Connect with us

Hutanpedia

Pohon Aren: Manfaat, Buah, dan Karakteristik Uniknya

Published

on

Gambar pohon aren

Pohon aren atau Arenga pinnata merupakan salah satu jenis tanaman palma yang keberadaannya hampir tersebar di seluruh Indonesia. Pengembangan tanaman aren di Indonesia memiliki prospektif yang tinggi.

Di samping pemanfaatan pohon aren memiliki nilai ekonomi, dalam produksinya mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja hingga meningkatkan penghasilan petani dan negara.

Pohon ini termasuk tanaman serbaguna karena seluruh bagian dari aren dapat dimanfaatkan mulai dari nira, batang, buah, hingga daunnya. Lantas, apa saja keunikan lain yang ada didalamnya?

Ciri-Ciri Pohon Aren

Dahulu aren dikenal dengan nama ilmiah Arenga saccharifera, namun lebih banyak dikenal dengan nama Arenga pinnata Merr (Lempang 2012). Pohon aren banyak dijumpai di daerah pantai barat India hingga Cina dan Kepulauan Guam.

Di Asia, Aren banyak ditemukan di negara Filipina, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka. Konon, tanaman ini berasal dari Indonesia.

Sumber foto: W.A. Djatmiko (Wie146), CC BY-SA 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0, via Wikimedia Commons

Aren memiliki banyak nama lokal tersendiri di setiap daerah Indonesia antara lain bak juk (Aceh), bargot (Mandailing), anau, biluluak (Minangkabau), hano (Bali), aren, lirang (Jawa, Madura), seho (Manado), moke (Flores), dan masih banyak lagi.

Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian hingga 1.300 mdpl, namun lebih menyukai pada 500-1.200 mdpl. Kondisi tanah ideal pertumbuhan aren adalah tanah gembur, tanah vulkanis, dan tanah berpasir seperti tepian sungai. Aren juga mampu hidup dengan suhu lingkungan rata-rata 250C  dengan  curah  hujan  1.200 mm/tahun.

Baca juga: 10+ Pohon Peneduh Rumah yang Cocok untuk Halaman

Ciri-ciri pohon aren adalah memiliki batang yang tinggi hingga 12 meter dengan diameter setinggi dada mencapai 60 cm (Ramadani et al. 2008). Bahkan pohon ini mampu tumbuh setinggi 15-20 meter dengan diameter 65 cm. Jenis Arenga pinnata ini memiliki bentuk daun pinnate, dengan panjang hingga 8m, anak daun berbentuk divaricate dengan panjang minimal 1 meter, dasar daun auriculate dan ujung daun lobes. 

Permukaan daun atas berwarna hijau dengan bagian bawah sedikit berwarna putih dan bertepung. Daun aren muda selalu berdiri tegak di pucuk batang dan tergulung lunak. Pelepah daun di bagian panggal melebar dan menyempit ke arah pucuk. 

Bunga pada aren jantan dan betina berpisah, besar, dan tangkai bunga muncul dari patang dengan panjang 1-1,5 meter. Bunga aren berbentuk tandan dengan malai bunga yang menggantung. Bunga aren tumbuh pada ketiak-ketiak pelepah atau ruas batang bekas tempat tumbuh pelepah. Bunga aren tumbuh secara basiferal artinya bunga paling awal terletak di ujung batang, sedangkan bunga selanjutnya terletak pada tunas ke arah bawah.

Dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan betina, namun berada pada tandan yang berbeda. Bunga jantan pada aren berwarna ungu kecoklatan dengan bentuk telur memanjang, berdaun bunga tiga dan berkelopak 3 helai. Sedangkan pada bunga betina berwarna hijau dengan mahkota bunga segitiga yang beruas-ruas, bakal biji dan putik berjumlah tiga.

Buah Aren

Walaupun terletak berpisah, bunga aren dapat berbuah atas bantuan serangga. Buah aren akan tumbuh bergelantungan pada tandan yang bercabang dengan panjang mencapai 90 cm. Apabila pertumbuhan pohon aren baik bisa 4-5 tandan buah. Buah aren termasuk dalam buah buni berbentuk bulat, ujung buah tertoreh, berukuran 4×5 cm, terdapat 3 bractea tebal, berwarna hijau dan apabila masak buah akan berwarna kuning.

Sumber foto: Domain Publik, https://id.wikipedia.org/w/index.php?curid=311999

Biasanya aren dapat berbunga pada umur 12-16 tahun bergantung pada tempat tumbuh dan kondisi lingkungan pohon (Lempang 2012). Dapat dipanen dari pohon yang berumur lebih dari 11-15 tahun (Saleh 2011 dalam Anwar 2018). Dikutip dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur 2012, aren dapat dipanen mulai dari umur 5 tahun. 

Baca juga: Jadi Sumber Pangan Dunia, Inilah 10 Macam Umbi-umbian Beserta Kandungannya

Manfaat Pohon Aren

Pohon aren dapat disebut dengan tanaman serba guna. Hampir seluruh bagian dari pohon tersebut dapat dimanfaatkan. Apa saja manfaatnya?

1. Buah Aren

Buah pohon aren berwarna putih atau bening seperti kaca. Dikenal dengan nama kolang-kaling yang biasa dipakai pada campuran bahan makanan dan minuman seperti kolak, es campur, minuman kaleng, manisan, dan lain-lain. 

Disamping itu, buah pohon aren memiliki manfaat bagi kesehatan. Kolang kaling memiliki nilai gizi sangat rendah, namun seratnya baik untuk kesehatan. Bermanfaat untuk melancarkan pembuangan air besar, penyakit jantung koroner, kanker usus, dan kencing manis (Lutony 1993).

2. Nira

Nira dapat disadap dari tandan bunga jantan selama 3-5 tahun sejak pohon aren mulai berbunga. Pada tanaman aren yang sehat, nira yang dihasilkan sebanyak 900-1800 liter/tandan dan apabila pada tanaman yang kurang sehat dihasilkan hanya 300-400 liter/tandan (Lutony 1993). 

Nira memiliki rasa manis berbau khas dan tidak berwarna. Nira aren mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Rasa manis dari nira disebabkan oleh kandungan karbohidrat mencapai 11,28%. Nira aren mudah terkontaminasi dan terfermentasi sehingga berubah rasa menjadi asam.

Nira yang masih segar dapat digunakan untuk mengobati TBC, sariawan, disentri, wasir, dan memperlancar buang air besar. Nira yang telah terfermentasi disebut dengan tuak yang berguna sebagai perangsang haid dan mengobati radang paru-paru.

Terkenalnya, nira aren dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan gula aren. Gula ini berwarna coklat kemerahan dan lebih manis. Oleh karena itu gula aren digunakan untuk membuat kue, kecap, dan olahan lainnya. Bahkan gula aren juga bermanfaat sebagai obat demam dan sakit perut.

3. Batang

Batang aren menghasilkan tepung (pati) yang diperoleh dari bagian dalam batang yang sudah tidak produktif menghasilkan nira. Empulur batang aren mengandung kadar tepung 48.9% (Ismanto et al 1995). Setiap batang aren mampu menghasilkan tepung sebesar 60-70 kg. Namun, pendapat lain mengatakan batang aren menghasilkan 100-150 kg tepung (Ismanto et al 1995). 

Tepung aren dikenal dengan istilah “hun kwe” dan tepung maizena yang digunakan untuk bahan membuat makanan antara lain cendol, mie, bihun sohun, dan lainnya.

Baca juga: Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan 2024

Budidaya Pohon Aren

Teknik budidaya pohon aren dapat dilakukan dengan penanaman bibit baik secara monokultur maupun polikultur. Pohon aren dapat tumbuh dengan baik dengan pembibitan hingga perawatan yang tepat. Menurut Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan (2013), budidaya pohon aren dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Tahap Penyediaan Bibit

Tahap pertama adalah pengumpulan buah, Pada tahap ini buah dipilih yang matang, sehat, kulit buah berwarna kuning kecoklatan. Buah yang diambil terletak pada bagian rual rakila. Buah disimpan selama 2 minggu pada karung plastik untuk memudahkan pemisahan biji dari kulit.

Tahap kedua adalah pengambilan biji harus menggunakan sarung tangan. Cara lainnya dengan memeram buah aren hingga kulit buah menjadi busuk sehingga biji terpisah dengan sendirinya.

Tahap ketiga adalah perkecambahan. Benih disemai di persemaian dengan perbandingan 2:1 antara media pasir dan serbuk gergaji. Untuk mempercepat perkecambahan, benih digosok dengan amplas pada bagian keluar apokol selebar 3 mm, kemudian benih direndam air, lalu disemaikan. Benih disiram setiap hari untuk mempertahankan kelembapannya.

Tahap keempat adalah pembibitan. Setelah apokol terbentuk 3-5 cm, bibit dipindah dalam polybag berisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2. Kemudian bibit diberi naungan dan disiram. Bibit aren dapat ditanam di lapangan setelah berumur 6-8 bulan sejak daun pertama terbentuk.

Tahap kelima adalah penanaman. Pasang ajir terlebih dahulu dengan jarak 5×5 m atau 9×9 m. Pembuatan lubang tanam 30x30x30 cm. Pada lubang tanam diberi campuran pupuk kandang, urea, dan TSP untuk mempercepat pertumbuhan. Lubang tanam didiamkan selama 3-5 hari. Kemudian, pohon aren siap ditanam.

2. Tahap Pemeliharaan Tanaman

Pemupukan dilakukan pada usia tanaman 1-3 tahun dengan pemberian pupuk urea, NPK, pupuk kandang dan KCL yang ditaburkan di sekeliling pohon aren. Jika ada hama dan penyakit kita dapat mengendalikannya dengan memberikan pestisida atau fungisida.

Tahukah Kamu, LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia

FAQ

Apa manfaat dari pohon aren?

Pohon aren memiliki beragam manfaat yang signifikan. Secara ekonomis, buahnya dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti kolang-kaling, gula aren, dan nira aren. Selain itu, pohon aren juga memberikan manfaat gizi dan kesehatan karena buahnya kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.

Secara lingkungan, pohon aren membantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan akarnya yang mampu menahan erosi tanah dan menyediakan habitat bagi berbagai jenis hewan dan serangga.

Pohon kolang-kaling apakah sama dengan pohon aren?

Ya, pohon kolang-kaling merupakan satu jenis pohon aren (Arenga pinnata). Buahnya yang kecil, manis, dan berwarna putih transparan adalah hasil dari pohon aren tersebut. Kolang-kaling merupakan salah satu produk olahan dari buah pohon aren yang populer di Indonesia dan beberapa negara lainnya.

Pohon aren itu seperti apa?

Pohon aren memiliki batang tegak, tinggi, dan kokoh. Daunnya berbentuk pita dengan ujung yang tumpul. Pohon ini cenderung tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, terutama di Asia Tenggara seperti Indonesia. Habitat alaminya meliputi hutan hujan tropis, lahan gambut, dan lereng bukit.

Survey LindungiHutan