Connect with us

Mitra Hijau

Implementasi Program CSR PT SMFL Leasing Indonesia dengan Menanam 1.000 Mangrove di Semarang

Published

on

Program CSR PT SMFL Leasing Indonesia Tanam 1.000 Mangrove di Semarang

PT SMFL Leasing Indonesia (SMFLI) merupakan perusahaan pembiayaan dan leasing terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tahun 2009 berdasarkan Akta Pendirian nomor 9 yang dibuat oleh Notaris Sri Hasmiyanti, SH.

SMFLI memiliki pengesahan perusahaan yang diterbitkan pada 25 Januari 2010 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM nomor AHU-0423.AH.01.01. Selain itu, SMFLI memiliki izin usaha menurut Keputusan Menteri Keuangan nomor KEP-336/KM.10/2010 yang diterbitkan pada 6 Juli 2010.

Dalam praktik usahanya, PT SMFL Leasing Indonesia menyediakan pembiayaan sewa guna usaha dengan dan tanpa hak opsi, pembiayaan anjak piutang, jual beli dengan pembiayaan sewa guna usaha kembali, dan jasa lainnya.

Secara global, PT SMFL memiliki komitmen dan mendukung pada Program Berkelanjutan yang terfokus pada lingkungan dengan turut serta berkontribusi untuk mencapai dekarbonisasi dan masyarakat yang berorientasi pada daur ulang.

Pencapaian nol emisi pada tahun 2060 juga ditargetkan perusahaan baik di pusat maupun perseroan.

PT SMFL Leasing Indonesia Dukung Keberlanjutan Melalui Program Penghijauan Bersama LindungiHutan

Penanaman mangrove PT SMFL Leasing Indonesia
PT SMFL Leasing Indonesia lakukan kegiatan CSR bersama LindungiHutan. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Berkelanjutan merupakan tujuan PT SMFL Leasing Indonesia baik secara bisnis maupun kegiatan lainnya. Salah satunya dengan menjalankan keuangan berkelanjutan, menjadikan PT SMFL Leasing Indonesia dapat bertahan dan terus berkembang hingga saat ini.

Sebagai bentuk implementasi program CSR guna mendukung program SDG’s pada pelestarian lingkungan, PT SMFL Leasing Indonesia bekerja sama dengan LindungiHutan dalam menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon.

Melalui kampanye bertajuk “A Thousand Tree for Better Future”, PT SMFL Leasing Indonesia berhasil menanam sebanyak 1.000 pohon mangrove di Pantai Mangunharjo Kota Semarang.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada 25 Juli 2023, diawali dengan penyerahan secara simbolis bibit mangrove dari PT SMFL Leasing Indonesia kepada mitra penggerak LindungiHutan.

Inisiatif penghijauan yang dilakukan oleh PT SMFL Leasing Indonesia menghijaukan pesisir Indonesia sepatutnya kita apresiasi bersama. Sementara itu, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk lebih memperhatikan isu-isu lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

Terlebih, dapat melakukan bentuk nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. 

Baca juga: Nexia KPS Inisiasi Kegiatan Penanaman Mangrove di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara

Kondisi Ekosistem Mangrove di Pantai Mangunharjo yang Perlu Diselamatkan

PT SMFL Leasing Indonesia tanam mangrove di Semarang
Kegiatan menanam mangrove di wilayah Pantai Mangunharjo Kota Semarang. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Semarang merupakan daerah yang berada di sebelah utara Pulau Jawa. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, Kota Semarang sangat membutuhkan ruang terbuka hijau yaitu hutan mangrove sebagai penjaga kestabilan daratan dari abrasi air laut.

Namun pada tahun 1980-1990, kerusakan hutan mangrove di Kota Semarang meningkat diawali dengan adanya maraknya budidaya udang oleh masyarakat. Menurut data, hingga tahun 2009, garis pantai di pesisir Jawa Tengah mengalami abrasi seluas 5.600 ha dari 690,95 ha. 

Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah pada tahun 2012, luasan hutan mangrove di Kota Semarang mencapai 94,39 ha. 

Pesisir Mangunharjo memiliki potensi mangrove yang besar. Keberadaan mangrove berperan sebagai penghalau gelombang air laut menuju daratan. Akar-akar mangrove yang kuat mampu mempertahankan daratan dari kikisan air laut.

Selain itu, mangrove di Pantai Mangunharjo juga dimanfaatkan sebagai habitat bagi fauna seperti ikan, burung, kepiting, dan lainnya. Tercatat, ada 66 jenis burung yang pernah ditemukan di Pantai Mangunharjo. 

Melihat potensi yang begitu besar di Pantai Mangunharjo, Pak Sururi, pelopor kegiatan pelestarian di Pantai Mangunharjo telah melakukan penghijauan sejak tahun 1990. Pak Sururi juga membentuk Kelompok Mangrove Lestari untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Kontribusi Happyfit Indonesia Lestarikan Ekosistem Mangrove di Kepulauan Seribu

Melaksanakan Program CSR Lingkungan yang Berkelanjutan Bersama LindungiHutan

Indonesia menjadi urutan kedua dengan garis pantai terpanjang di dunia memiliki potensi ekosistem hutan mangrove yang besar. Mangrove memiliki fungsi yang penting untuk menjaga kelestarian di wilayah pesisir. Oleh karena itu, wilayah pesisir patut kita jaga kelestariannya.

Jika ingin berkontribusi pada pelestarian wilayah pesisir Indonesia, LindungiHutan punya solusinya!. LindungiHutan merupakan startup yang melakukan penggalangan dana untuk kegiatan konservasi hutan dan lingkungan. Impact CSR merupakan salah satu program penghijauan dari LindungiHutan yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan lingkungan.

LindungiHutan memiliki 40+ lokasi penanaman pohon yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah membantu 350+ perusahaan dan brand untuk kegiatan penghijauan. Tertarik bekerja sama dengan LindungiHutan? Klik tombol di bawah ini!

Jalin Kerja Sama Bersama LindungiHutan

Melalui Impact CSR, perusahaan dapat mengimplementasikan bentuk tanggung jawab sosial dan perusahaan dengan memberikan manfaat pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kami telah menjalin kerja sama dengan perusahaan besar di Indonesia seperti SKK Migas, Nexia KPS, PT Pupuk Indonesia dalam menjalankan penghijauan. Tertarik bekerja sama dengan Kami?

Baca juga: Program CSR PT Mandiri Sekuritas Tanam 1.001 Mangrove di Kabupaten Tangerang

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Rehoboth

    12/08/2023 at 16:19

    Nice post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh Annual Report LindungiHutan