Connect with us

Lingkungan

Mengenal Bioenergi, Transisi Hijau Berkelanjutan Untuk Industri Padat Energi

Published

on

apa yang dimaksud dengan energi bioenergi?

Sektor energi menjadi salah satu sektor penyumbang emisi terbesar di dunia. Perusahaan-perusahaan energi global seperti Shell, PetroChina, Saudi Aramco, diperkirakan memproduksi berjuta-juta emisi setiap tahunnya. Hal tersebut memberi efek yang menakutkan pada perubahan iklim global. Karenanya, transisi energi terus digalakkan untuk menekan bahaya perubahan iklim yang lebih menakutkan.

Bioenergi menjadi satu jalan terobosan untuk tetap memproduksi energi dengan mengedepankan prinsip-prinsip kelestarian. Dengan memanfaatkan eksistensi sumber daya lokal, bioenergi menjanjikan masa depan yang berkelanjutan.

Apa yang Dimaksud Energi Bioenergi?

Bioenergi merupakan energi yang bersumber dari organisme biologis maupun bahan organik. Bioenergi memiliki peran penting dalam transisi penggunaan industri padat energi (petroleum, fosil) menjadi industri energi berkelanjutan.

Bioenergi berpaku pada prinsip pembaharuan sehingga bahan bakunya akan terus ada. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga bersifat ramah lingkungan, dapat diuraikan, dapat mengeliminasi efek gas rumah kaca, dan berkelanjutan tentunya.

Baca juga: Unduh Booklet Kondisi Gas Rumah Kaca dan Perubahan Iklim di Indonesia

Apa Saja yang Termasuk dalam Bioenergi?

Secara umum, bioenergi dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan sumber energinya, yaitu: biofuel (biodiesel, bioetanol), biogas, dan biomassa padat (serpihan kayu, biobriket, residu atau limbah pertanian). Dharmawan dkk (2018) menyebutkan bahwa bioenergi dapat menghasilkan tiga jenis output yaitu: listrik, bahan bakar transportasi, dan kalor atau panas.

1. Biofuel

Biofuel merupakan bahan bakar hasil pengolahan secara organik yang bersumber dari senyawa dalam tanaman maupun hewan. Sifatnya berbentuk cairan. Biofuel terdiri dari biodiesel dan bioetanol. 

Biodiesel merupakan bahan bakar diesel yang bersumber dari produksi minyak nabati yang dicampur dengan sodium hidroksida dan metanol. Bioetanol merupakan bahan bakar organik berupa alkohol yang bersumber dari campuran produksi senyawa mikroorganisme dan enzim yang difermentasi dengan gula atau pati.

2. Biogas

Biogas merupakan gas metana yang dihasilkan dari proses atau aktivitas anaerobik yang mendegradasi bahan-bahan organik. Kandungan utamanya adalah metana dan karbon.

Sumber bahan organik untuk membuat biogas contohnya seperti kotoran, limbah domestik, dan limbah organik yang terurai oleh makhluk hidup dalam kondisi anaerob.

3. Biomassa

Biomassa merupakan bahan organik yang dihasilkan dari tanaman dan hewan. Contoh biomassa yang dihasilkan tanaman seperti serasah, batang, dan akar. Sementara pada hewan biomassa yang dihasilkan seperti kotoran hewan. Selain itu, energi biomassa juga bisa berasal dari bahan biogenik seperti produk kertas, kapas, dan wol (Nabila, 2022).

Energi biomassa ini dalam pemanfaatannya biasanya dalam bentuk panas, listrik, maupun bahan bakar transportasi.

Apa Saja Bahan Bahan Penghasil Bioenergi?

Bioenergi sejatinya terbentuk dari sumber daya alam terbarukan, bahkan banyak sumber daya tersebut terdapat pada kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini merupakan bahan-bahan penghasil bioenergi.

1. Limbah Pertanian

Bahan penghasil energi bisa berasal dari limbah pertanian seperti tongkol jagung, jerami padi, pelepah pisang, biomassa singkong, biomassa kacang-kacangan, dan sorgum. 

Selain itu, biomassa hasil pengelolaan tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran dan buah-buahan juga bisa menjadi bahan baku penghasil bioenergi.

2. Limbah Peternakan

Limbah peternakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Contohnya adalah pemanfaatan feses dan urin sapi yang difermentasi maupun kotoran jenis ternak yang lain.

3. Limbah Perkebunan

Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas perkebunan yang popular untuk digunakan sebagai bahan baku biofuel. Pasalnya, kelapa sawit merupakan komoditas primadona yang pemanfaatannya didorong pada pemenuhan aspek keberlanjutan sehingga penggunaan biomassa biosawit sebagai bioenergi terus digalakkan.

Baca juga: Energi Alternatif, Potensi di Indonesia dan 5 Contohnya?

Manfaat Bioenergi

Introduksi bioenergi di Indonesia memiliki banyak manfaat, mulai dari segi ekonomi hingga segi kelestarian lingkungan. Berikut ini merupakan manfaat bioenergi selengkapnya!

1. Ketahanan Energi

Menurut Dharmawan dkk (2018), manfaat bioenergi dapat dilihat sebagai salah satu solusi baru dalam mengatasi persoalan ketahanan energi. Produksi minyak bumi diperkirakan akan mengalami penurunan dalam tahun 2025 dan seterusnya. Keadaan tersebut menjadi sebuah peringatan akan pasokan energi yang semakin menurun.

Energi alternatif berupa bioenergi dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi ancaman krisis energi dan mengurangi tekanan impor bahan baku.

2. Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Perubahan iklim menjadi momok menakutkan yang menghantui negara-negara global terkhusus Indonesia. Upaya mitigasi dan adaptasi pada semua sektor terus diupayakan untuk menghindari peningkatan gas rumah kaca di udara.

Dengan adanya manfaat bioenergi, menjadi salah satu bentuk adaptasi untuk mendayagunakan energi bersih dalam merespon kekhawatiran dari dampak buruk perubahan iklim akibat penggunaan energi fosil.

3. Instrumen Pengendalian Harga Komoditas

Berbagai macam perjanjian dan kesepakatan global telah mewajibkan setiap negara yang ikut serta di dalamnya untuk mengeluarkan barang atau komoditas yang bersifat berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah kelapa sawit. 

Kelapa sawit telah menjadi komoditas Indonesia yang go internasional karena lebih dari 50% pasokannya berasal dari Indonesia. Namun, apa jadinya jika tren harga sawit di pasar global terus menurun karena ketatnya sertifikasi berkelanjutan?

Bioenergi dapat menjadi instrumen untuk mendorong pengendalian harga komoditas seperti kelapa sawit di pasar global. Pengembangan biodiesel berbasis sawit diharapkan dapat menjadi pendorong naiknya harga minyak sawit.

Baca juga: Energi Terbarukan, Pengertian, Contoh, dan Penerapannya di Indonesia

Contoh Perusahaan Bioenergi

Provinsi Riau menjadi salah satu provinsi yang memiliki perusahaan besar yang bergerak di bidang bioenergy. Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi penghasil biodiesel kelapa sawit terbesar di Indonesia. 

Perusahan-perusahan tersebut adalah PT Wilmar Bioenergi, PT Bayas Biofuel, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Intibema Perkasa Tama, PT Dabi Biofuel, PT Ciliandra Perkasa, dan PT Pelita Agung Agriindustri (Dharmawan dkk, 2018).

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 700 RIBU Pohon di 45+ Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *