Connect with us

Lingkungan

5 Langkah untuk Memulai Implementasi Energi Terbarukan

Published

on

Energi terbarukan adalah

Tahukah kamu, salah satu indikator utama perubahan iklim yaitu meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia secara signifikan mempengaruhi perubahan skala planet di darat, atmosfer, dan samudra, yang berdampak dramatis dan jangka panjang.

Kunci untuk mengatasi krisis ini adalah dengan mengakhiri ketergantungan kita pada energi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil – penyebab utama perubahan iklim.

Apa Itu Energi Terbarukan?

Energi terbarukan adalah sumber energi yang berasal dari alam dan dapat digunakan atau dimanfaatkan secara berkelajutan. Penggunaan istilah energi terbarukan diperkenalkan pada pertemuan Konferensi Para Pihak (COP) ke-21 Perserikatan Bangsa-Bangsa di Paris pada tahun 2015.

Adapun, beberapa contoh energi terbarukan seperti energi panas bumi, energi air, energi tumbuhan (bio energi), energi samudra/laut, angin, surya.

5 Langkah Implementasi yang Dapat Dilakukan

So, apa saja tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim menggunakan energi terbarukan? Cek selengkapnya di bawah ini!

1. Jadikan Teknologi Energi Terbarukan Sebagai Barang Publik Global

Untuk menjadikan teknologi energi terbarukan atau renewable energy sebagai barang publik global, yang dapat diakses oleh semua orang, tidak hanya orang kaya, diperlukan penghapusan hambatan dalam berbagi pengetahuan dan transfer teknologi, termasuk masalah hak kekayaan intelektual.

Perlu dipahami bahwa infrastruktur penting untuk disiapkan sebelum kita mengimplementasikan secara penuh energi terbarukan. Teknologi penting seperti sistem penyimpanan baterai memungkinkan penggunaan renewable energy seperti matahari dan angin untuk disimpan dan dilepaskan sesuai kebutuhan orang, komunitas, dan bisnis.

Ketika digabungkan dengan generator terbarukan, teknologi penyimpanan baterai dapat memberikan listrik yang andal dan lebih murah bagi komunitas yang terisolasi di luar jaringan listrik atau di lokasi terpencil.

Baca juga: Energi Alternatif: Potensi di Indonesia dan 5 Contohnya

2. Tingkatkan Akses Global ke Komponen dan Bahan Mentah

Untuk memastikan pasokan yang memadai dari komponen energi terbarukan dan bahan baku, akses yang lebih luas diperlukan pada semua komponen dan material utama yang diperlukan untuk memproduksi turbin angin, jaringan listrik, kendaraan listrik, dan lain sebagainya.

Guna mencapai tujuan ini, diperlukan koordinasi internasional yang signifikan untuk memperluas dan mendiversifikasi kapasitas produksi secara global. Selain itu, investasi yang lebih besar diperlukan untuk memastikan transisi yang adil dengan cara melatih keterampilan masyarakat, melakukan penelitian dan inovasi, serta memberikan insentif untuk membangun rantai pasokan yang berkelanjutan dan melindungi ekosistem dan budaya.

Energi terbarukan

3. Memberikan Wadah yang Besar untuk Teknologi Energi Terbarukan

Meskipun kerja sama dan koordinasi global sangat penting, reformasi kebijakan dalam negeri juga perlu dilakukan untuk mempercepat proyek energi terbarukan dan menarik investasi sektor swasta.

Kendati teknologi, kapasitas, dan dana untuk transisi energi terbarukan sudah tersedia, kebijakan dan proses yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko pasar dan memberi insentif pada investasi.

Ini dapat dilakukan dengan menyederhanakan proses perencanaan, perizinan dan regulasi, serta mencegah kemacetan dan birokrasi. Selain itu, pengalokasian ruang untuk memungkinkan pembangunan skala besar di zona energi terbarukan khusus dapat membantu.

Setiap negara harus menetapkan target energi terbarukan yang selaras dengan 1,5C melalui kontribusi yang ditentukan secara nasional.

Kebijakan yang jelas dan kuat, proses yang transparan, dukungan publik, dan ketersediaan sistem transmisi energi modern adalah faktor kunci untuk mempercepat penyerapan teknologi energi angin dan matahari.

Baca juga: Biofuel, Sumber Energi Ramah Lingkungan Penyangga Aktivitas Kehidupan di Masa Depan

4. Mengalihkan Subsidi Energi dari Bahan Bakar Fosil ke Energi Terbarukan

Menurut IMF, subsidi yang diberikan pada bahan bakar fosil tidak efektif dan juga tidak adil. Di sebagian besar negara berkembang, sekitar 50 persen dari dana publik yang digunakan untuk mendukung konsumsi bahan bakar fosil dikhususkan untuk mendukung 20 persen dari populasi terkaya.

Memindahkan subsidi dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan tidak hanya akan mengurangi emisi, tetapi juga akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mempromosikan kesetaraan, terutama bagi orang-orang miskin dan rentan di seluruh dunia.

5. Investasi dalam Energi Terbarukan

Setidaknya $4 triliun per tahun perlu diinvestasikan dalam energi terbarukan hingga tahun 2030 – termasuk investasi dalam teknologi dan infrastruktur – untuk memungkinkan kita mencapai emisi net-zero pada tahun 2050.

Kendati mahal, harga yang dibayarkan tentu sepadan dengan apa yang kita dapatkan dari  kelestarian bumi dan lingkungan.

Baca juga: Potensi Energi Alternatif di Indonesia dan 5 Contohnya

Lawan Pemanasan Global: Cek Emisi Karbonmu Sekarang Juga!

Cara paling mudah untuk melawan pemanasan global dan perubahan iklim adalah dengan mengetahui berapa emisi karbon yang kita hasilkan sehari-harinya. Imbangi bisa menjadi solusinya guna menebus jumlah emisi tersebut dengan menanam pohon bersama kami.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan energi terbarukan?

Energi yang berasal dari sumber daya alam dapat diperbarui dan jumlahnya tidak terbatas.

Apa itu perubahan iklim?

Fenomena yang terjadi akibat pemanasan global yakni perubahan suhu dan pola cuaca jangka panjang.

Apa saja yang termasuk energi terbarukan?

Contohnya energi terbarukan seperti energi surya, energi air, energi angin, energi panas bumi, energi pasang surut air laut, bio energi

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Rehoboth

    25/05/2023 at 22:45

    Nice post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh Annual Report LindungiHutan