Connect with us

Tim Kami

Chashif Syadzali, Perjalanan Bersama LindungiHutan dan Proses Pengembangan Produk

Logo LindungiHutan

Published

on

chashif syadzali lindungihutan cto cacip

Artikel ini terakhir diperbaharui pada 23 Oktober 2025.

Pernahkah kamu merasa suhu bumi semakin panas dari tahun ke tahun? Hal yang sama juga dirasakan oleh Chashif Syadzali, seorang anak muda yang mulai menyadari bahwa perubahan iklim bukan sekadar isu, melainkan kenyataan yang semakin terasa.

Saat menempuh pendidikan di salah satu universitas di Kota Semarang, Cacip, sapaan akrabnya, merasakan betapa panasnya kota tempat ia tinggal. Dari situlah muncul kesadaran bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk membantu mengatasi dampak perubahan iklim.

Dengan latar belakang teknologi informasi yang dimilikinya, ia memilih mengembangkan platform pelestarian alam dan lingkungan bernama LindungiHutan.

Jika kamu pernah mengunjungi website LindungiHutan, ya, tentu saja Chashif Syadzali adalah sosok di balik itu semua. Melalui fitur-fitur yang ada, berbagai kemudahan dapat dirasakan pengguna, sekaligus menjadi cara untuk turut memperbaiki kondisi lingkungan saat ini.

Bagaimana kisah perjalanan Chashif Syadzali bersama LindungiHutan selama ini? Simak perjalanannya berikut ini!

Cerita Awal Berdirinya LindungiHutan, Mengapa Terpikirkan Membuat Platform di Sektor Lingkungan?

Chashif Syadzali, atau akrab disapa Cacip, telah menjadi CTO LindungiHutan sejak awal berdirinya. Pertemuannya dengan Hario (Founder LindungiHutan) terjadi pada September 2016 dalam sebuah acara himpunan mahasiswa di sekitar kampus.

Setelah perbincangan singkat, Hario mengajaknya untuk membangun bisnis di bidang digital. Namun, kerja sama tersebut tidak berlangsung lama karena ide dan eksekusinya belum berjalan dengan baik.

Satu bulan kemudian, Cacip kembali bertemu dengan Hario. Dalam pertemuan itu, ia diajak untuk menjalankan sebuah ide bisnis bernama LindungiHutan.

cacip chashif chadzali lindungihutan

Kala itu, gambaran sederhana bisnis tersebut adalah sebuah wadah penggalangan dana seperti Kitabisa, namun berfokus pada isu hutan dan lingkungan.

Panasnya Kota Semarang yang dirasakan Cacip membuatnya menerima ajakan Hario untuk mengembangkan LindungiHutan. Ia percaya bahwa penanaman pohon dapat membantu menghambat laju perubahan iklim yang sedang terjadi.

Cacip juga menyadari bahwa upaya individu tidak akan memberikan dampak besar. Menurutnya, menanam satu pohon secara mandiri belum cukup untuk memberikan perubahan berarti bagi lingkungan.

“Akhirnya, aku setuju dengan ide mas Hario. Aku support untuk bikin product atau teknologinya yang bisa dipakai orang banyak. Aku kerjain sekitar 1-2 bulan saja. Dua fitur yang aku bikin ada campaign dan donasi,” tutur Cacip.

Dirinya juga menambahkan dua fitur atas permintaan Hario, yaitu Gabung Aksi dan Penghitung Emisi Karbon.

“Tapi, Mas Hario minta ditambahkan fitur lain berupa gabung aksi dan penghitung emisi karbon. Kalau di gabung aksi, tujuannya orang lain juga bisa ikut menanam bersama kami, Sedangkan untuk penghitung emisi karbon, kita bisa tau berapa emisi yang diserap oleh pohon-pohon yang didonasikan oleh mereka,” tambah Cacip.

Masa itu, LindungiHutan hanya memiliki tiga anggota, yaitu Hario, Cacip, dan Aini. Mereka menjalankan berbagai kegiatan awal perusahaan secara mandiri, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Pada beberapa bulan pertama, Hario kerap mengajak Ben (yang kini menjabat sebagai CEO LindungiHutan) untuk ikut serta dalam kegiatan survei dan penanaman pohon. Dari situ, Ben mulai aktif terlibat dalam berbagai kegiatan LindungiHutan.

Akhirnya, pada Februari 2017, Ben resmi bergabung menggantikan Aini yang mengundurkan diri pada bulan sebelumnya. Tak lama setelah itu, tim kecil ini berhasil meraih juara pertama di ajang Hacksprint 1000 Startup Digital di Kota Semarang.

Baca juga: LindungiHutan Raih Penghargaan “Eco-Resilient Agent” di EPSA 2025

Bagaimana Pembagian Peran Awal Berdirinya LindungiHutan? 

“Awal berdirinya LindungiHutan, setiap yang berkaitan dengan bisnis dikerjakan Hario sebagai CEO (Chief Executive Officer), pemasarannya dikerjakan Ben sebagai CMO (Chief Marketing Officer), dan product menjadi tugasku sebagai CTO (Chief Technology Officer),” tutur Cacip.

Pembagian peran dan tanggung jawab dalam pekerjaan memang penting. Sebab, mempermudah dalam mencapai goals suatu perusahaan. 

Menurut Cacip, perusahaan akan susah berkembang apabila hanya memfokuskan pada tugas masing-masing pada saat itu. Sumber daya yang terbatas, membuat dirinya harus bisa melakukan apapun tergantung yang perusahaan butuhkan. 

“Namanya juga startup, jadi kita kekurangan sumber daya manusia. Perusahaan kita gak akan bisa maju kalau hanya mengkotak-kotakkan peran atau tugas. Okelah, menurut title aku seorang CTO, tetapi ketika perusahaan butuh aku di bisnis ya aku akan lakukan itu. Aku juga pernah ikut berjejaring di beberapa event.” terang Cacip.

Jika Ada Request Baru Mengenai Fitur, Bagaimana Proses Hingga Eksekusinya?

Biasanya, fitur baru di landing page dibuat berdasarkan permintaan dari tim LindungiHutan. Mereka sering menyampaikan idenya kepada Cacip dalam beberapa kalimat sederhana. Setelah itu, ia mulai membuat coretan awal sebelum mengeksekusinya.

Idealnya, setiap fitur baru perlu dianalisis, divalidasi, dan dihitung dampaknya bagi perusahaan. Namun, Cacip memiliki pendekatan yang berbeda.

Ia berpegang pada prinsip untuk membuat produk seminimal mungkin agar proses pengembangan lebih cepat dan dapat segera mendukung kebutuhan bisnis.

“Kalau ngoding, bisanya secepat mungkin aku selesaikan, karena fitur ini bisa jadi apa yang konsumen butuhkan. Biasanya juga langsung launching. Jadi ya semakin cepat menunjang bisnis,” tutur Cacip.

Bagi Cacip, fitur baru di LindungiHutan sebaiknya langsung dimanfaatkan terlebih dahulu. Jika muncul error, hal itu bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu.

Ia juga menambahkan bahwa insight dari customer menjadi bahan berharga dalam mengembangkan dan menyempurnakan fitur-fitur yang telah ia buat.

Baca juga: Simak Capaian LindungiHutan dalam Annual Report 2024!

Secuil Kisah yang Pernah Dirasakan Chashif Syadzali Selama di LindungiHutan

Dalam proses mengerjakan fitur di LindungiHutan, Cacip mengaku sering menghadapi tantangan yang tidak mudah. Ia harus melewati berbagai tahap pengembangan yang memerlukan waktu, ketelitian, dan ketahanan mental.

cto lindungihutan chashif chadzali

Untuk menyiasatinya, ia memilih membuat Minimum Viable Product (MVP) terlebih dahulu. Melalui fitur dasar yang ia kembangkan, produk tetap memiliki nilai guna yang tinggi dan bisa langsung dimanfaatkan pengguna.

“Kalau ditanya fitur yang aku rasa berat dan makan waktu lama, jawabannya itu pasti ada dan aku bisa bilang banyak Tapi setiap fitur yang aku bikin, aku biasa buat MVP-nya dulu. Jadi, di depan aku develop dulu fiturnya, setelah itu aku perbaiki yang kecil-kecilnya. Yang penting fitur itu bisa berfungsi dulu,” jawab Cacip.

Walaupun Cacip banyak menghabiskan waktunya di bidang produk, mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu untuk mengembangkan website LindungiHutan, ternyata ia juga pernah mengisi posisi sebagai customer service.

cacip cto lindungihutan founder

Suatu ketika, ia menerima ucapan terima kasih dari customer atas kerja keras yang telah ia lakukan. Momen sederhana itu menjadi pengalaman berkesan yang memberinya semangat baru untuk terus berkontribusi melalui teknologi.

“Waktu aku jadi admin, ada salah satu customer ngucapin terima kasih karena dia bisa ngerayain ulang tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan caranya mudah tinggal bikin kampanye aja. Disitu aku merasa seneng banget, yang aku rasain itu seperti kerja kerasku selama ini bisa bermanfaat dan aku merasa terbayarkan dengan itu,” pungkas Cacip.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Butuh Info Lebih Lanjut?

Ana Salsabila adalah Junior SEO Content Writer di LindungiHutan yang berpengalaman dalam penulisan artikel tentang lingkungan dan kehutanan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *