Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Pencemaran Lingkungan: Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Menanganinya (Update 2022)

Fenomena pencemaran lingkungan termasuk kondisi yang sering kita temukan di kehidupan sehari-hari. Pada pembahasan ini kita akan mengulas pengertian, jenis, penyebab, dampak dan cara mengatasi pencemaran lingkungan
Artikel lengkap tentang pencemaran lingkungan dan polusi.

Pencemaran lingkungan bukanlah sebuah fenomena baru yang saat ini kita jumpai, sejak dulu pencemaran lingkungan sudah menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh manusia.

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh kita akan menghasilkan sisa-sisa atau sampah yang seringkali menjadi penyebab berbagai bentuk polusi.

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pencemaran lingkungan adalah dimasukkannya zat energi atau komponen yang merusak lingkungan, ataupun berubahnya terhadap segala bentuk tatanan lingkungan yang berasal hasil dari kegiatan manusia maupun proses alam sehingga dapat mengancam kualitas lingkungan.

Pencemaran lingkungan dapat juga diartikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik.

Secara umum, terdapat dua bentuk penyebab pencemaran lingkungan yaitu:

  • Degradable, yaitu penyebab pencemaran yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya: Kotoran manusia, hewan dan sisa tumbuhan yang mati.
  • Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapat diuraikan secara alami karena bentuk unsurnya yang terlalu kompleks. Contohnya: Limbah berbahaya dan beracun (B3), merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain.

Fenomena pencemaran lingkungan disebabkan oleh beragam faktor secara alami atau pengaruh lain. Namun, faktor terbesarnya adalah peningkatan aktivitas manusia.

Jenis Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi 5 jenis pencemaran yang sering kita alami diantaranya yaitu:

1. Pencemaran Udara

Fenomena pencemaran udara terjadi ketika zat polutan dan penyebab pencemaran berupa gas bercampur dengan udara yang kita hirup. Jenis pencemaran lingkungan ini paling mudah ditemukan karena sifat gas-gas yang gampang menyebar.

Pencemaran udara dapat disebabkan oleh gas dan partikel yang berasal dari asap kendaraan bermotor, limbah asap pabrik dari perindustrian, dan juga asap dari pembakaran limbah rumah tangga.

Contoh gas dan polutan yang dapat menjadi sumber pencemaran udara adalah:

  • Karbon monoksida (CO), yang dihasilkan dari pembakaran bahan buangan mobil dan mesin, yang bila jumlahnya melebihi batas dapat mengganggu pernapasan.
  • Karbon dioksida (CO2), yang dihasilkan dari pernapasan makhluk hidup, proses pembusukan dari bahan organik, dan pelapukan batuan. Apabila jumlah gas karbon dioksida di atmosfer mengalami peningkatan, dapat meningkatkan suhu bumi yang menyebabkan perubahan iklim.
  • Sulfur dioksida, yang dihasilkan dari pabrik dengan bahan bakar belerang dan pembakaran fosil, dan jika bereaksi dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam.
  • Klorofuro karbon (CFC), yang digunakan sebagai bahan pendingin pada AC dan kulkas, zat CFC digunakan pada alat penyemprot rambut dan nyamuk. CFC berbahaya karena dapat merusak lapisan ozon atmosfer.

2. Pencemaran Air

Pencemaran air disebabkan oleh sisa pembuangan limbah pabrik perindustrian, sisa penggunan obat serangga dan hama pada kegiatan pertanian, sisa deterjen dari kegiatan rumah tangga.

Jumlah zat yang terkandung dalam limbah-limbah tersebut jika sudah semakin banyak. Selain mencemari air, juga dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya.

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran pada tanah disebabkan oleh beberapa hal, yaitu limbah plastik, kaleng, kaca, karet, dan barang-barang lain yang sulit terurai di tanah.

Selain itu, zat kimia seperti mangan (Mn), besi (Fe), aluminium (Al), dan timbal (Pb) yang terkandung dalam sisa buangan pertanian pada pestisida dan pupuk anorganik juga dapat mencemari tanah, seperti mengurangi tingkat kesuburan tanah.

4. Pencemaran Suara

Pencemaran atau polusi suara dapat disebabkan oleh kebisingan yang ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, pesawat dan mesin pabrik yang mengganggu pendengaran masyarakat sekita pabrik atau suatu tempat usaha.

Kondisi ini dapat dihitung berdasarkan lamanya kontak ketika suara-suara tersebut terdengar. Apabila tingkat suara yang ditimbulkan tinggi dan terus menerus didengar maka dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada manusia.

5. Pencemaran Cahaya

Pencemaran cahaya merupakan bentuk polusi yang terjadi akibat sumber cahaya yang berlebihan di suatu kawasan. Akibatnya, intensitas cahaya meningkat secara signifikan dan dapat mengganggu aktivitas manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lain.

Jenis pencemaran lingkungan ini sering terjadi di kota-kota besar.

Penyebab Pencemaran Lingkungan

Penyebab pencemaran lingkungan terbagi menjadi 5 sesuai dengan jenisnya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan berdasarkan jenisnya yaitu sebagai berikut:

A. Penyebab Polusi Udara

Penyebab utama dari polusi udara adalah aktivitas pembakaran bahan bakar fosil untuk keperluan transportasi dan listrik. Keduanya menghasilkan polutan primer dan sekunder.

Berikut ini merupakan beberapa penyebab pencemaran lingkungan di udara yaitu:

1. Pembakaran Bahan Bakar

Pembakaran bahan bakar sudah menjadi kebutuhan yang utama dalam kehidupan kita sehari-hari. Pembakaran digunakan dalam aktivitas memasak, keperluan kendaraan, pembangkit mesin, dan kegiatan industri lainnya.

2. Cerobong Asap

Penyebab terjadinya polusi udara juga berasal dari cerobong asap pabrik yang menghasilkan asap sisa hasil kegiatan produksi. Kegiatan ini melepaskan sulfur dioksida ke udara sehingga membuat udara sekitar menjadi beracun dan berbahaya jika terhirup oleh manusia.

3. Kegiatan Industri Pertanian

Penggunaan pupuk untuk keperluan pertanian menjadi peyumbang utama dari polusi udara dalam bentuk partikulat halus. Amonia merupakan zat pencemar udara yang utama berasal dari kegiatan pertanian dan peternakan.

B. Penyebab Polusi Air

Selain polusi udara, pencemaran lingkungan di air termasuk fenomena polusi yang paling umum ditemukan. Sebab, air mempunyai sifat yang dapat melarutkan berbagai macam zat.

Beberapa penyebab polusi air yang sering ditemukan yaitu:

1. Limbah Industri

Pencemaran air dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu yang paling sering kita temui adalah pembuangan limbah cair industri pabrik langsung ke sungai tanpa melalui pengelolaan di IPAL atau Instalasi Pengelolaan Air Limbah.

Semakin sering kondisi tersebut terjadi, maka dapat mencemari ekosistem air dan jika terkonsumsi oleh manusia akan berdampak jangka panjang.

2. Polusi Air Tanah

Salah satu penyebab pencemaran air yaitu berasal dari pencemaran air tanah melalui insektisida dan pestisida seperti DDT disemprotkan pada tanaman pertanian. Meskipun terbilang wajar bagi kita, aktivitas ini dapat mencemari sistem air tanah. Karena pestisida dan insektisida yang terus dipakai akan terserap ke dalam air tanah dan larut bersamanya.

3. Tumpahan Minyak di Laut

Tumpahan minyak di lautan menyebabkan kerusakan ekosistem bawah laut yang tidak bisa diperbaiki. Hal ini dapat terjadi karena sebuah kecelakaan kapal besar, kapal tanker minyak, atau bocornya pipa minyak.

4. Eutrofikasi

Eutrofikasi atau pencemaran lingkungan yang terjadi akibat aktivitas sehari-hari seperti mencuci pakaian dengan deterjen, mencuci peralatan di dekat badan air seperti danau atau sungai.

Detergen yang masuk ke air dapat menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air. Sehingga mengurangi kadar oksigen di air untuk keberlangsungan ekosistem bawah air.

Apabila zat-zat tersebut terbawa ke muara sungai dan berakhir di hutan mangrove maka akan mengancam keberlangsungan karbon biru di pesisir.

C. Penyebab Polusi Tanah

Pencemaran lingkungan terhadap tanah dapat terjadi akibat masuknya bahan kimia yang tidak diinginkan ke dalam tanah akibat aktivitas manusia. Salah satu bentuk zat kimia tersebut adalah insektisida dan pestisida yang menyerap senyawa nitrogen dari tanah. Akibatnya tanah tersebut menjadi kekurangan unsur hara untuk nutrisi tanaman.

Faktor lain penyebab terjadinya pencemaran tanah adalah pelepasan limbah industri, pertambangan, penggundulan hutan yang mengeksploitasi tanah.

D. Penyebab Polusi Suara

Kebisingan yang dapat kita rasakan di lingkungan merupakan salah satu bentuk pencemaran udara. Sumber penghasil kebisingan dapat berasal dari rumah tangga, kegiatan komersial, industri dan juga transportasi.

Pencemaran suara dapat mengganggu hingga mengakibatkan masalah psikologis berupa stress, hipertensi, gangguan pendengaran, dan lainnya.

E. Penyebab Polusi Cahaya

Penyebab polusi cahaya adalah pemakaian lampu, laser dan sumber penerangan lain yang berlebihan. Meskpun terlihat sepele, tetapi pencemaran lingkungan berupa cahaya yang berlebihan mempunyai pengaruh besar bagi kita.

Gangguan tidur, perubahan pola aktivitas dan kerusakan indera penglihatan merupakan beberapa efek samping polusi cahaya. Selain itu, aktivitas astronomi seperti mengamati bintang dengan teleskop menjadi sulit dilakukan karena pencahayaan sekitar yang berlebihan.

Namun, makhluk hidup yang paling terpengaruh dampak buruk polusi cahaya adalah hewan dan tumbuhan. Serangga akan kesulitan untuk hidup di daerah yang terlalu terang. Burung hantu dan kelelawar terganggu dengan pola hidupnya. Serta tumbuhan dapat terpengaruh sinar UV dari lampu dan laser sehingga melakukan fotosintesis di malam hari.

Dampak Pencemaran Lingkungan dan Polusi

Dampak-dampak yang timbul dari pencemaran lingkungan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Degradasi lingkungan, peningkatan jumlah karbon dioksida di atmosfer menyebabkan kabut asap yang dapat membatasi sinar matahari mencapai bumi. Sehingga menghambat proses fotosintesis. Selain itu adanya gas sulfur dioksida dan nitrogen oksida dari asap dapat memicu terjadinya hujan asam.
  2. Pemanasan global (global warming), yaitu suhu bumi mengalami peningkatan menjadi lebih panas sehingga es-es di kutub utara mulai mencair.
  3. Adanya zat-zat berbahaya dalam bahan pangan yang berasal dari laut yang disebabkan oleh limbah-limbah yang terbuang di laut, sehingga dapat berdampak juga terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsi bahan pangan tersebut. Kondisi ini juga mencemari dan merusak keseimbangan ekosistem laut.
  4. Pencemaran udara dapat berdampak buruk bagi kesehatan karena mempengaruhi jam tidur atau waktu istirahat secara keseluruhan. Pencemaran lingkungan dapat pula berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak dan menciptakan ketidakseimbangan dalam tekanan darah dan detak jantung lansia.
  5. Apabila pencemaran sudah semakin meningkat dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang parah bahkan dapat menyebabkan kematian bagi manusia.

Cara Menangani Pencemaran Lingkungan

Penanganan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Membuat dan memberlakukan peraturan atau adanya regulasi lingkungan. Hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah sebagai lembaga yang berwenang dalam membuat peraturan. Dengan adanya peraturan tentang pengelolaan lingkungan dan pengelolaan sampah dan limbah yang tepat, diharapkan dapat mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan.
  2. Menerapkan teknologi yang dapat membantu pengelolaan sampah dan limbah.
  3. Melakukan sosialisasi kepada perusahaan industri dan masyarakat luas tentang pencemaran lingkungan, pengelolaan lingkungan dan pengelolaan sampah dan limbah yang tepat.

FAQ

Apa itu Pencemaran Lingkungan?

Pencemaran lingkungan adalah fenomena bercampurnya zat pencemar dan polutan yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan ekosistem karena faktor alami atau perbuatan manusia.

Apa Saja Jenis Pencemaran Lingkungan?

Jenis pencemaran lingkungan secara umum terbagi menjadi 5 macam yaitu 1) pencemaran udara, 2) pencemaran air, 3) pencemaran tanah, 4) pencemaran suara dan 5) pencemaran cahaya. Kita telah mengulas berbagai jenis polusi di artikel ini.

Penulis: Rifdah Qotrunnada

Editor: M. Nana Siktiyana