Connect with us

Hutanpedia

Menyemai Masa Depan: Konservasi Tumbuhan dalam Hari Satu Juta Pohon

Published

on

Hari Satu Juta Pohon

Penulis: Rizmoon Nurul Zulkarnaen . Periset Konservasi Tumbuhan – Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Setiap tahun, kita merayakan Hari Satu Juta Pohon, ini adalah sebuah momen spesial yang lebih dari sekadar menanam pohon baru. Ini adalah hari di mana kita, sebagai komunitas global, bergandengan tangan untuk menunjukkan cinta kita kepada Bumi. Saat kita menggali tanah, membuat lubang tanam dan menanam bibit-bibit baru, kita juga menanam dan menyamai harapan serta berkomitmen untuk masa depan yang lebih hijau. Namun, di balik semangat ini, ada isu mendalam yang sering terlewatkan: “Bagaimana dengan nasib tumbuhan terancam kepunahan?“.

Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa tumbuhan ini bukan sekadar bagian dari pemandangan indah kita, mereka adalah pondasi yang menopang kehidupan di planet bumi ini. Mereka memberi kita oksigen untuk bernapas, makanan (daun, buah, dan biji-bijian) untuk dimakan, dan bahkan untuk dijadikan obat-obatan. Ketika kita kehilangan satu spesies tumbuhan, kita tidak hanya kehilangan warna tetapi kita kehilangan sebagian dari sistem kehidupan itu sendiri. Keragaman tumbuhan yang terancam ini menyerukan tindakan kita, tidak hanya sebagai penanam pohon tetapi sebagai pelindung keanekaragaman hayati.

Dalam merayakan Hari Satu Juta Pohon tahun ini, mari kita luangkan waktu untuk memikirkan lebih jauh. Mari kita jadikan ini bukan hanya tentang menambah jumlah pohon, tapi tentang bagaimana kita bisa berkontribusi dalam melindungi spesies tumbuhan yang langka, endemik, dan berharga. Ini adalah tentang memelihara Bumi dengan cara yang lebih menyeluruh dan berkesinambungan. Dengan memadukan pengetahuan dan kepedulian, kita bisa menjadikan perayaan ini lebih bermakna, tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Baca juga: Apa Itu Kawasan Konservasi? Berikut Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Tumbuhan Terancam Kepunahan Terkini

Saat ini, dunia kita menghadapi tantangan besar dalam hal kelestarian tumbuhan. Perlu diketahui bersama, bahwa tumbuhan dikatakan terancam kepunahan jika sudah menyandang status konservasi Kritis (Critically Endangered), Genting (Endangered), dan Rawan (Vulnerable).

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), data tumbuhan terancam kepunahan terkini menyebutkan secara global ada sekitar 25.646 tumbuhan yang terancam kepunahan dengan rincian sebagai berikut 5.702 tumbuhan Kritis, 10.901 tumbuhan Genting dan 9.673 tumbuhan Rawan. Sedangkan, untuk Indonesia, secara total ada 1.231 tumbuhan terancam kepunahan dengan komposisi 208 Kritis, 474 Genting, dan 549 Rawan. Perlu diingat, bahwa tren ke depan jumlah tersebut akan meningkat seiiring dengan ancaman yang semakin meluas. Angka ini, yang mungkin terlihat hanya sebagai statistik, sebenarnya menyimpan kisah yang lebih dalam tentang krisis biodiversitas yang kita hadapi.

Ancaman kepunahan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan iklim, deforestasi, hingga eksploitasi berlebihan. Di banyak tempat di dunia, hutan yang kaya akan keanekaragaman tumbuhan terus-menerus berkurang karena pembalakan, konversi lahan untuk pertanian, dan pembangunan infrastruktur. Pada saatnya nanti, hilangnya habitat ini tidak hanya mengancam tumbuhan itu sendiri tetapi juga spesies lain yang bergantung padanya, termasuk manusia itu sendiri.

Selain itu, perubahan iklim global membawa dampak signifikan. Perubahan suhu dan pola curah hujan memengaruhi siklus hidup tumbuhan, terutama bagi spesies yang memiliki rentang habitat yang sangat spesifik. Mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan cepat menghadapi risiko kepunahan yang lebih besar.

Pentingnya konservasi tumbuhan tidak bisa diremehkan begitu saja. Tumbuhan adalah sumber utama oksigen dan penyerap karbon dioksida, menjadikannya pemain kunci dalam mengatasi perubahan iklim. Mereka juga menjadi dasar dari rantai makanan dan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Lebih dari itu, banyak tumbuhan memiliki nilai ekonomi, budaya, dan kesehatan yang signifikan, banyak obat-obatan modern berasal dari tumbuhan, dan beberapa spesies memiliki peran penting dalam tradisi dan kepercayaan lokal.

Dalam menghadapi realitas ini dan menyambut Hari Satu Juta Pohon memberikan kita kesempatan untuk refleksi dan aksi. Tidak hanya sebagai simbol harapan, tetapi juga sebagai platform untuk menyoroti dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh tumbuhan terancam punah. Kita perlu mengakui bahwa setiap spesies yang kita selamatkan menambah kekayaan dan ketahanan ekosistem kita.

Baca juga: Pengertian Konservasi, Preservasi, Restorasi, dan Revitalisasi

Pentingnya Konservasi Tumbuhan

Kegiatan Konservasi Tumbuhan Endemik Gunung Ungaran, Jawa Tengah
Dokumen Pribadi: Kegiatan Konservasi Tumbuhan Endemik Gunung Ungaran, Jawa Tengah

Tumbuhan memainkan peran esensial yang sering tidak terlihat dalam ekosistem dan kehidupan manusia. Mereka bukan hanya agen fotosintesis yang mengubah karbon dioksida menjadi oksigen, tetapi juga komponen kunci dalam menjaga keseimbangan ekologis. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan berkontribusi pada siklus karbon global, yang merupakan faktor penting dalam regulasi iklim. Selain itu, tumbuhan sebagai sumber daya genetik yang penting, menyediakan keanekaragaman genetik yang diperlukan untuk adaptasi dan evolusi spesies.

Di luar peran mereka dalam fotosintesis, tumbuhan juga merupakan elemen mendasar dalam jaringan trofik ekosistem. Mereka menyediakan energi dan nutrisi untuk berbagai tingkatan trofik selanjutnya, mendukung kehidupan beragam spesies hewan, serangga, dan mikroorganisme. Keragaman tumbuhan menjamin fungsi ekosistem yang sehat, mulai dari polinasi hingga dekomposisi, dan dari pengendalian erosi hingga regulasi siklus air.

Kehilangan keanekaragaman hayati tumbuhan, terutama yang terancam punah, merupakan salah satu isu konservasi yang paling mengkhawatirkan. Hilangnya spesies tumbuhan berarti kehilangan potensi genetik yang mungkin krusial dalam adaptasi ekosistem terhadap perubahan lingkungan, serta gangguan pada interaksi ekologis yang bisa mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem dan penurunan layanan ekosistem.

Dari perspektif manusia, tumbuhan adalah sumber daya ekonomi yang vital, memberikan bahan baku untuk industri farmasi, pertanian, dan hortikultura. Banyak obat-obatan modern berasal dari tumbuhan, seringkali dari spesies yang langka atau belum diteliti sepenuhnya. Di samping itu, tumbuhan memiliki peran penting dalam budaya dan tradisi masyarakat di seluruh dunia, sering menjadi elemen penting dalam identitas dan warisan budaya.

Dari sudut pandang konservasi, menjaga keanekaragaman hayati tumbuhan adalah upaya untuk mempertahankan keseimbangan ekologis, kekayaan genetik, dan stabilitas ekosistem. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa keanekaragaman hayati tumbuhan tetap lestari, tidak hanya untuk kebutuhan ekologis tetapi juga untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia.

Dengan demikian, Hari Satu Juta Pohon menjadi lebih dari sekadar simbol harapan, ini adalah panggilan untuk bertindak dan take action now! serta mendorong kontribusi aktif terhadap pelestarian keanekaragaman hayati tumbuhan demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Salam Konservasi!

Salam Lestari!

Baca juga: Thomas Heri Wahyono, Pakar Mangrove dari Kampung Laut Cilacap Mendapat Penghargaan

Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara LindungiHutan bersama Biodiversity Warriors dalam rangka merayakan Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Biodiversity Wariors (BW) dibentuk oleh Yayasan KEHATI pada 18 Juni 2014 di Jakarta. Pada saat yang sama juga diluncurkan website BW, yaitu https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/ sebagai wadah pendaftaran diri menjadi anggota BW sekaligus media saling berbagi pengetahuian tentang keanekaragaman hayati Indonesia

Rizmoon Nurul Zulkarnaen, S.Hut., M.Si.

PerisetPusat Riset Koservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan – BRIN yang sedang menempuh study Ph.D Biodiversity di University Brunei Darussalam, Brunei Darussalam

GoogleScholar: https://scholar.google.com/citations?user=8CWbo4MAAAAJ&hl=en&oi=ao

Scopus                      : https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57211300674

Rizmoon Nurul Zulkarnaen, S.Hut., M.Si
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan laporan tahun 2023 LindungiHutan

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Blog LindungiHutan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.