Connect with us

Lingkungan

Etika Lingkungan: Pengertian, Jenis, Prinsip, Tujuan, dan Contoh Penerapannya

Published

on

etika lingkungan hidup

Tidak bisa dimungkiri, perkembangan industri dan pembangunan yang kian pesat berimplikasi kepada penurunan kualitas lingkungan , hingga ke tahap tidak dapat dipulihkan kembali menjadi sedia kala.

Begitu banyak masalah perusakan lingkungan seperti deforestasi, alih fungsi lahan, polusi udara , pencemaran limbah, dan aktivitas lainnya yang dilakukan karena keuntungan ekonomi semata.

Dalam upaya memastikan kelestarian lingkungan, diperlukan langkah strategis yang diimbangi tujuan berbasis ekologis dan sosial yang berkesinambungan.

Dengan kata lain, penerapan etika lingkungan adalah langkah yang sangat penting untuk menciptakan hubungan manusia dan lingkungan yang sinergis dan berkesinambungan.

Mengapa demikian? Apa yang dimaksud dengan etika lingkungan? Seperti apa contoh penerapan etika lingkungan? Simak penjelasannya di bawah berikut!

Apa yang Dimaksud dengan Etika Lingkungan?

Etika lingkungan adalah paradigma moralitas manusia dalam hubungannya dengan lingkungan hidup sekitarnya. Etika lingkungan merupakan pendekatan holistik untuk memahami dan mengevaluasi kewajiban moral manusia untuk melindungi dan melestarikan lingkungan.

prinsipnya berupaya untuk menyatukan kepentingan manusia dan lingkungan, dengan mengakui bahwa keduanya memiliki hubungan yang saling ketergantungan. Maka dari itu, etika lingkungan dibutuhkan agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dipertimbangkan secara cermat demi menjaga keseimbangan.

Adapun alasan mengapa konsep dan paradigma ini penting untuk diterapkan di kehidupan manusia sehari-hari adalah karena manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga hendaknya haruslah selalu berupaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Termasuk mengenai penggunaan sumber daya alam yang tidak berlebihan, karena selain dapat merusak tatanan ekosistem alam, lingkungan tersedia tidak hanya untuk manusia saja, melainkan juga untuk berbagai macam makhluk hidup lainnya.

Baca juga: Apa Itu Hutan Konservasi? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Jenis-Jenis Prinsip Etika Lingkungan

Terdapat beberapa jenis dari paradigma etika lingkungan yang masing-masing mengedepankan aspek tertentu dalam memandang hubungan antara manusia dan lingkungan, yang lebih jelasnya sebagai berikut:

1. Ekstensi Libertarian

Merupakan jenis etika lingkungan yang berfokus kepada hak individu untuk melakukan apapun yang diinginkannya terhadap lingkungan dan sumber daya alam ada di dalamnya.

Konsep ini menempatkan kepentingan manusia di atas kepentingan makhluk lainnya. Meskipun demikian, ekstensi libertarian juga menekankan bahwa seorang individu tidak boleh memaksakan nilai-nilainya kepada orang lain dan harus menghormati pilihan orang lain.

Ini memang terkesan mempromosikan hak individu terhadap penggunaan sumber daya alam, tetapi di sisi lain sangat berbahaya karena jika salah kaprah dapat berujung pada eksploitasi lingkungan secara berlebihan.

2. Ekstensi Ekologi

Pandangan dari jenis etika lingkungan ini menekankan pentingnya bagi manusia untuk bekerja sama dengan lingkungan hidup demi mempertahankan kelestarian alam yang berkesinambungan di masa mendatang.

Jenis ekstensi ekologi berfokus pada pelestarian lingkungan alam dan sumber dayanya untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem lingkungan.

3. Etika Konservasi

Jenis etika lingkungan berikut ini menggabungkan kedua aspek utama dari ekstensi libertarian dengan ekstensi ekologi, dengan mendorong individu untuk menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan bijaksana agar cukup untuk generasi masa depan.

Singkatnya, etika konservasi berfokus pada pelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang dengan memastikan bahwa sumber daya alam yang ada saat ini tidak terkuras atau rusak tanpa dapat diperbaiki.

Prinsip Etika Lingkungan

Terdapat delapan prinsip yang menjadi intisari konsep etika lingkungan, yaitu sebagai berikut:

1.  Menghormati Nilai Intrinsik Alam

Alam tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas atau sumber daya untuk dieksploitasi dan dibuang.

2. Saling Ketergantungan Spesies dan Ekosistem

Manusia berperan dalam melestarikan dan melindungi lingkungan, karena manusia bergantung pada alam dan sistem alam untuk bertahan hidup.

3. Keberlanjutan Ekologis

Penggunaan sumber daya alam haruslah dilakukan secara bertanggungjawab dan dengan tujuan untuk melestarikan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

4.  Tanggung Jawab Manusia

Manusia harus bertanggung jawab atas tindakan dan keputusannya serta konsekuensinya terhadap lingkungan hidup.

5. Kesetaraan Manusia

Etika lingkungan mendorong perjuangan untuk dunia yang adil, yang mana hak-hak dan kebutuhan manusia, hewan, dan tumbuhan harus dihormati dan dilindungi.

Baca juga: Perubahan Iklim Menuntut Keadilan Iklim, Edi dari Pulau Pari Menyampaikan Tuntutannya di Eropa

6. Prinsip Kehati-hatian

Manusia harus melakukan tindakan pencegahan terhadap kerusakan lingkungan, bahkan ketika bukti ilmiah tidak meyakinkan.

7. Hak untuk Tahu

Individu berhak untuk mengakses informasi mengenai isu-isu lingkungan.

8. Hak untuk Berpartisipasi

Warga dari suatu negara berhak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait kebijakan lingkungan.

Tujuan dan Pentingnya Penerapan Etika Lingkungan

Mengapa penting? Karena ini merupakan langkah esensial yang bertujuan untuk melindungi lingkungan hidup serta seluruh spesies yang menghuninya dan segala sumber daya alam yang terkandung didalamnya.

Penerapannya bisa dimulai dengan mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan dan mendorong kesadaran akan dampak tindakan manusia terhadap lingkungan, dengan menekankan keterkaitan antara semua makhluk hidup dan lingkungan hidup yang menaunginya.

Etika lingkungan membantu manusia membangun hubungan yang lebih baik dengan alam, dengan mengakui nilai intrinsiknya, bukan hanya nilai instrumentalnya, dengan mendorong kerangka berpikir di luar kebutuhan mendesak dan mempertimbangkan implikasi jangka panjang pengaruh manusia terhadap lingkungan hidup.

Terlebih lagi, etika lingkungan juga mendorong kebijakan publik dan hukum yang lebih baik, yang membantu pemastian tindakan menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dengan baik.

Bagaimana Contoh Penerapan Etika Lingkungan dalam Kehidupan Sehari-hari?

Pada dasarnya etika lingkungan adalah prinsip dalam menghargai lingkungan, oleh karena itu penerapannya di kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan sumber daya alam seperti meminimalisir penggunaan kertas, plastik, AC, kulkas, dan lain-lainnya.

Selain itu, Anda juga dapat mengupayakan menghemat penggunaan bahan bakar kendaraan sehari-harinya, atau menggunakan transportasi umum sebagai alternatif. Lalu untuk pengelolaan sampah menggunakan prinsip 3R sehingga tidak menimbulkan limbah.

Bagi perusahaan, etika lingkungan menjadi etika bisnis melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Pengadaan program CSR seperti penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat dapat mengarahkan individu-individu yang terlibat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap pentingnya kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Panduan Program Penghijuan untuk CSR Perusahaan

FAQ

Apa saja prinsip-prinsip etika lingkungan hidup?

Menghormati nilai intrisik alam, saling ketergantungan spesies dan ekosistem, keberlanjutan ekologis, tanggung jawab manusia, kesetaraan manusia, prinsip kehati-hatian, hak untuk tahu, hak untuk berpartisipasi.

Apa yang dimaksud dengan etika lingkungan?

Etika lingkungan adalah tentang cara kita berperilaku terhadap alam dan upaya kita untuk melindungi serta merawatnya. Ini mencakup tindakan kita dalam menjaga lingkungan agar tetap sehat dan berkelanjutan, serta kesadaran akan dampak yang kita hasilkan terhadap ekosistem alam.

Bagaimana kita menerapkan etika lingkungan?

Sederhananya mulai dengan mengurangi konsumsi sumber daya, mendukung energi bersih, daur ulang, berbelanja secara bertanggung jawab, dan mendukung aksi-aksi pelestarian lingkungan.

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 45+ Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia!

Penulis: Prabu Haryo Pamungkas

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *