjadi tempat permukiman, kondominium, pusat bisnis, rekreasi, dan lapangan golf yang dilakukan tanpa memperhatikan kondisi mangrove itu sendiri.

Peralihan fungsi mangrove menyebabkan meningkatnya sedimen, meningkatnya abrasi, dan menurunnya kualitas tanah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara.

Mengingat akan pentingnya ekosistem mangrove dan kondisi fisik wilayah Jakarta yang memprihatinkan, maka diperlukan rencana penambahan lahan mangrove sebagai pengganti lahan yang rusak karena alih fungsi lahan.

4. Ekowisata Mangrove Wonorejo

Menjaga dan melestarikan Ekowisata Mangrove Wonorejo adalah hal yang sangat krusial. Sebab, kawasan ini menyimpan banyak manfaat baik dari sisi lingkungan maupun bagi masyarakat.

Apalagi, keberadaan hutan mangrove wonorejo ini selain mendukung serapan emisi karbon juga berpotensi sebagai ecotourism dan ecotourism karena kondisi hutan yang masih alami.

Keragaman flora dan fauna dapat direkomendasikan sebagai sarana pendidikan bagi kalangan pembelajar maupun umum untuk lebih mengenal keanekaragaman hayati di wilayah pesisir.

5. Pesisir Untia Kota Makassar

Kawasan mangrove ini memiliki potensi lahan hutan mangrove seluas 10 ha. Adapun, jenis vegetasi yang dimiliki ada 4 jenis yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora apiculata. Total, simpanan biomassa dan karbon yang ada di hutan mangrove Kecamatan Untia ini sebesar 77,641 ton dan 386,813 ton.

Adapun, salah satu fokus pengembangan di Pesisir Pantai Untia sendiri adalah ekowisata mangrove dengan menyajikan pemandangan pemukiman nelayan, penanaman bibit mangrove, budidaya ikan tambak, memancing, dan kuliner khas pesisir. Pemanfaatan dan pengolahan produk hasil mangrove juga penting untuk digalakan.

Baca juga: Panduan Mudah Pelaksanaan CSR Lingkungan Perusahaan Anda

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Tersebar Bersama 500+ Brand dan Perusahaan yang Terlibat!

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Survey LindungiHutan