Connect with us

Hutanpedia

Pohon Adalah: Bagian, Jenis dan Manfaat Pohon bagi Kehidupan

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Pengertian pohon, bagian, jenis dan manfaatnya untuk kehidupan.

Setiap makhluk hidup (biotik) maupun unsur abiotik (faktor ingkungan) memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan di bumi dan saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem.

Keseimbangan pada tiap komponen dari ekosistem harus terjaga supaya mengurangi kemungkinan kepunahan dan jumlah yang berlebih dari salah satu komponen di lingkungan dan alam.

Pohon merupakan komponen biotik berperan sebagai produsen sering dijumpai di berbagai ekosistem. 

Pengertian Pohon

Menurut Indriyanto (2006) dalam buku “Ekologi Hutan”, pengertian pohon adalah komponen makhluk hidup yang dominan di suatu kawasan hutan, memiliki peran menjadi organisme produsen serta sebagai habitat dari beragam jenis hewan atau pun burung.

Menurut UU No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, pengertian pohon adalah tumbuhan berbatang kayu dengan diameter mencapai 10 cm atau lebih jika diukur pada ketinggian 1,5 meter diatas permukaan tanah.

Pengertian pohon juga dapat dipahami sebagai salah satu habitus tumbuhan dengan kemampuan fotosintesis untuk melakukan penyerapan pada karbondioksida serta menghasilkan oksigen.

Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN), pengertian pohon merupakan tumbuhan berkayu dengan puncak pertumbuhan nya memiliki batang utama dengan diameter lebih dari 20 cm. Namun, pada bakal pohon dengan diameter batang yang belum mencapai 20 cm dapat disebut sebagai pancang, tiang atau semai.

Tiang adalah bakal pohon yang ukuran puncak pertumbuhan nya belum mencapai diameter 10 cm sampai 20 cm. Pancang memiliki pengertian sebagai bakal pohon yang memiliki tinggi lebih dari 1,5 m dan diameter kurang dari 10 cm. Dan semai adalah anakan pohon dengan tinggi kurang dari 1,5 m.

Bagian-bagian Pohon

Pohon adalah tumbuhan tingkat tinggi yang tersusun dari struktur yang kompleks dalam mendukung pertumbuhan. Secara umum, bagian pohon mencakup akar, batang, daun, bunga dan pada jenis-jenis tertentu menghasilkan buah.

Bonsai pohon beringin.
Bonsai pohon beringin tetap mempunyai komponen-komponen dasar seperti akar, daun, batang dan tegakan.

Bagian-bagian pohon memiliki peran dan fungsi masing-masing, yaitu sebagai berikut:

1. Akar

Akar merupakan bagian pohon yang terbentuk pada masa pertumbuhan serta umumnya berada atau pun tumbuh di bawah tanah. Pada umumnya pohon memiliki jenis akar tunggang yang tidak berbulu serta memiliki warna kekuningan atau putih. Namun, beberapa pohon juga memliki akar yang berwarna gelap.

Akar pohon mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Membantu untuk mendapatkan unsur hara maupun air yang kemudian akan di angkut ke bagian pohon lainnya. 
  • Menjadi penopang pada tumbuhan agar mampu kokoh dan tidak roboh.
  • Sarana perbanyakan atau pun perkembangbiakan tumbuhan, seperti contoh pada pohon sukun.
  • Membantu pernapasan dan respirasi pada tanaman.

Selain memiliki akar tunggang, banyak jenis pohon lain yang berakar spesifik untuk adaptasi pada lingkungan tumbuhnya, yaitu:

A. Akar Napas

Akar napas merupakan modifikasi dari akar tunggang tumbuhan yang hidup pada habitat berair, seperti pada ekosistem bakau dan rawa. Akar tumbuh sesuai dengan lingkungan, muncul ke permukaan atau air dalam membantu respirasi.

Contoh pohon yang berakar napas yaitu spesies dari tanaman mangrove dari genus Avicennia dan Soneratia.

B. Akar Gantung

Akar gantung merupakan modifikasi akar tunggang yang tumbuhnya dengan menggantung pada atas permukaan tanah.

Jenis akar ini sering disebut sebagai aerial root. Akar gantung berfungsi dalam membentuk respirasi tanaman serta menyerap air, udara. Salah satu pohon yang memiliki akar gantung yaitu pohon beringin.

C. Akar Banir

Akar banir memiliki sebutan lain yaitu akar papan. Jenis akar ini adalah modifikasi akar dengan bentuk papan yang tumbuh hingga satu meter diatas tanah.

Jenis akar banir memiliki peran dalam menjaga tumbuhan untuk tetap kokoh. Contoh pohon yang memiliki akar banir yaitu pohon merbau, kempas, rengas dan pohon-pohon lainnya yang berada pada daerah tropis.

2. Batang

Batang adalah bagian dari tumbuhan yang menjadi tempat melekatnya bagian pohon lain. Batang pohon berfungsi penting dalam penyaluran air serta unsur hara dari akar menuju daun, menyalurkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tanaman dan penyimpanan dari cadangan makanan. Pohon dengan batang kayu terdapat kambium di dalamnya.

3. Daun

Daun adalah bagian dari tanaman yang menjadi tempat utama proses fotosintesis dan pembentukan makanan. Daun merupakan tempat utama proses fotosintesis berlangsung apabila memiliki klorofil. Selain pada daun, klorofil juga ada pada bagian tanaman lain namun jumlahnya yang lebih sedikit.

Selain menjadi lokasi fotosintesis, daun juga berfungsi sebagai tempat respirasi, transpirasi dan gutasi. Daun memiliki struktur anatomi yang mencakup epidermis, mesofil, pembuluh angkut serta stomata.

Secara morfologi, daun terdiri atas pelepah, tangkai dan helai daun. Bentuk daun pun beragam, yaitu menjari, menyirip, melengkung hingga sejajar.

4. Bunga

Bunga merupakan bagian tumbuhan yang sebagian besar memiliki peran menjadi reproduksi utama. Pada umumnya, bunga memiliki bentuk, aroma, dan warna yang khas, bahkan terdapat nektar yang dapat menarik perhatian serangga, kelelawar maupun burung supaya penyerbukan terabntu. Nektar adalah bahan utama dari pembuatan madu pada lebah.

Selain itu, bunga juga merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif dengan komponen yang menjadi penentu dalam kemampuan bunga dalam pembentukan bakal buah atau pun individu baru. Komponen wajib yang dimiliki bunga supaya fungsi generatifnya maksimal yaitu tangkai, dasar bunga, kelopak, mahkota, benang sari maupun putik.

Komponen bunga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda-beda, antara lain yaitu:

  • Tangkai bunga menjadi penopang bunga dan menghubungkan bunga ke bagian tumbuhan lain, seperti ranting.
  • Dasar bunga memiliki peran menjadi tempat melekat kelopak bunga.
  • Kelopak bunga sebagai pelindung mahkota bunga ketika masih kuncup.
  • Mahkota bunga berperan menjadi penarik serangga maupun hewan kecil lain untuk hinggap dan membantu dalam penyerbukan.
  • Putik adalah alat reproduksi betina dari tumbuhan.
  • Benang sari adalah alat reproduksi jantan dari tumbuhan.

Pada bunga sempurna terdapat putik dan benang saru sekaligus dalam satu bunga. Sedangkan di bunga yang tidak sempurna, hanya memiliki salah satu sehingga perlu melibatkan sepasang bunga untuk melakukan penyerbukan. 

5. Buah

Buah merupakan bagian tumbuhan yang terbentuk melalui proses penyerbukan sempurna. Pada buah terdapat bakal biji yang mampu tumbuh menjadi tanaman baru.

Di beberapa jenis pohon dapat menghasilkan buah yang memiliki biji lebih dari satu dengan terlindungi daging buah. Selain itu juga, terdapat pohon yang berbuah tanpa daging buah, seperti pohon pinus.

Jenis Pohon

Pohon yang tumbuh di bumi terdiri dari beraneka jenis dengan habitat masing-masing. Sebagian besar pohon tumbuh di daerah tropis karena wilayah dengan iklim semacam ini menyediakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan pohon.

Keberagaman pohon dapat menjadi indikator tingkatan komunitas sesuai dengan organisasi biologi yang dimilikinya.

Keanekaragaman pohon dapat digunakan untuk menyatakan struktur komunitas. Keanekaragaman pohon juga dapat digunakan untuk mengukur stabilitas komunitas, yaitu kemampuan suatu komunitas untuk menjaga dirinya tetap stabil meskipun menghadapi gangguan terhadap komponen-komponennya.

Berdasarkan kayu yang dihasilkan, pohon terbagi menjadi pohon dengan kayu keras (hardwood) dan pohon dengan kayu lunak (softwood).

1. Pohon Kayu Keras (Hardwood)

Hardwood adalah pohon yang berasal dari kelompok Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Pohon dengan jenis ini cenderung memiliki ciri pertumbuhan yang lamban.

Kondisi tersebut membuat struktur maupun tekstur kayu lebih kuat dan terdapat pori-pori di antara sel. Kayu keras bermanfaat untuk kontruksi bangunan karena memiliki kekuatan pada teksturnya.

Contoh pohon dengan kayu yang kuat yaitu pohon jati, mahoni, meranti dan ulin.

2. Pohon Kayu Lunak (Softwood)

Softwood adalah pohon yang berasal dari kelompok Gymnospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Biasanya jenis pohon ini tidak memiliki pori antar sel dan memiliki pertumbuhan cepat tau disebut fast growing species.

Pohon kayu lunak (softwood) umumnya digunakan untuk pembuatan furniture berkualitas rendah, kayu lapis dan komposit. Contohnya adalah pohon pinus dan cemara.

Ciri-ciri Pohon

Pohon merupakan tumbuhan berkayu dengan ciri utama batang yang memiliki pokok tunggal. Selain itu, pohon juga memiliki ciri-ciri lain, antara lain:

  • memiliki jaringan pengangkut berupa xylem dan floem (vaskular).
  • mengalami pertumbuhan sekunder atau penambahan diameter batang.
  • mampu hidup beberapa tahun atau perennial.
  • mempunyai batang yang tumbuh diatas permukaan tanah.

Tumbuhan berkayu memiliki kambium yang akan tumbuh membentuk kayu dan kulit kayu. Pertumbuhan kambium ke bagian dalam dapat membentuk kayu, sedangkan ke bagian luar dapat membentuk kulit kayu.

Di batang tumbuhan berkayu tersusun dari 4 jaringan primer, meliputi kulit luar, kulit dalam, kulit pertama dan silinder pusat. Kayu sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, karena kayu yang sering digunakan untuk kehidupan, seperti dalam pembuatan alat rumah tangga, kerajinan, kayu bakar, konstruksi, bahan pangan hingga obat tradisional.

Manfaat Pohon Bagi Kehidupan

Pohon dan tumbuhan-tumbuhan lain mempunyai berbagai manfaat, fungsi dan kegunaan bagi masyarakat dan makhluk hidup lainnnya. Berikut adalah beberapa manfaat pohon yang paling populer diantaranya yaitu:

1. Menghasilkan Oksigen dan Mengurangi Karbondioksida

Oksigen adalah gas yang diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas. Pohon sendiri memiliki kemampuan dalam melakukan fotosintesis yang menghasilkan oksigen. Pohon dapat menghasilkan Oksigen (O2) sekitar 500 gram/Hari/Pohon.

Pada saat yang sama ketika fotosintesis berlangsung, tanaman menyerap  karbondioksida. Gas karbon dioksida adalah gas yang sangat beracun. Jika keberadaan gas tersebut dari emisi karbon dioksida dan aktivitas penghasil karbon dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Menurut penelitian, pada tiap 1 hektar hutan tropis mampu mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2.

2. Menahan Laju Air dan Erosi Tanah

Berdasarkan penelitian, hutan dapat membuat lebih banyak air terserap ke tanah dengan kadar 60-80 persen. Dengan hal tersebut, pohon mampu meningkatkan cadangan air dalam tanah.

Selain mampu menahan laju air, akar pohon juga bermanfaat untuk mencegah erosi tanah dan abrasi di pesisir pantai. Tanah terkikis akan menuju ke aliran sungai dan membuat terjadinya endapan.

3. Menjaga Kesuburan Tanah 

Air hujan yang menuju ke tanah dapat mengakibatkan lapisan tanah atas yang memiliki humus dan subur menjadi tergerus dan berdampak pada kesuburan tanah yang menurun.

Apabila permukaan tanah ditanami pohon, ketika hujan turun maka butiran air tidak akan langsung menuju permukaan tanah namun akan tertahan oleh daun, ranting hingga batang pohon dan hal tersebut dapat mengurangi gerus air terhadap tanah.

4. Membuat Lingkungan Menjadi Nyaman 

Kondisi lingkungan yang rindang serta ditumbuhi banyak pohon akan membuat kondisi menjadi sejuk, nyaman, mencegah dari kondisi bising dan panas, serta meningkatkan keindahan pada pemandangan.

Karena pengaruh evapotrenspirasi tanaman yang berdampak pada suhu sekitar menjadi menurun dan kelembaban menjadi meningkat.

5. Mengurangi Zat Pencemar Udara 

Aktivitas pabrik menimbulkan polusi udara yang meningkat dan karbondioksida yang berlebih. Begitu pula adanya penggunaan bahan bakar minyak.

Selain karbondioksida, asap yang muncul mengandung sulfur dioksida maupun asam sulfat. Zat-zat yang ada apabila tercampur dengan air hujan dapat menimbulkan hujan asam yang dapat membahayakan kulit dan menimbulkan korosi.

FAQ

Apa itu Pohon?

Pengertian pohon adalah tumbuhan berbatang kayu dengan diameter mencapai 10 cm atau lebih jika diukur pada ketinggian 1,5 meter diatas permukaan tanah (UU No. 18 Tahun 2013).

Apa Saja Manfaat Pohon?

Pohon mempunyai beragam manfaat. Beberapa manfaat pohon diantaranya yaitu: 1) Menghasilkan Oksigen dan Mengurangi karbondioksida; 2) Menahan laju air dan erosi; 3) Menjaga kesuburan tanah; 4) Membuat lingkungan menjadi nyaman; 5) Mengurangi zat pencemar udara. Baca ulasan lengkap pada artikel ini.

Penulis: Sintiami Ramadhani

Editor: Rionaldo Andira Lesmono

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan laporan tahun 2023 LindungiHutan

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Blog LindungiHutan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.