Bisnis Lestari
Green Marketing: Pengertian, Tujuan, Komponen dan Manfaatnya
Artikel terakhir diperbaharui pada tanggal 7 Januari 2025
Beragam strategi marketing dan promosi yang perusahaan lakukan lakukan untuk menggaet calon pembeli dan mitra. Salah satu teknik terbaru yaitu green marketing.
Secara ringkas, green marketing adalah strategi pemasaran dan branding yang mengaitkan isu dan aspek-aspek lingkungan serta alam dalam prosesnya.
Daftar Isi
Apa itu Green Marketing?
Green marketing (pemasaran hijau) adalah sebuah konsep yang meliputi pengembangan seluruh kegiatan pemasaran untuk merangsang dan mempertahankan perilaku konsumen yang ramah lingkungan.
Di era globalisasi saat ini, nampaknya sudah lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya keberlanjutan alam dan planet bumi. Penerapan konsep green marketing pada suatu perusahaan menjadi aspek penting karena dengan begitu berarti perusahaan mempertimbangkan lingkungan dalam semua dimensi aktivitas pemasaran.
Mekanisme green marketing dianggap sebagai pemasaran produk yang aman lingkungan. Melalui penerapan strategi pemasaran hijau yang menggabungkan berbagai kegiatan yang lebih ramah lingkungan, termasuk dalam modifikasi produk, perubahan proses produksi, perubahan kemasan, serta modifikasi iklan.
Berdasarkan American Marketing Association (AMA), terdapat tiga aspek fundamental dari green marketing yaitu:
- Retailing, yaitu pemasaran produk yang dianggap aman bagi lingkungan;
- Social marketing, yaitu pengembangan dan pemasaran produk yang dirancang untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan; dan
- Environments, yaitu upaya perusahaan untuk memproduksi, mempromosikan, mengemas, dan mengklaim kembali produk dengan cara yang peka atau responsif terhadap masalah ekologis.
Baca juga: Apa Itu Product Bundling? Simak Cerita Kolaborasi Dusdukduk dengan LindungiHutan
DOWNLOAD GRATIS: The Complete Guide to Sustainability Reporting: From Compliance to Competitive Advantage
Dapatkan panduan komprehensif yang memadukan regulasi terkini, framework internasional (GRI, SASB, TCFD), tools praktis, dan best practices perusahaan terkemuka dalam satu resource lengkap untuk mengakselerasi transformasi bisnis berkelanjutan Anda!”
Tujuan Green Marketing
Kesadaran orang-orang dalam menanggapi isu global warming nampaknya kian meningkat di era saat ini. Banyak cara yang dilakukan untuk dapat mencegah efek dari pemanasan global dan perubahan iklim lebih lanjut. Salah satunya adalah dengan membeli produk-produk kebutuhan sehari-hari yang lebih ramah lingkungan.
Oleh sebab itu, penerapan green marketing oleh berbagai perusahaan kini semakin marak. Fenomena sosial ini yang membuat green branding menjadi nilai tambah bagi suatu perusahaan dalam meningkatkan daya saing sekaligus memproduksi barang-barang yang ramah lingkungan (eco-friendly).
Tujuan pemasaran hijau merujuk pada kepuasan, kebutuhan, keinginan, dan hasrat konsumen dalam hubungan dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup, sehingga green marketing menjadi sebuah kebutuhan dalam dunia bisnis saat ini.
Kondisi tersebut dapat dilihat dari perusahaan yang semakin berlomba-lomba untuk memenuhi keinginan konsumen terhadap produk-produk yang ramah lingkungan. Berbagai perusahaan secara perlahan mengadopsi kegiatan green marketing dalam proyek-proyek mereka sebagai bagian dari kesadaran sosial. Mereka dituntut untuk mencapai konsumen dengan pesan-pesan green marketing.
Green marketing juga mampu mempengaruhi perasaan emosi serta rencana konsumen yang berdampak pada minat beli.
Bermunculannya produk-produk berlabel go green memiliki tujuan untuk menyampaikan bahwa ketika konsumen mengkonsumsinya maka akan ada nilai lebih serta benefit selain terpuaskan dan perasaan bahwa konsumen tersebut telah ikut berkontribusi untuk menjaga lingkungan.
Oleh karena itu, konsep green branding hadir untuk mengacu pada pemenuhan kebutuhan konsumen dengan usaha meminimalisir dampak kerusakan terhadap lingkungan.
Baca juga: Pengalaman Kolaborasi MUSAT Bersama LindungiHutan, Inisiasi Campaign Tanam Raturan Mangrove
Bagaimana Implementasi Green Branding?
Implementasi green branding yang efektif adalah melibatkan seluruh aspek bisnis, bukan hanya sebatas tampilan luar. Untuk menciptakan green brand yang autentik, perusahaan perlu memastikan bahwa proses bisninya, dari hulu hingga hilir, benar-benar ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan.
Green branding seharusnya tidak hanya menjadi tambahan kosmetik tetapi juga mencerminkan nilai keberlanjutan secara menyeluruh dalam pengembangan produk dan layanan.
Johanses Wiessenbaecjm Founder dan CEO OXO Group Indonesia, dalam acara Green Skilling LindungiHutan, menjelaskan bahwa green branding tidak cukup hanya dengan menambahkan elemen “hijau” secara visual.
“Green brand artinya saya mencoba membangun brand bisnis dengan cara yang hijau, tetapi itu hanya akan menjadi tambahan saja, seperti yang saya katakan, jika saya mengubah logo atau mengganti palet warna, atau mulai mengembangkan layanan baru, atau merekrut seseorang yang paham tentang keberlanjutan, semua itu hanya menjadi tambahan saja,” ungkap Jo.
Namun, menurut Jo, pertanyaan fundamental yang harus diajukan adalah, “apa sebenarnya brand kita itu?” Bagaimana posisi brand Anda dalam konteks keberlanjutan?
“Tanyakan pada diri sendiri, siapa saya? Apa sebenarnya brand kita? Jika kebetulan brand Anda memang hijau, maka ya, Anda sedang mengembangkan green brand. Tetapi jangan melihatnya seperti kita harus membuat green branding atau menambahkan sesuatu yang hijau ke brand kita yang sudah ada, tetapi penting Anda bertindak secara bertanggung jawab atau tidak,” sambung Jo.
Baca juga: Scarlett Whitening Menanam 3.000 Pohon di 4 Daerah Rayakan Hari Sejuta Pohon
Green Skincare dalam Industri Kecantikan
Klaim green skincare tidak cukup hanya berfokus pada satu aspek, seperti bahan baku atau kemasan yang ramah lingkungan. Produk kecantikan yang benar-benar hijau harus dievaluasi secara menyeluruh dari awal hingga akhir prosesnya.
Hal ini mencakup pemilihan bahan yang bertanggung jawab, praktik produksi yang berkelanjutan, hingga dampaknya saat digunakan oleh konsumen.
“Jadi, kalau tidak dilihat dari tiga aspek source, process, dan consumption-nya hanya melihat per bagian-bagian saja, itu kita akan sangat-sangat rentan dengan greenwashing,” jelas Farhaniza Farhan, CEO Yagi Forest dalam diskusi Green Skilling “Green Beauty dalam Branding Bisnis: KOmitmen Berkelanjutan atau Greenwashing”
Bisnis kosmetik yang mengusung konsep green skincare memiliki peran penting dalam mengurangi dampak lingkungan. Ketika kita merusak bumi, sebenarnya kita merusak tempat tinggal kita sendiri.
Oleh karena itu, dalam menjalankan bisnis, termasuk melalui strategi green marketing, penting untuk merawat bumi di setiap aspek, tidak hanya menjaga kelestarian alam tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan diri kita.
Baca juga: Apa Itu Green Brand dan Bagaimaana Implementasinya?
Manfaat Green Marketing
Konsep green marketing menjadi semakin menarik bagi berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, pembuat aturan publik, konsumen, dan masyarakat yang peduli akan lingkungan. Pengaplikasian green marketing menjadi sangat penting karena alasan utama, yaitu keterbatasan sumberdaya.
Melalui sudut pandang pemrusahaan, sumberdaya yang terbatas akan membuat perusahaan mencari cara baru untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Konsep green marketing hadir untuk menjadi suatu alternatif bagi pemasar dalam melakukan kegiatan pemasaran dengan memanfaatkan sumberdaya yang terbatas secara efektif dan efisien.
Beberapa manfaat yang diperoleh dari penerapan green marketing secara langsung adalah:
- Produk yang dihasilkan ramah lingkungan,
- Para produsen dan pemasang iklan mengembangkan produk yang mereka upayakan demi memenuhi keinginan konsumen yang peduli lingkungan,
- Rasa cinta terhadap lingkungan akan membuat perusahaan menjadi lebih inovatif. Inovatif dalam input, proses output, serta strategi pemasaran,
Contoh Penerapan Green Marketing
Sebelum mengadopsi konsep green marketing, tentunya suatu perusahaan perlu mencari tahu terlebih dahulu mengenai nilai dan manfaat apa saja yang dapat diperoleh.
Berdasarkan penelitian Izzani (2021) yang membandingkan perusahaan yang mengadopsi green marketing (Love Beauty Planet) dengan perusahaan yang tidak mengadopsi green marketing (Mustika Ratu), dipaparkan hasil bahwa dari segi harga produk, Mustika Ratu memang lebih terjangkau dan mudah ditemui.
Namun, jika dilihat dari keunggulan produk brand Love Beauty Planet lebih banyak diminati karena brand tersebut mengadopsi program ramah lingkungan, mulai dari kemasan produk dan bahan bakunya. Produk Love Beauty Planet juga lebih diminati karena alasan aroma dari masing-masing produknya yang unik serta bahan kandungan yang aman bagi kulit, sehingga dapat langsung menarik banyak konsumen sejak pembelian pertama.
Penelitian lain mengenai penerapan green marketing juga dijumpai pada penelitian yang dilakukan oleh Primandaru (2021) mengenai “Dampak Green Marketing dalam Keputusan Pembelian Produk The Body Shop”.
Banyak konsumen yang menyetujui bahwa kegunaan merek hijau adalah mampu mengurangi dampak kerusakan lingkungan, sehingga disarankan perusahaan untuk selalu mengedukasi konsumen akan pentingnya merawat kecantikan kulit dengan produk The Body Shop.
Green trust juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk The Body Shop.
Sehingga disarankan perusahaan untuk tetap menjaga kerjasama dengan organisasi lingkungan hidup untuk menyebarkan kampanye peduli lingkungan dan manajemen sampah yang dihasilkan oleh The Body Shop agar pelanggan semakin percaya akan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Terakhir, green advertising juga memperoleh keuntungan untuk perusahaan agar dapat menumbuhkan kesadaran konsumen agar tetap mengkonsumsi produk ramah lingkungan.
Disarankan agar perusahaan untuk meningkatkan green advertising terutama melalui media sosial untuk mengedukasi dan memberikan informasi terkait produk perusahaan.
Baca juga: 10+ Brand Skincare Lokal yang Peduli Lingkungan & Hutan Indonesia
LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan
Penulis: Farhana Nisa Arviani
Editor: M. Nana Siktiyana

Salam Lovi
13/12/2022 at 13:35
Terima kasih untuk infonya perihal green marketing. Bisnis yang baik tercipta dari strategi – strategi yang tepat.