Connect with us

Hutanpedia

Pohon Jabon: Ciri-ciri, Jenis, Habitat dan Manfaat (UP 2022)

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Artikel pohon jabon lengkap.

Pohon jabon dengan nama ilmiah Neolamarckia cadamba yang diambil dari seorang naturalis dari Perancis bernama Jean-Baptiste Lamarck.

Tumbuhan ini dikenal juga dengan nama jabun, kelampayan, empayang, atau worotua. Dalam bahasa Inggris disebut dengan pohon burflower, laran, atau pinus leichhardt. Dan di India, pohon jabon dinamakan kadam (sesuai dengan pengaruh agama dan mitologi Hindu).

Jabon adalah salah satu pohon jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis pada ketinggian 0–1300 m dari permukaan laut. Tanaman kayu ini dapat tumbuh di hampir berbagai kondisi tanah mulai dari tanah kering (tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu) sampai tanah-tanah yang kadang-kadang tergenang air.

Selain itu, jabon dapat juga hidup pada tanah aluvial lembab pinggir sungai), tanah daerah yang mempunyai pasang surut, iklim basah dan tropis.

Klasifikasi Taksonomi Pohon Jabon

Secara ilmiah, jabon memiliki klasifikasi sebagai berikut:

KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta
Super DivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
SubkelasAsteridae
OrdoRubiales
FamiliRubiaceae
GenusNeolamarckia
SpesiesNeolamarckia cadamba (Roxb.) F. Bosser
Tabel taksonomi pohon jabon (Neolamarckia cadamba (Roxb.) F. Bosser).

Ciri-ciri Jabon

Pohon jabon dapat tumbuh tinggi mencapai 45 m dengan panjang batang bebas cabang 30 cm, dan diameter mencapai 160 cm. Batangnya lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar, berbanir sampai ketinggian 1,50 m.

Binatang liar seperti Rusa dan Banteng sering memakan tanaman jabon yang masih muda. Sedangkan serangga dan jamur seperti Gloeosporium anthocephalus Desm and Mont menyerang daun jabon.

Kayu jabon termasuk kelas awet IV-V. Dalam pembudidayaannya pohon ini diperlakukan dengan daur sangat pendek, yaitu 8 sampai 10 tahun.

Karena bijinya lembut, maka di kawasan hutan Kalimantan jenis ini mudah sekali menyebar sangat luas, dan tumbuh rapat sebagai pionir pada semua jalan logging yang sudah ditinggalkan.

Karakteristik morfologi dan ciri-ciri pohon jabon diantaranya yaitu:

A. Akar

Sistem perakaran pada tanaman Jabon relatif unik. Pohon jabon memiliki dua jenis akar, yaitu akar tunggang dan lateral.

Akar tunggang tumbuh ke bawah menembus tanah dan ukurannya besar serta berfungsi untuk menegakkan pohon agar tidak mudah roboh. Sedangkan akar lateral tumbuh menjalar, menyamping dan berfungsi untuk menyerap air serta unsur hara dalam tanah.

B. Batang

Batang pohon jabon memiliki ketinggian mencapai 45 m dengan panjang bebas cabang 30 m dan diameter batang mencapai 160 cm.

Bentuk batangnya lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar dan berbanir (akar yang tumbuh di atas permukaan tanah) sampai ketinggian 1,5 m.

Ketika jabon masih muda, kulit batang jabon berwarna putih kehijauan tanpa alur. Seiring dengan pertambahan umur pohon maka batangnya akan berubah warna menjadi kelabu-cokelat sampai cokelat, sedikit beralur dangkal, dan kulit batang tidak mengelupas.

C. Daun

Daun pohon jabon merupakan daun tunggal yang bertangkai panjang 1,5—4 cm dengan helaian daun agak besar (panjang 15—30 cm dan lebar 7—8 cm). Di lingkungan dengan tanah yang subur dan cukup air, daun jabon dapat berkembang hingga berukuran panjang 68 cm dan lebar 38 cm.

Area permukaan daun jabon tidak berbulu atau kadang-kadang di sebelah bawah pada tulang daun terdapat rambut halus yang mudah lepas dan bertulang daun sekunder jelas (10—12 pasang).

D. Bunga

Pohon jabon mulai berbunga pada umur 4 tahun lebih. Tapi apabila kondisi hidupnya sesuai dan pemeliharaannya dilakukan secara intensif, pohon jabon sudah mulai berbunga pada umur 2,5 tahun.

Bunga jabon berbau harum lembut. Kepala bunganya berukuran besar (4,5—6 cm), lidah daun kelopak letaknya tegak, berdaging, dan pada ujungnya berbulu.

E. Buah

Pohon jabon berbuah setahun sekali saat musim berbunganya, yaitu pada bulan Januari-Juni dan akan matang pada bulan Maret-Juni.

Buah jabon berbentuk bulat dengan ukuran 4,5-6 cm, memiliki ruang-ruang biji yang sangat banyak layaknya buah majemuk seperti keluwih/nangka yang berukuran kecil dengan bagian tengahnya padat dikelilingi oleh ruangruang biji. Setiap ruang biji tersebut berisi banyak biji. Ukuran biji jabon sangat kecil.

Jenis Pohon Jabon

Terdapat dua jenis jabon yang dikenal dan sering ditanam di Indonesia yaitu Anthocephalus macrophyllus (Jabon merah) dan Antochepalus cadamba (Jabon putih).

1. Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus)

Jenis pohon jabon merah memiliki ciri daun yang mirip daun jati dan berbulu, warna daun bawah cenderung semu merah dan daunnya jauh lebih lebar dari daun jabon putih. Kekerasan kayu jabon merah hampir setara dengan kayu mahoni, dan warna semu merah serat kayunya.

Pertumbuhan jabon merah sedikit lebih lambat daripada jabon putih bila ditanam di lahan yang sama. Penyebaran alami jabon merah terkonsentrasi di daerah Indonesia bagian timur antara lain di Sulawesi, Maluku dan Papua.

Kayu jabon merah (A. macrophyllus) memiliki teras dan gubal hampir tidak dapat dibedakan. Kayu yang masih segar berwarna merah jambu muda dan setelah kering berwarna kekuning kuningan sedikit mengarah ke warna merah muda.

Corak kayu berbentuk garis-garis lurus sampai miring berwarna coklat, tebal garis 1-2 mm dengan jarak yang tidak beraturan tampak pada bidang tangensial.

Tekstur agak halus dan merata, arah serat lurus dan kadang-kadang agak berpadu, permukaan kayu sedikit mengkilap, kesan raba permukaan kayu agak licin sampai licin dan kekerasan sedang.

Kayu jabon merah memiliki serat sangat panjang dan tebal dinding serat sangat tipis, akan tetapi berdasarkan nilai dimensi turunan seratnya kayu jabon merah hanya tergolong kayu yang memiliki serat kualitas II sebagai bahan baku pembuatan pulp kertas.

Kondisi tersebut disebabkan oleh diameter serat kayu tersebut kurang lebar. Kayu kelas kualitas II adalah jenis kayu agak ringan sampai beratnya sedang dengan dinding sel tipis sampai sedang, dengan lumen agak lebar.

2. Jabon Putih (Antochepalus cadamba)

Jabon putih (Anthocephalus cadamba) merupakan jenis tumbuhan asli dari Asia dan Asia Tenggara, tumbuh secara alami di India, China ke bagian selatan hingga Australia.

Pohon jabon putih termasuk pohon berukuran besar dengan bentuk batang lurus, silindris, bertajuk tinggi dan bercabang mendatar sehingga menyerupai bentuk payung.

Jenis jabon putih dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 45 meter dengan ketebalan batang dapat mencapai 100–160 sentimeter. Kulit pohon muda berwarna abu-abu dan mulus, sedangkan kulit pohon tua bertekstur kasar dan sedikit beralur. Memiliki daun yang halus dan tidak berbulu dengan lebar daun sekitar 20 – 30 cm. kayu budidaya jabon putih termasuk ke dalam kelas keras III dan kelas awet IV.

Jabon putih memiliki pertumbuhan budidaya dengan umur tanam empat tahun. Jabon putih dapat dipanen ketika berumur 5 sampai 6 tahun. Volume rata rata pada saat itu adalah 0,7 sampai 1,2 m3. Diameternya dapat tumbuh hingga 10 cm per tahun.

Habitat Tanaman Jabon

Pertumbuhan tanaman jabon sangat dipengaruhi oleh faktor cahaya. Kayu jabon ini termasuk jenis tumbuhan tidak toleran yakni tumbuhan yang memerlukan cahaya murni alias tak tahan jika berada di bawah naungan. Tanaman jabon dapat tumbuh hingga suhu maksimum 32-43º C.

Curah hujan yang mendukung pertumbuhan jabon juga cukup tinggi sekitar 1,500 sampai 5,000 mm per tahun. pH tanah yang sesuai untuk pohon jabon cenderung asam yaitu 4,5 hingga 7,5.

Oleh karena itu, bisa dikatakan kalau iklim dan cuaca menjadi faktor pendukung dari pertumbuhan jabon.

Penyebarannya di Indonesia hampir ke seluruh Sumatera (kecuali Riau), seluruh Jawa, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, seluruh Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Irian Jaya. Sedangkan di luar negeri tersebar ke Nepal, Bangladesh, India, Srilanka, Burma, Indo-China, Thailand sampai ke New Guinea.

Wilayah lain yang menjadi habitat pohon jabon adalah bagian selatan Cina dan Australia. Saat ini pohon jabon juga mulai diperkenalkan di Puerto Rico.

Manfaat Jabon

Pohon jabon memiliki beberapa manfaat keunggulan antara lain cepat tumbuh, tahan terhadap hama penyakit, serta kayunya memiliki beberapa kegunaan.

Di samping itu, pohon jabon juga merupakan jenis yang disukai oleh masyarakat karena kemampuan adaptasinya untuk tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan serta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

1. Kayu dan Batang

Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri mebel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks.

Bagian kulit kayu tanaman jabon bisa digunakan untuk obat herbal yang bisa mengatasi demam dan sebagai obat kuat. Jika kulit kayu jabon digabung dengan kulit batang mangga dan tanaman Shorea robusta (sejenis meranti), akan menghasilkan ramuan obat yang bisa mengobati kolera dan stroke.

Selain itu, kulit batang yang diseduh bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit disentri.

2. Daun Jabon

Manfaat daun jabon sering digunakan sebagai obat pelangsing dan obat kumur jika di India. Bagian daunnya diekstrak karena dipercaya mengandung beberapa senyawa kimia yang bersifat antimikroba.

Daun jabon juga bisa digunakan untuk tempat alas makanan (pengganti piring). Sementara itu, daun mudanya bisa digunakan sebagai pakan ternak karena di alam bebas, daun jabon memang digunakan sebagai pakan oleh rusa dan banteng.

3. Bunga dan Akar

Bunga jabon bisa dikonsumsi sebagai bahan obat-obatan herbal. Bunga jabon sering diekstrak untuk dijadikan bahan baku parfum khas India yang disebut ‘attar’. Bunga jabon juga biasanya dikembangkan untuk mendukung usaha lebah madu karena lebah menyukai bunga jabon.

Selain daun dan bunganya, akar pohon jabon bisa dimanfaatkan. Kulit dari akar pohon jabon dapat dijadikan sebagai bahan pewarna alami.

FAQ

Apa Kelebihan Kayu Jabon?

Kayu jabon termasuk ke dalam pohon yang mudah untuk tumbuh dalam budidayanya, selain itu sifat dari jabon yang kuat karena tahan dari hama dan penyakit menyebabkan jabon memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kayu Jabon Kelas Berapa?

Kayu pohon jabon termasuk dalam kategori kelas kuat III-IV dan kelas awet V.

Penulis: Ridha Rizkiana

Editor: M. Nana Siktiyana

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. widya

    07/04/2023 at 22:44

    artikel ini sangat bermanfaat dan membantu terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *