Connect with us

Hutanpedia

Jadi Sumber Pangan Dunia, Inilah 10 Macam Umbi-umbian Beserta Kandungannya

Published

on

Mengenal jenis-jenis umbi.

Umbian-umbian merupakan sumber pangan penting yang memiliki berbagai nutrisi dan hampir tersebar rata di benua Asia dan Afrika.

Peran umbi-umbian telah memberikan banyak manfaat bagi manusia, salah satunya yaitu sebagai sumber pangan. Faktanya, setiap jenis umbi-umbian yang tersebar memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang digunakan sebagai dasar energi manusia.

Tanaman satu ini juga digunakan sebagai makanan pokok alternatif pengganti karbohidrat nasi. Bahkan, beberapa daerah tertentu di Indonesia, umbi-umbian dijadikan makanan pokok pengganti nasi.

Selain menjadi sumber energi, umbi-umbian juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk, seperti tepung, pati termodifikasi, gula cair, dan lainnya.

Saat ini umbi-umbian tidak bisa dianggap remeh keberadaanya. Memiliki nilai jual yang tinggi karena mudah dibudidaya, menjadi sumber energi pokok, dan tanamannya tahan di segala kondisi cuaca.

Mengutip dari exporthub.id, pada tahun 2019,  menurut catatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, ekspor porang sebesar 11.721 ton dengan nilai Rp 644 miliar. Sementara pada 2020 jumlahnya naik menjadi 20.476 ton dengan nilai Rp924,3 miliar. Adapun yang menjadi negara tujuannya antara lain jepang, Tiongkok, Taiwan, Vietnam, dan Thailand.

Tentunya nilai itu belum termasuk ekspor jenis umbi-umbian lainnya. Nah, artikel kali ini akan membahas jenis umbi-umbian, contohnya, serta kandungan-kandungan yang ada dalam umbi.

Baca juga: Pohon Melinjo: Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidayannya

4 Jenis Umbi-umbian

1.  Umbi lapis

Umbi lapis merupakan jenis umbi yang terbentuk dari tumpukan daun-daun yang merapat dalam susunan roset. Umbi jenis ini ditemukan dalam tanaman berkeping satu atau monokotil.

Pada batangnya, terdapat bagian keras yang disebut dengan cakram, cakram tersebut terus membengkak dan menciptakan umbi lainnya.

Contoh umbi lapis yaitu bawang merah/Allium cepa, bawang putih/Allium sativum, dan bawang bombay/Allium cepa Linn.

2. Umbi batang

Umbi batang adalah umbi yang terjadi akibat batang pada tumbuhan yang tumbuh dan berkembang dalam tanah. Umbi jenis ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi induk perkembangbiakan karena dapat menghasilkan tunas dan akar

Contoh umbi batang yaitu , talas, jahe, kencur dan kunyit.

3. Umbi akar

Umbi ini terbentuk dari akarnya yang menyimpan pati dan karbohidrat. Umbi jenis ini tidak dapat diperbanyak apabila titik tumbuhnya berada pada tunas.

Contoh umbi akar yaitu singkong, ubi jalar, wortel, dan lobak.

4. Umbi udara

Tanaman jenis ini memiliki umbi yang muncul pada bagian atas tanah. Umbi udara dapat memunculkan tunas sehingga dapat dikembangbiakan

Letak umbi udara berada pada batang yang memendek. Sebagian jenis tanaman umbi udara, umbinya ditutupi oleh bonggol.

Contoh umbi udara yaitu tanaman gembili dan uwi.

Contoh Umbi-umbian

Setelah mengetahui jenis umbi-umbian, berikut ini adalah 10 varietas umbi-umbian yang dapat ditemukan di sekeliling kita:

1. Ubi kayu (Singkong)

Singkong atau tanaman yang memiliki nama latin Manihot esculenta ini merupakan tanaman pangan yang mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh di setiap daerah yang tropis.

Di Indonesia, singkong dapat diolah menjadi berbagai macam kudapan tradisional, seperti getuk, combro, tiwul, tape, dan lainnya.

Daun dari tanaman singkong juga dapat dikonsumsi sebagai sayur pada suatu hidangan.

Selain itu, budidaya singkong dengan skala besar dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri, seperti produksi tepung singkong maupun tepung tapioka.

Selain mengandung karbohidrat, Singkong mengandung sumber mineral yang cukup banyak seperti kalsium, fosfor, mangan, zat besi, dan kalium. Mineral ini diperlukan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan menjalankan fungsi jaringan tubuh.

2. Ubi jalar

Tanaman yang memiliki nama latin Ipomoea Batatas L memiliki berbagai jenis jika dilihat dari bentuk umbi, warna umbi, dan daging umbi. Ada yang berwarna ungu, orange, kuning, dan putih.

Berbagai varietas ubi jalar sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, seperti varietas  Cilembu yang cukup berhasil dibudidayakan.

Rasa yang dihasilkan juga berbeda dengan ubi kayu, ubi jalar cenderung manis sedangkan untuk ubi kayu cenderung hambar.

Harga pasaran ubi jalar tidak terlalu mahal karena cukup banyak dibudidaya dan mudah untuk ditanam.

Cara mengolah ubi jalar paling mudah adalah dengan mengukus lalu memakannya secara langsung.

Faktanya, ubi jalar dapat dijadikan sebagai makanan alternatif pengganti nasi karena rendah gula. Ubi jalar mengandung vitamin A, vitamin B, dan zat antioksidan.

Konsumsi ubi jalar selain sebagai pengganti nasi atau untuk diet juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

3. Kentang

Kentang/Solanum Tuberosum merupakan kekuatan pangan dunia karena hampir di setiap negara menjadikan kentang sebagai makanan pokok.

Kentang merupakan tanaman yang berbentuk semak, memiliki akar yang halus, panjang batangnya bisa mencapai 50-120 cm, dan memiliki umbi yang cukup banyak dalam tanaman yang sudah dewasa.

Terdapat berbagai olahan dari kentang mulai dari skala rumah tangga hingga industri, seperti makanan, kue-kue, hingga tepung.

Kentang memiliki kandungan vitamin C, Vitamin B6, seng, potassium serta fosfor yang dapat meningkatkan produksi kolagen di kulit, serta dapat juga menyamarkan bekas jerawat di wajah.

4. Talas

Talas/Colocasia esculenta banyak tersebar di wilayah tropis dan subtropis. Umbi talas cenderung berwarna cokelat muda dan daunnya berbentuk seperti jantung, memanjang dengan sifat tahan air.

Tanaman talas mudah tumbuh di di rawa-rawa atau tempat yang dengan tanah liat.

Selain dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi, daun dan batang talas juga dapat digunakan sebagai obat alternatif membalut luka karena senyawa saponin dan flavonoid.

Selain itu, umbi talas mengandung serat, vitamin C, vitamin E, vitamin B6. Sebelum diolah, pastikan talas dimasak atau direndam dahulu, karena dapat beracun akibat kandungan oksalatnya yang tinggi.

Baca juga: Pohon Kayu Manis, Kenali Habitat dan Budidayannya

5. Porang

Porang/Amorphophallus Muelleri merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh mencapai 1,5 meter.

Tanaman ini dapat menghasilkan umbi yang memiliki nilai jual tinggi. Umbi porang saat ini banyak dicari untuk dijadikan sebagai bahan baku industri pangan dan obat-obatan.

6. Wortel

Tahukah kamu? Tanaman wortel yang biasa digunakan untuk sayuran dalam masakan sebenarnya termasuk jenis umbi-umbian loh!

Tanaman ini banyak ditanam di daerah beriklim subtropis atau di dataran tinggi di daerah tropis.

Wortel terkenal akan kandungan vitamin A-nya yang tinggi. Vitamin A berfungsi untuk menjaga sistem kerja mata.

Selain vitamin A, wortel juga mengandung beta karoten, antioksidan dan vitamin B1. Yang dapat memperlambat proses penuaan dan menurunkan resiko kanker.

7. Lobak

Lobak/Raphanus sativus merupakan tanaman sayuran umbi yang morfologinya sama seperti wortel.

Memiliki batang pendek, merambat ke tanah, berakar tunggang, membesar dan memanjang. Tanaman lobak dapat tumbuh baik pada temperatur 15-22 Celcius atau pada ketinggian 1,000 – 1,500 mdpl.

Jika wortel memiliki kandungan vitamin A, lobak memiliki kandungan mineral yang beragam. Lobak juga memiliki vitamin C, kalsium, dan fosfor.

Lobak juga dapat diolah menjadi berbagai masakan, seperti sup lobak, tumis lobak, dan macam-macam.

8. Bengkuang

Bengkuang/Pachyrhizus erosus L dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis yang panas, terkena langsung sinar matahari, dan memiliki kelembapan yang tinggi.

Saat dewasa tanaman bengkoang dapat tumbuh hingga 4-5m. umbi atau buahnya mengandung gula dan pati serta fosfor, kalsium vitamin C, B1, mineral Ca, P, K dan inulin. Umbi bengkoang juga memiliki kadar air yang tinggi yaitu sekitar 86-90%.

Bengkoang juga dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti asinan bengkoang, lumpia isi bengkoang, dan tumis bengkoang.

Bengkoang juga dapat dimanfaatkan di bidang kecantikan karena kandungan vitamin E selenium dan beta karoten yang dapat merawat kulit.

Terdapat berbagai industri yang menjadikan ekstrak bengkoang sebagai produk kecantikan seperti sabun bengkoang, masker bengkoang, lulur bengkoang, dan lain-lain.

9. Gembili

Gembili/Dioscorea esculenta L merupakan ubi yang cukup jarang ditemukan di pasar. Keberadaan Gembili lebih sering ditanam di daerah pedesaan.

Warna kulit umbi Gembili bermacam macam, ada yang berwarna cokelat dan ada yang berwarna coklat tua.

Daging umbinya berwarna putih. Secara tradisional, masyarakat pedesaan mengolah umbi gembili dengan cara direbus maupun dikukus.

Setiap 100 gram umbi gembili, mengandung 95 kilo kalori, protein 1,5 gram. lemak 0,1 gr, karbohidrat 22,4 gram, fosfor 49 miligram, zat besi 1 miligram, kalsium 14 mg.

Ubi gembili masih belum dibudidayakan secara massal, tetapi keberadaan ubi gembili berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku tepung.

10. Gadung

Umbi gadung/Dioscorea hispida dapat dijadikan alternatif pangan pengganti nasi sebab kandungan protein dan karbohidratnya yang tinggi.

Umbi gadung dapat dijadikan bahan baku berbagai macam makanan dari tepungnya seperti mie bebas gluten dan keripik gadung.

Umbi ini tidak bisa dimakan secara langsung, karena mengandung racun sianida. Harus diolah terlebih dahulu dengan cara merendam dengan larutan garam, bisa direndam dengan larutan kapur dan larutan abu.

Terdapat berbagai kandungan nutrisi pada umbi gadung seperti kandungan fiber, fosfor, potasium, thiamine (B1) dan vitamin E.

Baca juga: Pohon Leci, Cita Rasa Buah Manis dan Menyegarkan

FAQ

Apa manfaat umbi-umbian?

Salah satu manfaatnya yaitu sebagai sumber pangan. Faktanya, setiap jenis umbi-umbian yang tersebar memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang digunakan sebagai dasar energi manusia.

Apa saja jenis umbi-umbian?

Umbi lapis, umbi batang, umbi akar, umbi udara

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 700 RIBU Pohon di 45+ Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia!

Penulis: Aji

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *