Connect with us

Hutanpedia

Pohon Sengon: Klasifikasi, Ciri-ciri, Jenis dan Manfaatnya

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Pohon sengon lengkap.

Pohon sengon mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, meskipun keawetan dan kekuatan dari kayunya rendah. Tanaman ini termasuk ke produk HTI (Hutan Tanaman Industri) dengan kelas kuat IV-V.

Kemampuan adaptasi dari tumbuhan ini cukup baik. Tanaman ini dapat tumbuh berbagai kondisi tanah, dan juga tanaman ini mudah cepat tumbuh. Karena dua hal tersebut tanaman ini mudah ditemukan di pinggir jalan.

Kayu pohon sengon dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture atau perabotan rumah tangga. Dalam dunia konstruksi, penggunaan kayu tanaman ini juga mengalami peningkatan yang baik. Masa tebang dari pohon ini juga pendek, yaitu sekitar 5–7 tahun, dan pengelolaannya cenderung gampang.

Tanaman ini juga mempunyai dampak ganda, yaitu sebagai tanaman konservasi dan tumbuhan produksi. Karena tumbuhan ini mempunyai akar tunggang yang mampu kuat tumbuh ke dalam, dan rambut akar pada tanaman ini bisa menyimpan zat nitrogen, sehingga tanah disekitarnya menjadi subur.

Di Indonesia, sengon dikenal dengan beberapa nama, seperti sengon laut (Jawa), jeungjing (Sunda), tedehu pute (Sulawesi), sika (Maluku), dan bae/wahagon (Papua).

Taksonomi Pohon Sengon

Pohon sengon mempunyai klasifikasi taksonomi sebagai berikut yaitu:

KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta
SuperdivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
SubkelasRosidae
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusFalcataria
SpesiesFalcataria moluccana (Miq.) Barneby & Grimes
Tabel taksonomi sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & Grimes)

Selain itu, pohon sengon juga memiliki sinonim nama latin yaitu:

  • Albizia falcata (L.) Backer
  • Albizia falcataria (L.) Fosberg
  • Albizia moluccana Miq.
  • Paraserianthes falcataria (L.) I.C. Nielsen

Ciri-ciri Pohon Sengon

Tanaman sengon memiliki beragam ciri-ciri morfologi yang dapat terlihat dan diamati. Beberapa karakteristik pohon sengon diantaranya yaitu:

A. Akar

Jenis akar sengon berupa akar tunggang. Sistem perakaran pada pohon sengon mengandung nodul-nodul akar. Sebab akar tanaman ini bersimbiosis dengan salah bakteri, yaitu Rhizobium. Nodul yang dihasilkan dari simbiosis ini memberi manfaat yang besar bagi lingkungan sekitar, terutama untuk akar itu sendiri.

Berkat nodul pada akar sengon maka proses penyediaan nitrogen di dalam tanah dan juga porositas tanah menjadi lebih baik. Hasilnya, tanah yang ada di sekitar akar menjadi lebih subur dan jenis tanah ini sangat cocok ditanami tumbuhan palawija.

B. Batang

Sengon merupakan salah satu pohon yang tumbuh dengan cepat di dunia. Ketika umur 1 tahun tingginya dapat mencapai 7 meter, dan pada saat berusia 12 tahun tingginya mencapai 39 meter. Dengan tinggi tersebut, diameter tanaman ini mencapai 60 cm lebih dan tinggi cabang 10–30 m. Kulitnya licin, berwarna abu-abu atau kehijau-hijauan.

Pohon ini biasanya berukuran lumayan besar dan tinggi total mencapai 40 meter dan tinggi bebas cabang 20 meter. Sengon yang berusia tua diameternya mencapai 1 meter, bahkan bisa lebih. Pada umumnya, batangnya tidak berbanir, tumbuh lurus, dan bentuknya silindris.

Tajuknya melebar dan mendatar. Apabila tanaman ini tumbuh di lokasi terbuka kanopinya akan berbentuk kubah atau payung.

C. Daun

Daun pohon sengon menjadi pakanan ternak karena mengandung protein tinggi. Jenis hewan ternak yang biasanya mengonsumsi yaitu sapi, kerbau, dan kambing. Ketika daun berguguran menjadi pupuk hijau bagi tanah dan tanaman di sekitarnya.

Tajuk pohonnya menyerupai perisai dan rindang. Di beberapa area perkebunan pohon ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman penaung.

Kumpulan daunnya tersusun majemuk, menyirip ganda, dan panjang sekitar 23–30 cm. Anak daunnya kecil, banyak, berpasangan, dan terdiri dari 15–20 pasang di setiap tangkai (sumbu).

Bentuknya lonjong, dan pendek ke arah ujung. Bagian atas daun, permukaannya berwarna hijau pupus dan tidak berbulu. Pada bagian bawah warnanya lebih pucat dan terdapat rambut-rambut halus.

D. Bunga

Bunga pohon sengon tersusun dalam malai, panjangnya 12 mm, warna putih kekuningan dan sedikit berbulu. Bentuknya menyerupai saluran atau lonceng.

Bunga tanaman ini mempunyai dua kelamin, panjangnya 10–15 cm, letaknya di aksiler (ketiak). Bagian tepi kelopaknya bergerigi, tabung mahkota bentuknya corang, berwarna putik kekuningan. Jumlah dari kelopak dan mahkotanya masing-masing ada 5 helai, mempunyai satu putik, warnanya putih kekuningan dan benang sari yang banyak, berwarna putih pada pangkal bersatu menjadi tabung.

Pada umumnya, tanaman sengon berbunga ketika memasuki bulan Maret sampai Juni, dan Oktober sampai Desember. Tetapi kondisi ini dapat berubah tergantung pada iklim.

Keadaan iklim, terutama saat musim hujan, sinar matahari dan suhu udara mempengaruhi pembungaan tumbuhan ini. Pohon sengon baru akan berbunga ketika berusia 3 tahun lebih.

E. Buah

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, tidak bersayap, tidak mempunyai sekat dan panjangnya 10–13 cm dan lebar 2 cm. Di setiap buah polong berisi 15–20 biji.

Pada usia muda, buah berwarna hijau, dan akan berubah menjadi kuning sampai coklat kehitaman ketika usia tua. Apabila buah sudah masak, bijinya akan terlepas secara alamiah.

F. Biji

Biji dari tanaman ini tergolong ortodok, yaitu dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang, asalkan kadar airnya rendah (6-8%). Berwarna hijau pada usia muda, dan berubah menjadi kuning kecoklatan di usia tua. bentuknya pipih dan kulitnya tebal, tidak bersayap, dan tanpa endosperma (lebarnya 3-4 mm dan panjang 6-7 mm).

Habitat, ciri-ciri, dan manfaat pohon sengon.
Infografis pohon sengon oleh LindungiHutan.

Habitat dan Sebaran Sengon

Pohon sengon bisa hidup di ketinggian mencapai 1.800 mdpl. Umumnya, tanaman ini tumbuh lebih optimal apabila berada di wilayah yang lembab dengan curah hujan kisaran 1.000 mm–5.000 mm per tahunnya.

Dengan ketinggian tersebut, sengon juga bisa dijumpai di daerah aliran sungai dan padang sabana. Apabila sengon hidup di daerah yang terlalu lembab dan curah hujan yang tinggi, tanaman ini akan mudah terkena infeksi atau jamur.

Pohon sengon akan tumbuh secara optimal dengan kondisi tanah yang aluvial, regosol, dan latosol. Tanaman ini akan tumbuh kuat dan tegap apabila tumbuh di jenis tanah tersebut. Tekstur tanah yang cocok untuk tanaman ini adalah berlempung dan berpasir, serta tingkat keasaman atau pH sekitarnya 7 dengan suhu antara 18-27 ℃.

Tanaman sengon berasal dari daerah yang beriklim tropis, seperti India, Vietnam, Thailand, Kamboja, Burma, Laos, Cina dan juga Indonesia. Lalu tanaman ini juga tersebar sampai di Australia.

Di Indonesia, sengon sering dibudidayakan di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Di negara lain, tanaman ini populer dan dibudidayakan di Brunei, Amerika Serikat, Fiji, Kamerun, Polinesia dan lainnya.

Jenis Pohon Sengon

Pohon sengon memiliki beberapa varian yang tumbuh dan terkenal di Indonesia. Jenis-jenis sengon diantaranya yaitu:

1. Sengon Buto atau Sengon Merah

KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta
SuperdivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
SubkelasRosidae
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusEnterolobium
SpesiesEnterolobium cyclocarpum (Jacq.) Griseb.
Tabel taksonomi sengon buto (Enterolobium cyclocarpum (Jacq.) Griseb.)

Jenis sengon ini mempunyai tajuk yang rindang dan perakarannya yang dalam, sehingga sengon buto atau sengon merah dapat dimanfaatkan untuk konservasi air dan tanah.

Tanaman ini paling cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan variasi pohon sengon lainnya. Sehingga dapat membuka peluang untuk membudidayakan tanaman ini dan dijadikan sebagai bahan baku industri ataupun reboisasi.

Kulit batangnya bertekstur kasar, warnanya coklat kemerah-merahan, dan tanaman ini mudah patah. Tumbuh dan tersebar secara alami di daerah Amerika bagian utara, tengah dan selatan Mexico.

Tumbuh di ketinggian 1–1000 mdpl, serta memiliki curah hujan berkisar 600–4.800 mm per tahun. Kondisi tanah yang cocok untuk tumbuh yaitu berpasir hingga tanah padat, dengan pH berkisar 5,5–7. Pohon sengon buto juga dapat tumbuh di kondisi tanah yang kurang baik dan iklim yang kering, di ketinggian 30–1.185 mdpl.

Daunnya kecil, susunan daun pinnate, dan daun akan gugur dalam beberapa bulan setiap satu tahun. Tanaman sengon buto akan berbunga pada umur 5–11 tahun dan mulai berubah ketika umur 6–11 tahun.

2. Sengon Solomon

KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta
SuperdivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
SubkelasRosidae
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusParaserianthes
SpesiesParaserianthes falcataria (L.) I.C. Nielsen
Tabel taksonomi sengon solomon (Paraserianthes falcataria (L.) I.C. Nielsen)

Jenis pohon sengon yang satu ini juga tumbuh dengan cepat, sehingga para petani banyak membudidayakannya. Bahkan ketika umur 2 tahun, diameter tumbuhan ini sudah mencapai 14 meter.

Sengon solomon tumbuh lebih tinggi dari lainnya, percabangannya tidak begitu banyak dan relatif lurus. Sudah dapat dipanen di usia 5 tahun. Ketika sudah berusia 5 tahun, tanaman ini akan mempunyai batang cabang bebas, dengan panjang sekitar 15–20 m.

Ketinggian pohon sengon solomon bisa mencapai 40 meter dan diameternya 100 meter. Akarnya tunggang dan kuat dengan menembus ke dalam tanah.

3. Sengon Tekek

Pada ujung batang tanaman ini berwarna coklat kemerahan. Tumbuhan ini mempunyai kekuatan yang kurang baik dibandingkan dengan jenis lainnya karena mudah patah.

Pohon sengon tekek dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan multipleks, kertas dan kayu bakar.

Manfaat Pohon Sengon

Pohon sengon mempunyai beragam manfaat dan kegunaan. Bagian-bagian sengon yang sering dimanfaatkan diantaranya yaitu:

1. Batang Sengon

Kayu pohon sengon dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan papan, peti mati, penyekat, pengecoran semen, industri korek api, pembuatan pensil, papan partikel, dan bahan baku pulp kertas.

Tekstur kayu sengon biasanya berserat halus dan sedikit kasar apabila diraba.

2. Buah

Biji dari buah tanaman ini bermanfaat dalam bidang kesehatan. Bijinya diyakini bisa menurunkan darah tinggi, kolesterol dan asam urat.

Cara mengolah agar biji menjadi obat herbal yaitu dengan menjemur biji hingga biji keluar dari kulitnya yang keras dan benar-benar bersih.

3. Daun

Pohon sengon memiliki daun mengandung protein yang tinggi, sehingga sering dimanfaatkan oleh peternak sebagai bahan pakan hewan ternak mereka.

Daunnya dari tanaman ini juga sudah terkenal di kalangan para peternak karena kualitasnya yang unggul. Contoh hewan yang memakan daun sengon adalah sapi, kerbau, dan kambing.

4. Akar

Sistem perakaran pohon sengon banyak mengandung nodul akar. Nodul akar merupakan hasil simbiosis akar dengan bakteri Rhizobium. Kandungan tersebut bermanfaat bagi tumbuhan di sekelilingnya, karena dengan adanya nodul akar bisa membantu porositas tanah dan penyediaan unsur nitrogen di dalam tanah.

Keadaan tersebut membuat tanah yang ada disekitarnya menjadi subur. Akar rambutnya pun bermanfaat untuk menyimpan zat nitrogen, ini lah yang membuat tanah yang ada di sekeliling pohon sengon menjadi gembur.

FAQ

Kayu Sengon Digunakan untuk Apa?

Manfaat kayu pohon sengon biasa digunakan untuk pembuatan peti, perahu, bagian-bagian rumah, jembatan kayu, pembuatan papan dan industri korek api.

Apa Ciri-ciri Pohon Sengon?

Sengon mempunyai karakteristik dan ciri-ciri sebagai berikut 1) berakar tunjang, 2) batangnya lurus menjulang dengan ketinggian 7-39 meter, 3) Kulit batangnya berwarna abu-abu atau kehijauan dan licin apabila diraba, 4) tajuk pohonnya seperti perisai dan rindang, 5) buah sengon berbentuk polong. Ciri-ciri sengon lengkap telah kita bahas pada artikel ini.

Penulis: Marchyta Putri Prabowo

Editor: M. Nana Siktiyana

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sedekah Pohon LindungiHutan