Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Green Marketing: Pengertian, Tujuan, Komponen dan Manfaatnya

Strategi green marketing sedang populer digunakan berbagai bisnis dan perusahaan di Indonesia. Tingkat pengetahuan konsumen yang meningkat tentang isu lingkungan menjadi pendorongnya. Simak penjelasan lengkap di artikel ini
Pengertian green marketing dan green branding lengkap.

Beragam strategi marketing dan promosi yang perusahaan lakukan lakukan untuk menggaet calon pembeli dan mitra. Salah satu teknik terbaru yaitu green marketing.

Secara ringkas, green marketing adalah strategi pemasaran dan branding yang mengaitkan isu dan aspek-aspek lingkungan serta alam dalam prosesnya.

Apa itu Green Marketing?

Green marketing (pemasaran hijau) adalah sebuah konsep yang meliputi pengembangan seluruh kegiatan pemasaran untuk merangsang dan mempertahankan perilaku konsumen yang ramah lingkungan.

Di era globalisasi saat ini, nampaknya sudah lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya keberlanjutan alam dan planet bumi. Penerapan konsep green marketing pada suatu perusahaan menjadi aspek penting karena dengan begitu berarti perusahaan mempertimbangkan lingkungan dalam semua dimensi aktivitas pemasaran.

Mekanisme green marketing dianggap sebagai pemasaran produk yang aman lingkungan. Melalui penerapan strategi pemasaran hijau yang menggabungkan berbagai kegiatan yang lebih ramah lingkungan, termasuk dalam modifikasi produk, perubahan proses produksi, perubahan kemasan, serta modifikasi iklan.

Berdasarkan American Marketing Association (AMA), terdapat tiga aspek fundamental dari green marketing yaitu:

  1. Retailing, yaitu pemasaran produk yang dianggap aman bagi lingkungan;
  2. Social marketing, yaitu pengembangan dan pemasaran produk yang dirancang untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan; dan
  3. Environments, yaitu upaya perusahaan untuk memproduksi, mempromosikan, mengemas, dan mengklaim kembali produk dengan cara yang peka atau responsif terhadap masalah ekologis.

Baca juga: Apa itu CSR? Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Manfaat Program Corporate Social Responsibilty

Tujuan Green Marketing

Kesadaran orang-orang dalam menanggapi isu global warming nampaknya kian meningkat di era saat ini. Banyak cara yang dilakukan untuk dapat mencegah efek dari pemanasan global dan perubahan iklim lebih lanjut. Salah satunya adalah dengan membeli produk-produk kebutuhan sehari-hari yang lebih ramah lingkungan.

Oleh sebab itu, penerapan green marketing oleh berbagai perusahaan kini semakin marak. Fenomena sosial ini yang membuat green branding menjadi nilai tambah bagi suatu perusahaan dalam meningkatkan daya saing sekaligus memproduksi barang-barang yang ramah lingkungan (eco-friendly).

Tujuan pemasaran hijau merujuk pada kepuasan, kebutuhan, keinginan, dan hasrat konsumen dalam hubungan dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup, sehingga green marketing menjadi sebuah kebutuhan dalam dunia bisnis saat ini.

Kondisi tersebut dapat dilihat dari perusahaan yang semakin berlomba-lomba untuk memenuhi keinginan konsumen terhadap produk-produk yang ramah lingkungan. Berbagai perusahaan secara perlahan mengadopsi kegiatan green marketing dalam proyek-proyek mereka sebagai bagian dari kesadaran sosial. Mereka dituntut untuk mencapai konsumen dengan pesan-pesan green marketing.

Green marketing juga mampu mempengaruhi perasaan emosi serta rencana konsumen yang berdampak pada minat beli.

Bermunculannya produk-produk berlabel go green memiliki tujuan untuk menyampaikan bahwa ketika konsumen mengkonsumsinya maka akan ada nilai lebih serta benefit selain terpuaskan dan perasaan bahwa konsumen tersebut telah ikut berkontribusi untuk menjaga lingkungan.

Oleh karena itu, konsep green branding hadir untuk mengacu pada pemenuhan kebutuhan konsumen dengan usaha meminimalisir dampak kerusakan terhadap lingkungan.

Baca juga: ESG (Environmental, Social & Governance): Pengertian, Kriteria dan 7 Strategi Investasi Hijau

Komponen Green Marketing

Komponen utama dari green marketing meliputi Eco-label, Eco-brand, dan Environmental Advertisement.

Ketiga komponen tersebut merupakan alat green branding yang dapat membuat persepsi lebih mudah dan meningkatkan kesadaran akan fitur dan aspek produk yang eco-friendly.

Penerapan komponen-komponen green marketing tersebut menjadi peran penting untuk mengalihkan perilaku konsumen untuk membeli produk yang ramah lingkungan demi mengurangi efek samping dari proses produksi terhadap lingkungan.

Berdasarkan penelitian-penelitian, terdapat faktor-faktor sebagai penentu utama green branding yang dapat mempengaruhi pembelian dan konsumsi green product.

Liobikiene et al (2016) menyatakan bahwa lingkungan, pengetahuan, sikap, nilai-nilai, kesadaran, dan efektivitas persepsi konsumen merupakan faktor-faktor utama yang paling mempengaruhi pembelian green product.

Sedangkan hasil penelitian lainnya menurut Boztepe (2012) yang menjelaskan bahwa environmental awareness, green product features, green price, dan green promotion merupakan faktor-faktor dalam strategi green marketing yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk-produk ramah lingkungan.

A. Komponen Internal Perusahaan

Komponen internal merupakan faktor-faktor penentu dalam penerapan green branding. Berikut ini penjelasan aspek penting dalam perusahaan yaitu:

1. Environmental Awareness

Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan green marketing adalah kesadaran lingkungan yang merupakan salah satu metode untuk memahami kerapuhan lingkungan sekitar dan pentingnya perlindungan mengenai hal tersebut.

Produk yang ramah lingkungan saja belum cukup untuk pengembangan yang berkelanjutan. Diperlukan juga kesadaran lingkungan dalam kegiatan konsumsi produk.

Environmental awareness mengenalkan kita untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan yang tidak mengandung material berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

2. Green Product Features

Suatu produk yang baik perlu memiliki keunggulan dibandingkan produk-produk lainnya. Hal ini dapat dinilai dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, kemasan, pelayanan, garansi, dan rasa yang dapat menarik minat konsumen.

Produk yang mendukung pengembangan berkelanjutan dapat melakukan dasar-dasar pengelolaan produk yang meliputi:

  • Dapat didaur ulang (recycle) atau dapat digunakan kembali (reuse),
  • Produk efisien,
  • Kemasan yang dapat dipertanggungjawabkan,
  • Tidak mengandung bahan berbahaya,
  • Menggunakan green label,
  • Produk organik,
  • pelayanan yang menawarkan atau meminjamkan produk,
  • serta produk telah tersertifikasi.

3. Green Product Price

Harga merupakan elemen penting dalam pemasaran yang dapat mempengaruhi konsumen terhadap kualitas suatu produk. Tidak sedikit konsumen yang rela membayar dengan harga yang lebih mahal untuk suatu produk yang dianggapnya memiliki nilai lebih.

Banyak konsumen yang beranggapan bahwa green product memiliki nilai dan manfaat untuk dirinya dan lingkungan karena berasal dari bahan-bahan alami.

Oleh sebab itu, konsumen green product menganggap bahwa uang yang mereka keluarkan sebanding dengan manfaat yang akan mereka terima dari produk yang mereka beli.

4. Green Product Promotion & Advertising

Terakhir, faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam green marketing adalah promosi green product. Meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan membuat banyak perusahaan memilih untuk mengenalkan produk mereka kepada konsumen melalui environmental advertisement di media elektronik maupun media cetak.

Environmental advertisement bertujuan untuk mempengaruhi perilaku konsumen dengan mendorong mereka untuk membeli produk ramah lingkungan dan mengarahkan perhatian mereka terhadap dampak positif dari perilaku konsumsi mereka untuk diri sendiri maupun lingkungan.

Komponen environmental advertisement dalam strategi green marketing umumnya mengandung tiga unsur, yaitu

  • Iklan mengandung pernyataan perusahaan terhadap kepedulian lingkungan.
  • Iklan menggambarkan cara perusahaan dalam merubah prosedur yang menunjukkan kepedulian dan dedikasi perusahaan dalam memperbaiki lingkungan.
  • Iklan menggambarkan aksi atau tindakan peduli lingkungan, yang menggambarkan perusahaan tersebut terlibat dalam kegiatan lingkungan dan menunjukkan hasilnya.

B. Komponen Eksternal Perusahaan

Selain komponen internal green marketing yang telah disebutkan di atas, ternyata terdapat pula komponen eksternal yang mempengaruhi strategi green marketing pada suatu perusahaan, yaitu:

1. Paying Customer

Paying customers dalam green marketing merujuk kepada siapa saja yang termasuk ke dalam kelompok konsumen hijau dengan berbagai tingkat ‘kehijauan’ dan jenis produk yang mereka butuhkan.

2. Providers

Providers mengacu pada seberapa ‘hijau’ para pemasok bahan baku, energi, dan peralatan perkantoran. Contohnya, bagaimana para pemasok kayu memperoleh kayu-kayunya secara legal atau dengan cara ilegal yang akan menyebabkan penggundulan hutan.

3. Politicians

Politicians berkaitan dengan seberapa cepat hal ini mampu mendorong pemerintah dalam penyusunan dan pengesahan peraturan mengenai lingkungan, serta seberapa jauh peraturan pemerintah yang akan mempengaruhi perusahaan untuk menjalankan peraturan tersebut.

4. Pressure Groups

Pressure groups dalam green marketing merupakan pihak-pihak yang memiliki andil dalam menekan menekan perusahaan untuk menjadi ‘hijau’. Pihak yang termasuk dalam pressure groups meliputi, lembaga konsumen, lembaga hukum organisasi perdagangan, dan pemerintah suatu negara.

5. Problems

Problems yang dimaksud meliputi berbagai macam masalah lingkungan dan masalah sosial terkait keterlibatan perusahaan dalam satu atau lebih dari masalah-masalah tersebut.

6. Predictions

Perusahaan harus mampu memprediksi masalah-masalah yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan di masa yang akan datang.

7. Partners

Partner atau mitra adalah pihak ketiga yang memiliki hubungan dengan perusahaan atau instansi lainnya yang memiliki masalah-masalah lingkungan dan sosial.

Baca juga: Kisah Perjuangan Pak Ujang dan Rekan-rekan Jaga Kelestarian Hutan Mangrove Jakarta

Manfaat Green Marketing

Konsep green marketing menjadi semakin menarik bagi berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, pembuat aturan publik, konsumen, dan masyarakat yang peduli akan lingkungan. Pengaplikasian green marketing menjadi sangat penting karena alasan utama, yaitu keterbatasan sumberdaya.

Melalui sudut pandang pemrusahaan, sumberdaya yang terbatas akan membuat perusahaan mencari cara baru untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Konsep green marketing hadir untuk menjadi suatu alternatif bagi pemasar dalam melakukan kegiatan pemasaran dengan memanfaatkan sumberdaya yang terbatas secara efektif dan efisien.

Beberapa manfaat yang diperoleh dari penerapan green marketing secara langsung adalah:

  1. Produk yang dihasilkan ramah lingkungan,
  2. Para produsen dan pemasang iklan mengembangkan produk yang mereka upayakan demi memenuhi keinginan konsumen yang peduli lingkungan,
  3. Rasa cinta terhadap lingkungan akan membuat perusahaan menjadi lebih inovatif. Inovatif dalam input, proses output, serta strategi pemasaran,

Contoh Penerapan Green Marketing

Sebelum mengadopsi konsep green marketing, tentunya suatu perusahaan perlu mencari tahu terlebih dahulu mengenai nilai dan manfaat apa saja yang dapat diperoleh.

Berdasarkan penelitian Izzani (2021) yang membandingkan perusahaan yang mengadopsi green marketing (Love Beauty Planet) dengan perusahaan yang tidak mengadopsi green marketing (Mustika Ratu), dipaparkan hasil bahwa dari segi harga produk, Mustika Ratu memang lebih terjangkau dan mudah ditemui.

Namun, jika dilihat dari keunggulan produk brand Love Beauty Planet lebih banyak diminati karena brand tersebut mengadopsi program ramah lingkungan, mulai dari kemasan produk dan bahan bakunya. Produk Love Beauty Planet juga lebih diminati karena alasan aroma dari masing-masing produknya yang unik serta bahan kandungan yang aman bagi kulit, sehingga dapat langsung menarik banyak konsumen sejak pembelian pertama.

Penelitian lain mengenai penerapan green marketing juga dijumpai pada penelitian yang dilakukan oleh Primandaru (2021) mengenai “Dampak Green Marketing dalam Keputusan Pembelian Produk The Body Shop”.

Banyak konsumen yang menyetujui bahwa kegunaan merek hijau adalah mampu mengurangi dampak kerusakan lingkungan, sehingga disarankan perusahaan untuk selalu mengedukasi konsumen akan pentingnya merawat kecantikan kulit dengan produk The Body Shop.

Green trust juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk The Body Shop.

Sehingga disarankan perusahaan untuk tetap menjaga kerjasama dengan organisasi lingkungan hidup untuk menyebarkan kampanye peduli lingkungan dan manajemen sampah yang dihasilkan oleh The Body Shop agar pelanggan semakin percaya akan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Terakhir, green advertising juga memperoleh keuntungan untuk perusahaan agar dapat menumbuhkan kesadaran konsumen agar tetap mengkonsumsi produk ramah lingkungan.

Disarankan agar perusahaan untuk meningkatkan green advertising terutama melalui media sosial untuk mengedukasi dan memberikan informasi terkait produk perusahaan.

Baca juga: PT Pigeon Indonesia Berkolaborasi dengan LindungiHutan, Simak Ulasannya

FAQ

Apa itu Green Marketing?

Green marketing merupakan strategi pemasaran dan promosi yang dilakukan perusahaan untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan hidup. Komponen-komponennya sangat beragam dan telah kita bahas pada artikel ini.

Apa Tujuan Green Marketing?

Tujuan utama green branding & marketing yaitu guna menarik pelanggan dan mitra bisnis baru, meningkatkan kepercayaan konsumen dan rekanan lama, serta mengikuti peraturan dan kebijakan yang berlaku di suatu wilayah atau negara.

Penulis: Farhana Nisa Arviani

Editor: M. Nana Siktiyana