Connect with us

Bisnis Lestari

Filantropi: Pengertian, Sejarah, Jenis, Hingga Contohnya di Indonesia

Published

on

Filantropi

Filantropi adalah istilah yang kerap disematkan kepada lembaga yang dianggap mempunyai sifat dermawan belaka. Padahal, ada makna lebih komprehensif bagi kehidupan dan lingkungan bermasyarakat.

Istilah filantropi pada masa sekarang lebih dipahami sebagai konsep dan sering digunakan serta diselaraskan oleh banyak orang maupun lembaga untuk mendorong pembangunan sosial.

Apa Itu Filantropi?

Secara umum, definisi dari filantropi adalah tindakan sukarela yang dilakukan untuk kepentingan publik dan pelayanan sosial. Filantropi yang berbasis belas kasihan di dunia modern berbentuk kedermawanan sosial yang ditujukan untuk menjembatani jurang antara kekayaan dan kemiskinan di dalam pembangunan sosial.

Tetapi, jika mengacu pada konsep Piramida Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikemukakan oleh Archie B. Carroll, filantropi adalah salah satu bentuk tanggung jawab yang dapat dicapai oleh kinerja CSR yang dilakukan perusahaan.

Tanggung jawab filantropis menjadi tingkatan tertinggi di piramida CSR Carroll, yang mana perusahaan mulai menempatkan pelayanan sosial sebagai bagian internal yang wajib dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa mementing keuntungan personal.

Baca juga: 10 NGO dan Yayasan Lingkungan Paling Terkenal di Indonesia

Sejarah Filantropi di Indonesia

Sejarah dari terbentuknya kegiatan filantropi di Indonesia dapat ditarik dari masa awal penyebaran agama baik Islam, Kristen, Hindu, dan Budha. Banyak ahli yang memercayai bahwa Islam masuk pertama kali di Indonesia bermula pada abad ke-7.

Memang begitu banyak makna filantropi yang terkandung di dalam jati diri dan kepercayaan keagamaan yang mengharuskan kebaikan dan pertolongan ke mereka yang membutuhkan.

Contohnya Islam yang dapat dilihat pada tindakan zakat, infaq dan shadaqah yang rutin dilakukan oleh umat Muslim. Ataupun tindakan mendonasikan uang secara sukarela yang dilakukan jemaat Kristen tiap minggu di gereja.

Lalu, penelitian Chusnan Jusuf (2007) memperlihatkan kemunculan gerakan filantropi melalui berdirinya banyak lembaga yang lebih populer dengan sebutan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di tahun 1970-an.

Seluruh organisasi non-profit tersebut gencar menyuarakan pemberdayaan masyarakat, penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM), dan menyinggung masalah-masalah sosial lainnya. Runtuhnya rezim Soeharto di tahun 1997 menjadi momentum yang memicu kebangkitan filantropi di Indonesia.

Pada tahun 2003, mulai banyak yayasan filantropi yang mulai berdiri kuat seperti Dompet Dhu’afa dan Pos Keadilan Peduli Umat, menandakan semakin kencangnya laju perkembangan filantropi di Indonesia.

Filantropi adalah

Jenis-Jenis Filantropi

Filantropi yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia saat dilihat dari konteks, dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni:

1. Filantropi Agama

Filantropi dipahami sebagai bagian yang terintegrasi di dalam agama dengan ajaran untuk senantiasa berbuat kebajikan.

2. Filantropi Sosial

Berbuat kebaikan dan membantu sesama merupakan sesuatu hal yang wajar bagi manusia di dalam kehidupan sosial.

Lalu, jika dilihat berdasarkan tata kelola, filantropi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

3. Filantropi Warga

Merupakan kegiatan memberi yang umumnya dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang melalui kegiatan amal dan bermanfaat jangka pendek.

4. Filantropi Terorganisir

Adalah bentuk filantropi yang terlembaga dengan memiliki struktur organisasi dan visi yang jelas, serta program kerja yang mengatur kinerja dana filantropi dilaksanakan yang bermanfaat jangka panjang.

Tujuan Filantropi Untuk Perusahaan

Filantropi merupakan titik tertinggi di dalam visi dan misi CSR yang dilakukan oleh perusahaan.

Selain untuk memenuhi tanggung jawab sosial, filantropi juga menjadi tujuan bagi perusahaan untuk menunjukkan manfaat keberadaannya di kalangan masyarakat. Dengan begitu, perusahaan dapat memiliki citra yang baik dalam menjalankan bisnis.

Baca juga: Apa Itu Social Enterprise? Berikut Pengertian Menurut Ahli, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Contoh Lembaga Filantropi di Indonesia

Lembaga filantropi pada umumnya terdiri dari seluruh LSM atau organisasi non-profit yang memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat.

Kebanyakan organisasi non-profit yang menganut asas filantropi bergerak berdasarkan sumbangan sukarela dari pendonor untuk memberikan dampak sosial yang lebih cepat. Tidak heran jika banyak pula organisasi non-profit yang memiliki sifat berkelanjutan yang rendah.

Meskipun demikian ada juga organisasi filantropi yang memiliki sifat berkelanjutan yang tinggi sehingga dapat bertahan lebih lama dalam melakukan dampak sosial di masyarakat. Seringnya disebut sebagai social enterprise, yang memiliki pendapatan sendiri sehingga dapat menunjang kegiatan sosialnya.

Filantropi Indonesia, berdiri sejak tahun 2003 silam, beranggotakan para filantropis berbasis individu maupun lembaga nirlaba.

Filantropi Indonesia telah merintis jaringan penguatan filantropi di Indonesia yang bersifat nirlaba dan mandiri, agar bisa berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Filantropi Indonesia dimaksudkan untuk memajukan kepentingan para pelaku filantropi, baik yang berasal dari sektor pemberi, pengelola/penyalur/perantara, maupun penerima bantuan, atas dasar prinsip kemitraan, kesetaraan, keberagaman, keadilan, universalitas filantropi dan kebangsaan Indonesia.

Baca juga: Tips Memilih Platform Donasi Terpercaya, LindungiHutan Bagaimana?

LindungiHutan merupakan salah satu contoh lain dari lembaga filantropi yang bergerak di bidang lingkungan dan sosial. LindungiHutan menjembatani mereka yang ingin melakukan kampanye terkait penghijauan ataupun mendorong kegiatan sosial.

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 700 RIBU Pohon di 50+ Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia

Penulis: Prabu Haryo Pamungkas

Sedekah Pohon LindungiHutan