Connect with us

Wilayah

Pantai Baros Bantul dan Serba-serbi Ekowisata Mangrove-nya

Published

on

Lokasi penanaman mangrove LindungiHutan di Pantai Baros, Bantul.

Kabupaten Bantul mempunyai potensi dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena letaknya yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman di utara, Kabupaten Gunung Kidul di timur, Samudra Hindia di selatan.

Ada banyak destinasi wisata pantai yang terkenal di Kabupaten Bantul di antaranya Pantai Baros, Pantai Parangtritis, Parangkusumo, Pantai Depok, Pantai Samas, Pantai Pandansimo, Pantai Goa Cemara, Pantai Baru, dan Pantai Kowaru. Bagian selatan kabupaten ini juga merupakan ujung barat dari Pegunungan Sewu dan dialiri tiga sungai mulai dari Kali Progo, Kali Opak, dan Kali Tapus. 

Plesir ke Ekowisata Mangrove Pantai Baros Bantul

Selain wisata pantai dan desa, di Kabupaten Bantul juga memiliki ekowisata mangrove  yang berada di kawasan Pantai Baros. Pantai Baros adalah salah satu destinasi wisata utama yang terletak di Kecamatan Kretek di sekitaran muara Sungai Opak.

Lokasi Pantai Baros sendiri tepatnya berada di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika dibandingkan dengan kawasan wisata mangrove di Pantai Pasir Kadilangu, tentu lokasi Pantai Baros ini lebih dekat dengan Kota Yogyakarta. 

Pantai Baros Jogja
Mangrove di Pantai Baros Jogja

Kawasan ekowisata dengan luas 2,1 hektar ini termasuk dalam wilayah konservasi yang berfungsi sebagai penahan abrasi dan hantaman gelombang laut. Terdapat wahana di wisata mangrove ini, seperti papan ikon Hutan Mangrove Baros, menara pandang, wisata edukasi, dan naik perahu. Fasilitas umum juga sudah cukup memadai dengan adanya warung makan dan toilet.

Keberadaan ekowisata ini diusung melalui program aforestasi oleh LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Relung pada tahun 2003 bekerja sama dengan warga setempat. Meskipun saat ini sudah diambil alih dan dikelola oleh Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) dan beberapa instansi lainnya. Tujuan adanya program ini adalah edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove untuk mencegah laju abrasi dan banjir rob. 

Baca juga: Hutan Mangrove PIK Jakarta Utara dari Kacamata Lingkungan

Biodiversitas Ekowisata Mangrove Pantai Baros

Ekowisata mangrove Pantai Baros mempunyai beragam jenis flora dan fauna. Vegetasi yang mendominasi di kawasan ini adalah tipe Avicennia Lanata yang dapat ditemukan di bagian terluar mangrove. Sementara itu, bagian terdalamnya terdapat jenis Rhizophora apiculata. 
Selain itu, terdapat 2 jenis famili udang di antaranya jenis Penaeidae dan Palaemonidae. Terdapat juga 28 jenis burung khas hutan bakau.

Pantai Baros Bantul
Lokasi penanaman LindungiHutan Pantai Baros Bantul

Hambatan Perkembangan Mangrove Pantai Baros Jogja

Bertambahnya populasi penduduk di Dusun Baros mengakibatkan peningkatan alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan ladang yang kurang terkendali. Hal tersebut berpotensi pada kerusakan lingkungan hutan mangrove. 

Peristiwa ini juga memiliki risiko tinggi terhadap abrasi pantai. Banyak rumah tergerus air gelombang pada beberapa tahun terakhir. Selain berdampak kepada permukiman, abrasi dan banjir rob juga menjadi permasalahan bagi warga karena menyebabkan gagal panen pertanian maupun pertambakan di sekitar muara Sungai Opak.

Belum lagi keberadaan sampah plastik yang terbawa aliran sungai turut mengganggu pertumbuhan mangrove.

Analisis Perubahan Kerapatan Vegetasi pada Lokasi Penanaman LindungiHutan di Pantai Baros Bantul

Kerapatan vegetasi tinggi mendominasi lokasi penanaman Pantai Baros Bantul yang berarti menunjukkan kondisi vegetasi yang baik. Perubahan cukup terlihat di tahun 2022 dengan terjadinya penurunan wilayah yang memiliki kerapatan vegetasi tinggi dan peningkatan wilayah dengan kerapatan vegetasi rendah.

Sementara, sejak tahun 2018 hingga 2021 perubahan kerapatan vegetasi terlihat tidak terlalu signifikan. Peningkatan kegiatan penanaman dapat dilakukan untuk meningkatkan indeks kerapatan vegetasi dengan disesuaikan kondisi lokasi penanaman, khususnya kondisi tanah dan genangan air.

Baca juga: Pantai Tiwoho, Kabupaten Minahasa Utara, Praktik Kearifan Lokal dalam Menjaga Kelestarian Mangrove

Menggiatkan Lagi Penanaman Mangrove di Pantai Baros Bantul

Kini, masyarakat sudah mulai sadar dan mulai rutin melakukan penanaman mangrove di lahan yang belum ditanami. Kegiatan penanaman seperti ini menjadi daya tarik bagi pengunjung atau organisasi masyarakat sekaligus menjadi media belajar untuk anak sekolah. 

Dengan adanya ekowisata mangrove dan penanaman pohon mangrove Rhizophora apiculata membuat tingkat abrasi mulai berkurang. Saat ini, rutin beberapa bulan sekali masyarakat melakukan kegiatan penanaman tanaman bakau. 

Mangrove Pantai Baros
Penanaman mangrove di Pantai Baros Bantul

LindungiHutan Bersama salah satu warga setempat, Purwo Sarjono melakukan kampanye penanaman kembali hutan mangrove di Pantai Baros Jogja sejak tahun 2021 untuk membantu memulihkan ekosistem yang ada. Pohon mangrove ditanam sebagai pelindung degradasi lahan akibat abrasi, mengurangi dampak banjir di pemukiman warga, meningkatkan area tutupan hijau, serta membantu pengurangan emisi karbon. 

Selain itu, kondisi mangrove yang lestari juga menunjang kegiatan wisata untuk meningkatkan perekonomian warga dan menyediakan jam kerja bagi warga sekitar. Hingga Juni 2022 sudah ada 9 kampanye alam dengan jumlah 1597 pohon tertanam dengan jenis vegetasi Rhizophora sp dan Avicennia sp (0,2 ha) luasan tertanam dan 189,16 kg CO2 ekv terserap. 

Baca juga: Menghijaukan Pesisir Untia Makassar

Tentu, perubahan-perubahan yang baik akan terus diharapkan. Mari terus dukung kampanye alam yang dilakukan LindungiHutan dan masyarakat Desa Tualang untuk memulihkan kembali fungsi mangrove.

Mari Berkontribusi Bersama Menjaga Kelestarian Mangrove Pantai Baros Bantul Bersama LindungiHutan

LindungiHutan menjalin kerja sama dengan kelompok petani Pantai Baros Bantul untuk memudahkan siapapun yang ingin ikut dalam proses penghijauan dan penanaman bibit mangrove yang mudah, aman, dan berdampak sosial berkelanjutan

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan