Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Degradasi Lingkungan: Pengertian, Penyebab, Dampak, Bentuk dan Cara Mengatasinya (2022)

Degradasi lingkungan adalah kondisi menurunnya kualitas akibat kerusakan yang terjadi dan berakibat pada berkurangnya fungsi lingkungan.
Degradasi Lingkungan Pengertian, Penyebab, Dampak, Bentuk dan Cara Mengatasinya.

Lingkungan hidup adalah aspek penting untuk manusia, tetapi di saat ini secara perlahan lingkungan hidup mengalami fase degradasi. Mulai dari bencana alam, perubahan iklim, hingga pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh penjuru dunia.

Namun, pasti Sahabat Alam bertanya sebenarnya degradasi lingkungan itu apa? dan bagaimana langkah yang tepat untuk mengatasinya?

Pengertian Degradasi Lingkungan 

Apa yang dimaksud dengan degradasi lingkungan?
Apa yang dimaksud dengan degradasi lingkungan?

Degradasi memiliki makna penurunan, kemerosotan, maupun kemunduran. Jadi, degradasi lingkungan adalah kondisi menurunnya kualitas lingkungan akibat kerusakan yang terjadi dan berakibat pada berkurangnya fungsi komponen-komponen lingkungan sebagaimana mestinya. 

Penyebab Degradasi Lingkungan 

Menurunnya fungsi komponen-komponen lingkungan tersebut ditengarai oleh banyak hal di antaranya pengambilan dan pemanfaatan sumber daya yang ada secara berlebih. Faktor penyebab degradasi lingkungan terjadi dapat dibedakan dalam 2 hal yakni faktor manusia dan faktor alam itu sendiri. 

1. Faktor manusia 

Banyak hal yang dapat dilakukan manusia yang berdampak pada degradasi lingkungan. Setiap kegiatan manusia yang tidak memikirkan dampak keberlanjutannya tentu akan menimbun dampak negatif yang makin membesar. Salah satu contohnya yaitu deforestasi. Tentu kita mengetahui bahwa isu deforestasi terjadi akibat sumbangan perilaku dan kegiatan manusia dalam berbagai alasan. 

Ada berbagai macam sebab terjadinya deforestasi. Mulai dari hilangnya pohon baik akibat penebangan untuk mengosongkan lahan guna menciptakan habitat baru pohon komoditi yang menguntungkan, dibakar guna mengalih fungsikan lahan dengan cepat sehingga dapat segera di tanami atau dibangun suatu proyek pembangunan.

Nyatanya, dari satu perilaku dan kegiatan manusia ini akan berdampak masif pada kelestarian hayati sebagai salah satu komponen lingkungan. Ketika pohon sudah tidak ada lagi pada suatu kawasan, terutama dataran tinggi, tentu saja akan berakibat kemunculan bencana berupa longsor, banjir, kekeringan, erosi, kematian satwa, hilangnya mata pencaharian masyarakat, dan masih banyak lagi. 

Pertambahan penduduk dan implikasinya pada pembangunan turut menjadi faktor manusia yang menyebabkan degradasi lingkungan. Ketika jumlah populasi bertambah, kebutuhan tempat tinggal turut bertambah, kebutuhan akan pangan juga dan mau tidak mau produsen berputar untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Terjadilah pembangunan baik di segala aspek untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. 

Pada akhirnya bencana atau pun perubahan tersebut akan kembali lagi dampaknya kepada manusia sebagai otak dari suatu perilaku maupun kegiatan tersebut. 

2. Faktor alam 

Peristiwa yang berakibat pada degradasi lingkungan akibat faktor alam kurang lebih memang sebagai gerak alam itu sendiri seperti gempa bumi, tsunami, angin topan, abrasi, dan sebagainya. 

Bentuk Degradasi Lingkungan 

Bentuk-bentuk degradasi lingkungan sendiri bisa bermacam-macam bentuknya.
Penurunan kualitas lingkungan atau degradasi dapat dibedakan menjadi dua lingkup yaitu fisik dan non fisik.

Degradasi lingkungan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya sebagai menurunnya kualitas lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan sendiri dapat dibedakan menjadi dua yakni lingkup fisik dan non fisik.  

1. Lingkup fisik 

Degradasi lingkungan dalam lingkup fisik secara umum diakibatkan oleh adanya pencemaran. Pencemaran sendiri dapat berlaku atau terjadi pada medium air, udara dan tanah. Penyebabnya pun bermacam-macam, bisa karena ulah tangan manusia, contohnya adalah pembuangan limbah, penggunaan bahan kimia untuk pertanian, dan kebutuhan transportasi yang menyumbang polusi.

Selain pencemaran masih banyak bentuk degradasi lingkungan lainnya: 

  • Pencemaran air 

Pencemaran air dipahami sebagai keadaan dimana kondisi air mengalami perubahan akibat masuknya suatu komponen asing kedalam air yang mengganggu kondisi air sebelumnya. Pencemaran air sendiri dapat berupa air tawar dan laut.

Pencemaran air laut dapat disebabkan oleh pembuangan limbah cair industri yang sebelumnya dibuang ke sungai dan bermuara ke laut, pembuangan limbah rumah tangga baik itu plastik, industri pakaian dan masih banyak lagi semuanya ketika dibuang ke suangai atau aliran air akan bermuara ke laut.

Pencemaran air tawar tidak jauh berbeda, hal ini dapat berasal dari sampah rumah tangga, limbah cair industri, pestisida, pupuk kimia dan sedimen hasil erosi. 

Baca juga: 10+ Penyebab Degradasi Lahan di Indonesia

  • Pencemaran udara 

Pencemaran udara merupakan menurunkan kualitas udara karena masuknya unsur-unsur lain yang berbahaya ke dalam udara atau atmosfer. Bentuk degradasi kualitas lingkungan selanjutnya yaitu berupa pencemaran udara seperti sulfikar dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida dan timbal. Beberapa senyawa tersebut berasal dari industri dan alat transportasi berupa kendaraan. 

  • Pencemaran tanah

Pencemaran tanah dapat dipahami sebagai polutan atau bahan kimia yang masuk kedalam tanah dan mengakibatkan tanah terkontaminasi dan mengganggu kandungan unsur dalam tanah. Kebanyakan pencemaran tanah berasal dari penggunaan pestisida pada area pertanian dan perkebunan.

Tidak hanya itu, kerap kali limbah rumah tangga dan industri seperti plastik, kaca, logam, karet dan masih banyak lagi yang ditimbun di tanah dan beraharap akan terurai, ternyata menimbulkan pencemaran bagi tanah. 

  • Kerusakan akibat bencana 

Bencana yang diakibatkan oleh manusia seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan yang diakibatkan oleh deforestasi, perilaku membuang sampah sembarang, over populasi, berkembangnya industri akibat kebutuhan manusia.

Dari beberapa bencana ini akan memberikan kerugian seperti lingkungan yang kotor dan meningkatnya sumber penyakit, persediaan air yang terkontaminasi bakteri, serta berkurangnya kebutuhan pangan. 

  • Pemanasan global 

Semakin meningkatnya populasi manusia, kebutuhan akan sandang, pangan dan papan yang tinggi menimbulkan problematika pada pemanasan global. Pencemaran karbon dioksida dari hasil pembakaran bahan fosil untuk industri dan transportasi, kebakaran hutan, gas metana dan masih banyak lagi, lama kelamaan akan membuat perubahan iklim dan berdampak pada pemanasan global. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada eksistensi makhluk hidup di bumi. 

  • Penggundulan hutan 

Hutan memiliki banyak sekali manfaat untuk kelestarian lingkungan. Fenomena penggundulan hutan untuk pembukaan lahan berakibat pada hasil hutan baik primer maupun sekunder hilang secara perlahan. Dampak lain dari deforestasi sudah dibahas sejak tadi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan bahkan kelaparan. 

2. Lingkup non fisik 

Manusia sebagai makhluk yang tidak dapat dipisahkan dengan alam memiliki ikatan kuat baik secara fisik maupun psikologisnya. Ketika lingkungan mengalami kerusakan atau penurunan kualitas dan daya dukung komponen-komponennya, tentu akan mempengaruhi manusia. Mungkin dampak langsung ini tidak mengenai manusia, perlahan-lahan akan berdampak pada hewan dan tumbuhan. Kemudian secara pasti manusia akan menyadari bahwa lingkungan telah rusak atau degradasi lingkungan sudah tidak dapat terelakan lagi. Lingkungan memiliki peran besar untuk manusia baik secara psikologi dan spiritual. 

Dampak Degradasi Lingkungan 

1. Perubahan iklim 

Tentu persoalan iklim akan senantiasa berpengaruh ketika terjadi perubahan –hal yang negatif- pada lingkungan. Perubahan iklim yang terjadi ditengarai oleh banyak faktor dan bentuk tindak perilaku manusia yang berdampak pada degradasi lingkungan. 

2. Keanekaragaman hayati terganggu bahkan dapat punah 

Rumah tinggal banyak flora dan fauna terganggu bahkan rusak. Mulai dari hutan, laut, tanah dan udara semuanya tercemar. Tentu flora dan fauna tidak memiliki lagi tempat tumbuh dan berkembang yang baik.

3. Berkurangnya air bersih 

Air bersih merupakan komponen penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Ketika sudah tidak ada lagi tanah yang tidak tercemar, hutan yang rimbun, lahan basah yang lestari maka diperkirakan sumber mata air dan cadangan air bersih akan menipis. Manusia akan mengalami krisis yang saat ini sudah dialami oleh banyak orang. 

4. Mengguncang ketersediaan kebutuhan manusia

Manusia menggantungkan hidupnya kepada alam mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Alam sangat berpengaruh besar pada kehidupan manusia. Sehingga apabila lingkungan terus mengalami kerusakan dan daya dukung serta kualitas lingkungan menurun, manusia dipastikan tidak dapat bertahan hidup. 

5. Menimbulkan bencana 

Bentuk degradasi lingkungan telah dijelaskan sebelumnya, hal tersebut memperbesar potensi alam akan menghadirkan bencana untuk kita.

Cara Mengatasi Degradasi Lingkungan 

Ada berbagai macam cara untuk mengatasi permasalahan degradasi lingkungan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengtatasi degradasi lingkungan yaitu dengan melakukan reboisasi.

1. Remediasi dan bioremediasi 

Merupakan proses pembersihan atau pemulihan dari yang sebelumnya terkontaminasi menjadi kondisi yang lebih baik. Remediasi terbagi kedalam tiga yaitu: (1) fisik yaitu berupa mengisolasi dan memindahkan cemaran yang ada kesuatu tempat; (2) kimia yaitu solidifikasi dan ekstraksi kimia dari suatu benda yang telah tercemar ; (3) biologi yaitu biofilter, bioventing dan beberapa hal lain). Kegiatan remediasi selanjutnya beralih kepada bioremediasi atau proses penyembuhan lingkungan. 

Bioremediasi terbagi menjadi dua yaitu ex-situ dan in-situ. (1) bioremediasi ex-situ merupakan usaha pemulihan yang dilakukan dengan penggalian yang berfungsi untuk membawa unsur tercemar untuk dipulihkan ditempat lain; (2) sedangkan bioremediasi in-situ adalah usaha pemulihan yang dilakukan secara langsung di tempatnya mengalami pencemaran. Biasanya dibantu oleh organisme lain untuk mensukseskan usaha pemulihan di lokasi pencemaran. 

2. Menyebarluaskan kampanye peduli lingkungan dan aksi nyata 

Penggunaan media sosial saat ini memang berperan besar untuk dapat mempengaruhi seseorang untuk bertindak. Salah satunya bentuk kampanye online yang mengajak pengguna media sosial lain untuk bergerak secara bersama atau dirumah masing-masing terkait suatu isu. Dengan menggulirkan berita mengenai kondisi degradasi lingkungan yang semakin parah, dan ajakan berupa aksi nyata lewat beberapa kegiatan tentu sedikit demi sedikit akan memberikan pengaruh. Selaian persebaran informasi dan pengetahuan terkait degradasi lingkungan, platform media sosial membantu untuk beraksi dari berbagai tempat tanpa terbatas lintas negara, suku, agama, ras, dan budaya. 

3. Pembuatan kebijakan atau aturan yang mendukung pemulihan degradasi lingkungan dan memberikan sanksi

Ketika masyarakat secara mandiri tidak timbul kesadaran, maka tindakan yang sarat akan relasi kuasa dapat dilakukan yaitu berupa perumusan kebijakan. Negara dapat memutuskan dengan mandatory untuk memaksa warga negara bertindak sesuai kebijakan atau aturan yang telah dibuat dan memberikan sanksi yang sesuai dan berefek jera bagi mereka yang tidak menjalankan aturan tersebut.

Hal ini tentu harus diselaraskan dengan pengawasan secara transparan oleh masyarakat dan dibentuk atau ditunjuk secara pasti lembaga atau badan pengawas pemulihan degradasi lingkungan. 

4. Penguatan program reboisasi, rehabilitasi lahan, reklamasi pantai dan yang lainnya 

Pelaksanaan program tersebut dapat dilakukan dengan kolaborasi antar pihak, baik pemerintah dengan civil society organization (CSO), antara CSO dengan masyarakat atau masyarakat dengan pemerintah. Yang paling penting bagaimana integrasi antar stakeholder dapat terajut dengan baik untuk implementasi program berjalan dengan baik dan tercapai tujuan yang diinginkan. 

Baca juga: 10+ Manfaat Menanam Pohon untuk Lingkungan dan Manusia

FAQ

1. Apa itu degradasi lingkungan?

Degradasi lingkungan merupakan menurun nya kualitas lingkungan akibat kerusakan yang terjadi dan berakibat pada berkurangnya fungsi komponen-komponen lingkungan sebagaimana mestinya. 

2. Apa saja dampak degradasi lingkungan?

Terdapat beberapa dampak yang mungkin timbul dari terjadinya degradasi lingkungan, yaitu: 1) Perubahan iklim; 2) Keanekaragaman hayati terganggu bahkan dapat punah; 3) Berkurangnya air bersih. Untuk mengetahui dampak dari degradasi lingkungan, baca artikel ini.

Penulis: Jati Ratna Arifah

Editor: Rionaldo Andira Lesmono