Connect with us

Hutanpedia

Buah Bogem: Ciri-Ciri, Manfaat, Dan Ragam Produk Olahannya

Published

on

buah bogem adalah

Sebagai negara maritim yang diberkahi jutaan pulau dengan potensi berbasis laut yang masif, Indonesia juga merupakan surga untuk keberadaan ekosistem hutan mangrove yang hidup di daerah pesisir dan perairan payau.

Selain menjadi habitat dari beragam biota laut dan sebagai garda yang mencegah abrasi, hutan mangrove dengan ragam jenisnya juga banyak dimanfaatkan menjadi sumber pangan dan produk ekonomi oleh masyarakat Indonesia.

Termasuk buah bogem yang merupakan hasil dari tanaman mangrove jenis pedada, dan terkenal menjadi bahan olahan pangan yang penuh khasiat.

Apa itu Buah Bogem?

Memiliki nama latin Sonneratia caseolaris, buah bogem juga lebih sering disebut sebagai buah pedada, dan banyak dijumpai di daerah perairan payau. Pohon mangrove jenis pedada ini dapat menghasilkan buah pada dua periode pembuahan, yakni pada bulan April hingga Juli dan September hingga November.

Pohon pedada yang menghasilkan buah bogem ini dapat tumbuh di kawasan bersalinitas tinggi hingga rendah, dan bahkan mampu tumbuh di perairan tawar hingga daratan tanah. Di Indonesia, keberadaan buah bogem dapat ditemui di Sumatera, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Buah bogem berbentuk seperti bola dengan diameter 6-8 cm, yang terbungkus bagai kelopak bunga dengan ujung buah bertangkai dan identik dengan warna hijau mengkilap kekuningan.

Mempunyai rasa asam yang diimbangi dengan aroma khas dan bisa dimakan secara langsung. Malahan, buah ini diketahui memiliki kandungan gizi yang melimpah dan zat antioksidan yang tinggi, sehingga sangat berkhasiat untuk kesehatan.

Baca juga: Yuk Kenalan dengan 4 Jenis Buah Mangrove, yang Bermanfaat sebagai Sumber Pangan

Manfaat Buah Bogem

Seperti yang telah disebutkan di atas, buah bogem mengandung gizi yang sangat melimpah, sehingga komoditas ini sering diolah menjadi produk sirup yang bernilai ekonomi dan kesehatan yang tinggi.

Kekayaan buah bogem terdiri dari kandungan serat, karbohidrat, pati, mineral, makronutrien, serta vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C yang cukup tinggi, sehingga tentunya sangat berkhasiat untuk mengobati panas dalam, sariawan, batuk, dan flu.

Kandungan antioksidan yang dimiliki buah terdiri dari senyawa fitokimia berupa steroid, terpenoid, dan flavonoid yang berfungsi dalam menetralisir radikal bebas yang menyerang sel-sel tubuh manusia dan juga menjadi penyebab penyakit kanker.

Manfaat buah bogem juga ada pada kulitnya di mana diketahui mengandung senyawa tanin yang juga berfungsi sebagai antioksidan karena mampu menyeimbangkan fraksi lipid dan keaktifannya dalam penghambatan lipoksigenase.

Sementara jika dikonsumsi secara langsung, daging buahnya mengandung saponin dan steroid yang dapat berfungsi sebagai zat anti inflamasi.

Baca juga: 8 Jenis Mangrove yang Perlu Kamu Ketahui!

Berbagai Produk Olahan Buah Bogem

Sirup bogem merupakan produk olahan paling terkenal yang dibuat dari buah bogem . Usaha olahan sirup ini tersebar cukup merata di Indonesia, dan dikenal dengan banyak nama seperti berembang, pidada merah, palapat, dan lain-lain.

Dengan kandungan air yang tinggi mencapai 79%, proses pembuatan sirup bogem terbilang mudah sehingga memang sangat cocok dijadikan lahan usaha. Umumnya, buah bogem yang telah matang akan diambil dagingnya, dan kemudian akan terus diremas-remas agar mendapatkan sari buahnya.

Setelah selesai meremas, sari buah tersebut lalu disaring dan direbus hingga mendidih sambil menambahkan gula, air, secang, rosella, dan kayu manis untuk menciptakan cita rasa sirupnya.

Tidak hanya diolah menjadi sirup, berdasarkan penelitian Rohman (2018), buah bogem sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai tepung yang dapat meningkatkan daya awet, serta menjadi bahan pangan alternatif yang lebih ekonomis berupa bahan untuk produk lanjutan seperti edible film sebab kadar karbohidrat dan patinya yang tinggi.

Belakangan buah mangrove ini juga diolah untuk membuat tempe, mengawetkan tahu, menciptakan permen jeli, dan berbagai macam kue. Bahkan berdasarkan tulisan Wiratno, dkk (2017), bogem dimanfaatkan sebagai obat keseleo dan luka memar di beberapa negara.

Baca juga: Cerita Alpiah Mengenalkan Olahan Mangrove Bersama Kelompok Kebaya Muaragembong Bekasi

LindungiHutan Membersamai Penanaman Mangrove yang Berkelanjutan

Sampai saat ini, LindungiHutan berhasil menanam lebih dari 800 RIBU pohon di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami melibatkan ratusan kelompok masyarakat setempat dalam proses penanaman, mulai dari penyediaan bibit hingga monitoring dan penyulaman!

Sebanyak 500 lebih perusahaan dan brand berkolaborasi dengan LindungiHutan untuk turut serta berkontribusi dalam upaya pelestarian dan konservasi hutan.

Baca juga: Cerita Bank Danamon Menanam Mangrove Bersama LindungiHutan

Wujudkan Komitmen Perusahaan Anda Terhadap Lingkungan Bersama LindungiHutan! Mudah, Tepat Sasaran, Berkelanjutan

Penulis: Prabu Haryo Pamungkas

Survey LindungiHutan