Connect with us

Mitra Hijau

Tri Cycle Inisiasi Penghijauan Tanam 500+ Pohon Trembesi di Kalimantan Barat

Published

on

Tri Cycle Inisiasi Penghijauan di Kalimantan Barat

Tri Cycle merupakan social enterprise yang menggunakan kain sisa/bekas untuk diolah kembali menjadi barang yang layak digunakan. Mereka juga senantiasa mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan dan menjaga bumi agar tetap hijau.

Berawal dari ketertarikan Annisa Fauziah sang founder Tri Cycle pada isu-isu lingkungan, mengantarkan dirinya bertemu dengan seorang siswa di Green School yang memiliki project untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Di tahun 2016, barang pertama yang mereka jual adalah sapu tangan, kemudian merambah ke produk lain seperti masker wajah, topi, sarung bantal, bandana, dan peralatan makan.

Setiap desain produk dari Tri Cycle terinspirasi dari kekayaan flora dan fauna di Indonesia. Dengan tujuan, memperkenalkan keanekaragaman hayati di negara tercinta.

Dibalik itu semua, Tri Cycle terinspirasi dari filosofi Bali ‘Tri Hita Karana’ yang artinya tiga penyebab kesejahteraan/kebahagiaan dengan menciptakan keharmonisan antar manusia, alam, dan Tuhan. Mereka menggabungkan seni dengan filantropi sebagai tindakan untuk menciptakan perubahan positif bagi mereka, komunitas, dan lingkungan.

Kampanye “Sadar Mengkonsumsi” mereka suarakan kepada masyarakat umum. Sebab, sekecil apapun hal yang manusia konsumsi akan berdampak bagi lingkungan.

Gelar Kampanye Alam Bersama LindungiHutan, Tri Cycle Tanam 573 Trembesi di Bukit Puntong Sumiak

Tri Cycle tanam pohon trembesi di Kalimantan Barat
Aksi penghijauan Tri Cycle di Bukit Puntong Sumiak Kalimantan Barat. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Tri Cycle senantiasa memberi dukungan dan ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan hutan di Indonesia. Tujuan mereka adalah untuk memulihkan keanekaragaman hayati yang perlahan berkurang atau punah.

Komitmen dalam menjaga lingkungan mereka wujudkan melalui tagline “bersama-sama kita berdiri untuk hutan!”. Didasarkan hal tersebut, Tri Cycle mengambil langkah penghijauan untuk menjaga alam di Indonesia. 

Dalam kampanye alam “Tri for Tree: Three Products, One Tree Nurtured“, Tri Cycle berhasil mengumpulkan sebanyak 573 bibit trembesi. Bibit-bibit trembesi yang terkumpul lalu ditanam di Bukit Puntong Sumiak, Kabupaten Landak pada 19 Februari 2023 dan melibatkan beberapa stakeholder disana.

Langkah tersebut sudah sepatutnya kita apresiasi bersama. Harapannya, inisiasi kampanye alam tersebut dapat memberikan manfaat baik bagi lingkungan dan masyarakat, serta membuat lebih banyak orang tergerak untuk menjaga lingkungan. 

Kami percaya, semakin banyak ‘tangan’ yang terlibat maka semakin banyak pula mereka yang turut menjaga.

Baca juga: Kolaborasi Indoganic Beauty dengan LindungiHutan Tanam 600+ Mangrove di Kabupaten Kendal

Kolaborasi Penghijauan Bersama LindungiHutan itu Mudah!

LindungiHutan adalah sebuah paltform penggalangan dana yang bergerak dibidang konservasi hutan dan lingkungan. Kami telah menjalin kerja sama dengan 40+ mitra petani di seluruh Indonesia, sehingga memudahkan proses penanaman dan monitoring kegiatan penghijauan brand dan perusahaan Anda. Tunggu apalagi, Wujudkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab menjaga lingkungan bersama LindungiHutan!

Kondisi Ekologi Bukit Puntong Sumiak dan Sekitarnya

Bukit Puntong Sumiak berada di Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Secara administratif, Bukit Puntong Sumiak berstatus sebagai hutan produksi dan hutan lindung. Status hutan lindungi diberikan guna melindungi segala keanekaragaman yang ada di wilayah tersebut, termasuk orang utan, landak, tengkawang, dan kantong semar.

Dalam rangka penyuksesan program kerja sama dengan pemerintah, masyarakat Bukit Puntong Sumiak secara komunal kemudian mengubah lahan menjadi kebun budidaya kelapa sawit, petai, dan jengkol. 

Kondisi kemudian menunjukkan adanya perubahan lanskap hutan menjadi tempat bercocok tanam. Sayangnya, perubahan kawasan hutan menjadi perkebunan tidak serta merta membuat taraf hidup masyarakat menjadi baik. Justru yang terjadi adanya degradasi kondisi lingkungan.

Maka dari itu, LindungiHutan bersama Yopinus Bocong menanam pohon trembesi di Bukit Puntong Sumiak sebagai langkah konservasi. Yopinus selaku masyarakat asli setempat mengaku perlu adanya usaha kolektif dari akar rumput untuk bersama melestarikan hutan dan lingkungan. Harapannya, hutan yang sehat selain sebagai rumah bagi flora dan fauna juga membawa kebaikan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya kepada hutan.

Dari sisi ekologi, aksi penanaman pohon di Bukit Puntong Sumiak juga mendukung poin-poin dari program Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), meliputi:

  • Mencegah degradasi lahan akibat pertambangan dan aktivitas manusia (SDG’s 15)
  • Meningkatkan area tutupan hijau (SDG’s 15)
  • Membantu pengurangan emisi karbon (SDG’s 13)
  • Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG’s 1)
  • Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG’s 8)

Penanaman bibit trembesi dilakukan dengan alasan bibit trembesi sangat cocok dengan kondisi lokasi tersebut. Pohon trembesi merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki tajuk lebar. Bahkan, lebar dan pertumbuhan tajuknya melebihi tinggi tanaman tersebut. Oleh sebab itu, trembesi kerap dimanfaatkan sebagai pohon peneduh. 

Bibit trembesi
Ratusan bibit trembesi ditanam pada kegiatan penghijauan Tri Cycle. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Manfaat ekologi dari pohon trembesi antara lain:

  • Pohon trembesi bermanfaat sebagai pelindung di perkebunan teh, kopi, dan kakao,
  • Akarnya mendukung persediaan cadangan air tanah,
  • Pohon trembesi penyerap karbon yang baik, dalam satu tahun satu pohon dapat menyerap 28,5 ton gas CO2 (diameter tajuk 15 meter),
  • Penyerap timbal yang efektif,
  • Sebagai tempat peristirahatan burung,
  • Pohon peneduh yang baik,

Sementara itu, manfaat ekonominya dari pohon trembesi sebagai berikut:

  • Polongnya dapat dimakan,
  • Getahnya digunakan sebagai pengganti getah arab,
  • Biji trembesi ternyata bisa diolah menjadi selai,
  • Daun trembesi untuk bahan baku pembuatan tinta,
  • Daunnya tinggi protein kasar dan cocok untuk ransum ternak ruminansia.

Baca juga: Program CSR Lingkungan BenihBaik x LindungiHutan Tanam 500 Pohon di Kabupaten Bandung

CollaboraTree-kan Brand Anda Melalui Program Penghijauan Bersama LindungiHutan

CollaboraTree merupakan sebuah program untuk brand peduli lingkungan agar dapat merealisasikan kepeduliannya menjadi bentuk nyata dengan aksi penghijauan bersama LindungiHutan.

Melalui CollaboraTree, LindungiHutan bantu brand Anda wujudkan aksi nyata brand peduli lingkungan untuk kelestarian hutan. Keunggulannya adalah brand Anda tidak perlu menyita waktu dan tenaga untuk melakukan kebaikan yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Berikut ini 5 alasan brand/perusahaan Anda perlu menjalin kerja sama dengan LindungiHutan yaitu:

  1. Mudah dan berkelanjutan, LindungiHutan menjalin kerja sama dengan Penggerak penghijauan dan petani hutan untuk mempermudah proses penanaman dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat sekitar hutan.
  2. Meningkatkan citra baik brand/perusahaan di mata publik.
  3. Menumbuhkan kredibilitas bisnis dan kepercayaan konsumen, karyawan, mitra usaha, vendor atau auditor terhadap komitmen brand/perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan publik.
  4. Menaikkan penilaian investor dan pemegang saham perusahaan.
  5. Skema kerja sama, biaya, dan lokasi kegiatan dapat diatur dan dibicarakan.
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan