Connect with us

Mitra Hijau

Kaisae Hijaukan Gunung Salak-Endah dengan Menanam 215 Pohon

Published

on

Kaisae Bersama lindungiHutan Hijaukan Gunung Salak Endah Bogor dengan Menanam 215 Pohon Trembesi.

Kaisae adalah sebuah anak brand dari Greenbelle yang berdiri sejak tahun 2017. Mereka mengkreasikan beragam produk artisan lokal yang unik, natural, dan personalized dalam bentuk kado dan hampers.

Nama Kaisae sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu Kai yang berarti kayu dan Sae yang berarti baik. Arti nama tersebut menjadi tekad untuk menghasilkan produk-produk alami yang berkualitas. Kehadiran Kaisae berangkat dari keinginan untuk membantu pengrajin lokal yang kesulitan memasarkan produknya. Berbekal kemampuan mengembangkan produk dan pasar, produk lokal dengan desain yang sederhana tetapi modern bisa dipasarkan lebih luas melalui segmen yang tepat pula.

Bukan hanya soal kejelian dalam menyasar segmentasi pasar, nyatanya produk-produk yang dihadirkan Kaisae memang berkualitas tinggi. Semua produk yang dihasilkan dipastikan unik dan berbeda sebagai cara untuk membuat pelanggan merasa istimewa. Apalagi dengan didukung tim R&D yang berpengalaman dalam desain produk, tentu akan membuat produk Kaisae makin berkualitas dan menawan.

Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksinya juga bersifat alami yang diambil dari sumber bertanggung jawab. Hingga saat ini, Kaisae terus mencari cara guna mengurangi jumlah limbah baik itu dengan menggunakannya kembali maupun mendaur ulang limbah yang dihasilkan.

Baca juga: RUNA Beauty Menanam 500 Mangrove di Bontang Mangrove Park (BMP), Kalimantan Timur

Kaisae dan LindungiHutan Kolaborasi Penghijauan sebagai Wujud Komitmen terhadap Upaya Pelestarian Lingkungan

Relawan LindungiHutan menanam bibit pohon hasil kerjasama dengan Kaisae di lereng gunung Salak-Endah.
Salah satu relawan LindungiHutan menanam bibit pohon hasil kerjasama dengan Kaisae di lereng gunung Salak-Endah Bogor (Dok: Business Development/LindungiHutan)

Komitmen Kaisae dalam membantu upaya pelestarian lingkungan tidak hanya berhenti di jalannya praktik usaha yang dilakukan. Lebih dari itu, mereka terlibat banyak dalam partisipasi sosial dan lingkungan guna memberikan dampak-dampak baik.

Dalam hal ini, Kaisae membantu pengrajin lokal yang berasal dari masyarakat pedesaan dengan potensi kreatif dan langka agar dapat menghasilkan produk terbaik, unik, serta modern.

Tidak hanya pengrajin lokal, brand ini juga berupaya memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada ibu-ibu di lingkungan sekitar perusahaan untuk membuat produk dari limbah sehingga memiliki nilai jual dan menjadi salah satu ‘best seller’ produk ramah lingkungan hingga saat ini.

Baca juga: UMA PAK dan LindungiHutan Jalin Kerja Sama untuk Program Penghijaun

Mereka juga menaruh perhatiannya terhadap pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai tinggi. Salah satu produk dari sampah yang dihasilkan bernama “Grassdoll” yaitu boneka yang bisa menumbuhkan rumput. Bahan baku pembuatannya berasal dari limbah gergaji kayu. Mengingat, limbah serbuk kayu ini biasanya hanya akan dibakar dan menghasilkan emisi karbon yang berbahaya bagi ozon.

Selain itu, kaisae berupaya untuk menghasilkan produk minim limbah dan juga bertanggung jawab atas pengemasan yang menyertai produk mereka. Artinya, semua produk dikemas secara aman, menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali. Walhasil, tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan.

Bahkan sebagai wujud kontribusi upaya pelestarian lingkungan, Kaisae menggandeng LindungiHutan untuk bersama-sama menghijaukan Indonesia. Setiap produk yang dijual Kaisae, 5% dari keuntungan akan ditukarkan dengan sejumlah pohon Trembesi.

Melalui inisiasi kampanye alam “One To Tree: ONE Purchase = 5% profit TO plants Tree” berhasil terkumpul 215 pohon Trembesi dan telah ditanam di Gunung Salak Endah, Bogor pada 9 Januari 2022. Proses penanaman berjalan lancar dengan dibantu oleh Relawan Bogor.

Kaisae Menanam 2015 Pohon Trembesi di Gunung Salak-Endah Bogor

Gunung Salak Endah terletak di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Kondisinya yang masih alami, sejuk, dan udaranya segar membuatnya cocok sebagai tujuan wisata. Kawasan wisata Gunung Salak Endah terdiri dari Curug Cigamea, Curug Ngumpet, Air Panas Lokapurna, Curug Seribu, dan Kawah Ratu yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kesejukan dan hijaunya pegunungan salak makin hari semakin terkikis seiring menjamurnya pembukaan lahan untuk bangunan permanen maupun untuk tujuan wisata lainnya. Oleh sebab itu, Kaisae bersama LindungiHutan melalui kampanye alam ini melakukan penanaman 215 pohon Trembesi untuk merestorasi sekaligus mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut.

Perlu diketahui bahwasanya, pohon Trembesi menyimpan banyak manfaat seperti:

  • Penyerap karbon yang efektif. Faktanya, menurut Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu pohon trembesi dapat menyerap hingga 28,5 ton gas CO2 per tahunnya dengan diameter tajuk 15 meter.
  • Karena daya serap daunnya kuat, pohon ini juga bermanfaat untuk lingkungan dan dapat membantu reboisasi hutan.
  • Biji pohon ini terkadang dikonsumsi oleh masyarakat sebagai camilan. Air rebusan dari biji ini juga diyakini sebagai obat pencuci perut.
  • Tidak hanya itu, daunnya juga bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal.

Baca juga: 1 Bundle = 1 Tree, TISSO Ajak Kita Hijaukan Indonesia

Semoga pohon Trembesi yang telah ditanam dapat memberikan banyak manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat setempat. Di samping itu, aksi nyata ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk bersama-sama menjaga bumi kita.

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *