Connect with us

Kegiatan

Webinar Relawan ke-1: Penanaman Mangrove untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Webinar relawan LindungiHutan pertama.

Senin, 27 Juni 2022, manajemen relawan LindungiHutan berhasil mengadakan webinar Relawan LindungiHutan melalui zoom meeting yang bertajuk “Penanaman Mangrove untuk Mitigasi Perubahan Iklim.”

Webinar relawan ini dikhususkan untuk para relawan LindungiHutan dengan mendatangkan Alma Cantika Aristia selaku Research and Development Executive LindungiHutan.

Melalui acara webinar tersebut, diharapkan relawan LindungiHutan memiliki pengetahuan terkait penanaman mangrove yang dilakukan oleh LindungiHutan dalam mitigasi perubahan iklim. Selanjutnya, relawan dapat memahami fitur terbaru carbon footprint calculator yang ada di website LindungiHutan. Tidak hanya itu, semoga dengan informasi yang diberikan dalam webinar relawan pertama ini dapat meningkatkan kesadaran Relawan tentang pentingnya memahami jejak karbon dan dampaknya bagi bumi.

Pemaparan materi webinar relawan LindungiHutan pertama oleh Alma Cantika Aristia.
Pemaparan materi pada webinar relawan LindungiHutan pertama tentang peran dan fungsi tanaman mangrove.

Webinar Relawan Pertama Mengulas Urgensi Mangrove dalam Penanganan Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Perlu diketahui bahwa, sejak berdirinya tahun 2016, LindungiHutan telah aktif melakukan penanaman mangrove di berbagai pesisir Indonesia. Mangrove berfungsi untuk menahan dan memecah debit gelombang pasang.

Selain itu, mangrove juga bermanfaat untuk mencegah instrusi air laut, abrasi dan erosi kawasan pesisir pantai. Tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan dan melawan perubahan iklim, mangrove juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Magrove adalah pohon yang hidup pada ekosistem hutan di daerah pesisir yang hanya terdapat di negara-negara tropis seperti Indonesia. Tanaman mangrove juga sebagai tempat makhluk hidup lain seperti burung-burung dan ikan-ikan.

Tanaman Mangrove: Tanaman Pesisir Sejuta Manfaat

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh tim LindungiHutan, mangrove memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu

  • Sebagai green belt (sabuk hijau pesisir),
  • Akar mangrove dapat memecah ombak dan mencegah abrasi alami,
  • Memiliki kemampuan menyerap karbon sebanyak 600-1.800 ton, dan
  • Mangrove mempunyai kapasitas penyimpanan karbon 5 kali lebih banyak dibanding ekosistem hutan daratan tinggi.

Berbagai fungsi mangrove tersebut didukung oleh luasnya wilayah perairan di bumi dimana akar mangrove dapat menyerap karbon seluas-luasnya. Mangrove mereduksi CO2 melalui mekanisme sekuestrasi yaitu penyerapan karbon melalui pohon-pohonnya.

Di Indonesia sendiri mangrove dapat menyimpan rata-rata karbon sebanyak 1.083 MgC/Ha. Oleh karena itu, LindungiHutan memilih mangrove sebagai sarana untuk mengurangi krisis iklim yang terjadi dan didukung dengan luasnya wilayah perairan Indonesia sekitar 3, 25 juta km2.

Life cycle carbon yang terjadi di hutan tropis atau hutan mangrove, yaitu tanaman-tanaman akan menyerap karbon dari udara dan menyimpannya dalam bentuk biomassa.

Semakin bertambah umur pohon, semakin besar jumlah karbon yang diserap, sampai suatu masa dimana pohon tersebut memiliki batas maksimum penyerapan.

Pohon yang sudah tua cenderung mengeluarkan karbon lebih banyak sampai pohon tersebut mati. Sedangkan, Life Cycle Carbon yang terjadi di hutan yang digunakan untuk produksi atau hutan yang dikelola oleh perusahaan, pohon akan melepaskan karbon ketika pohon tersebut dipanen.

Dalam melakukan mitigasi perubahan iklim, LindungiHutan berhasil melakukan penanaman di beberapa wilayah di Indonesia. Penanaman paling banyak terdapat di Jawa Tengah tepatnya daerah Demak sebanyak 50.209 pohon selama 5 tahun terakhir.

Daerah-daerah penanaman memiliki cerita menarik yang sayang untuk dilewatkan seperti daerah Tambakrejo Semarang yang sering terkena banjir rob sampai rumah warga dibuat pendek untuk mencegah air masuk ke rumah. Cerita serupa dapat diakses di lindungihutan.com/lokasi.

Selain itu, LindungiHutan juga mengembangkan sebuah peta lokasi (side map) daerah penanaman melalui website Restor yang di dalamnya terdapat prediksi global terkait kemampuan penyerapan jumlah karbon.

Saat ini, LindungiHutan sedang mengembangkan inovasi produk baru bernama aplikasi carbon calculator yang dapat diakses melalui link imbangi.lindungihutan.com.

Pada aplikasi ini nantinya dapat digunakan untuk menghitung jumlah karbon yang kita keluarkan dari aktivitas sehari-hari seperti kegiatan berkendara, penggunaan peralatan listrik, kegiatan peternakan, penggunaan listrik untuk AC, kegiatan industri, sampah, dan aktivitas lainnya yang selanjutnya dapat ditebus dengan menanam pohon.

Tidak hanya itu, aplikasi carbon calculator akan menghitung jumlah pohon yang perlu ditanam untuk menebus jejak karbon yang kita dihasilkan. Tentunya pemilihan pohon akan disesuaikan dengan kapasitas penyerapan karbon dari masing-masing pohon.

Untuk mengetahui jumlah kapasitas karbon dari masing-masing pohon dapat dilihat di lindungihutan.com/katalog-pohon. Perkembangan terkait aplikasi tersebut akan diberitahukan melalui email atau sosial media LindungiHutan lainnya.

Kurangi Jejak Karbon (Carbon Footprint) dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan

LindungiHutan merupakan startup yang berfokus pada penghijauan hutan kembali dengan mudah, transparan dan berkelanjutan. Ambil peran untuk mengurangi jejak karbon yang kamu hasilkan dengan Imbangi by LindungiHutan

Rawat Bumi LindungiHutan